Tampilkan postingan dengan label Pupuk Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Organik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Tips Cara Pembuatan Pupuk Kompos Cair untuk Meningkatkan Produksi 3x Lipat


Cara Pembuatan Pupuk Kompos Cair - Pada artikel kali ini kami akan megupas mengenahi cara pembuatan pupuk kompos cair dari limbah buah – buahan. Pembahasan ini merupakan referensi pelengkap pada pembahasan sebelumnya yang telah kami sajikan seperti tips cara membuat pupuk organik cair, cara pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak dan cara membuat pestisida organik.

Tips cara pembuatan pupuk kompos dari limbah buah-buahan
Menyulap limbah sampah buah menjadi pupuk kompos cair pada dasarnya bukalah hal yang sulit. Seperti pengalaman cara pembuatan pupuk kompos cair yang dilakukan oleh Edy Wahyudi. Beliau ini adalah seorang penyuluh kontrak yang terdorong untuk melakukan inovasi cara pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan potensi yang ada dilingkungan tempat tinggalnya.

Edi mengatakan “pada mulanya muncul ide kreatif ini berasal dari keprihatinan dirinya melihat sisa-sisa limbah buah yang menumpuk  di pasar raya dekat rumah, yaitu di Kota Tengkongan  Aceh Tengah. Pada awalnya Edi sempat kebingungan bagaimana cara membuat pupuk kompos cair dengan memanfaatkan limbah buah ini. Setelah berfikir lama, akhirnya beliau mencoba mencari referensi-referensi mengenahi kandungan buah dan zat-zat yang ada didalamnya.

Untuk mencari pengetahuan mengenai cara pembuatan pupuk kompos tersebut Edi mencoba mencari  info melalui berbagai media, baik internet, buku, majalah dan sumber-sumber lainnya. Pada akhirnya Edi pun menemukan jawabannya, dimana zat yang terkandung buah-buah memiliki enzim yang dapat mendorong pertumbuhan tanaman dengan secara cepat.

Tanpa ragu, akhirnya penyuluh pertanian tersebut mulai mencoba mempraktekan ide kreatifnya dengan cara pembuatan pupuk kompos cair berbahan limbah buah-buahan. Buah merupakan bahan organik yang banyak mengandung air, sehingga untuk mengubahnya menjadi pupuk cair lebih mudah. Tutur Edi
Cara Pembuatan Pupuk Kompos Cair
Cara Pembuatan Pupuk Kompos Cair
Proses Cara Pembuatan Pupuk Kompos Cair
Dengan memanfaatkan peralatan seadaanya, Edi mencoba menjelaskan cara pembuatan pupuk kompos cair tersebut kepada Kami. Langkah yang harus terlebih dahulu Anda lakukan adalah mencuci bersih sisa-sisa buah, dengan tujuan untuk menghilangkan zat-zat kimia yang menembel pada limbah buah tersbut. Kemudaian menghancurkanya menjadi bubur lembut dan setelah itu disaring utuk diambil sari buahnya.

Untuk mengubahnya menjadi cairan pupuk maka selajutnya dilakukan proses fermentasi selama kurang lebih 2-3 minggu. Cara pembuatan pupuk kompos cair tidak sampai disitu saja, diperlukan activator dan stimulator untuk merangsang pembentukan enzim, caranya dengan menambahkan gula merah secukupnya.

Cara pembuatan pupuk kompos cair juga membutuhkan proses fermentasi. Dalam tahapan ini Edi mengunakan air kelapa yang berfungsi untuk mendorong pembentukan zat Giberalin, Sitokinin dan Auksin. Ketiga zat tersebut merupakan zat yang dibutuhkan tanaman untuk merangsang pertumbuhan pada perakaran, pertumbuhan batang, daun, serta untuk mempercepat tanaman berbunga dan berbuah.

Proses  selanjutnya cara pembuatan pupuk kompos cair yaitu menjaga PH cairan agar setabil dan tidak tercemar oleh bakteri merugikan yang justru dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Dalam hal ini Edi tidak kehabis akal. Berbekal referensi pengetahuan yang Ia dapatkan, Edi  pun menambahkan air sisa cuci beras (tajin) kedalam cairan buah yang telah dibuatnya.

Ringkasan Cara Pembuatan Pupuk Kompos Cair Berbahan Limbah Buah Sebanyak 40 Liter
1.    Alat :
  • Ember plastik/tong plastik ukuran 50 Liter
  • Plastik untuk penutup
  • Saringan
2.    Bahan :
  • Limbah buah 20 kg
  • Air kelapa 10 liter
  • Air cucian beras 5 liter
  • Gula merah 1 kg
  • Air 20 liter (hindari pengunaan air PAM)
3.    Cara pembuatan pupuk kompos
  • Langkah pertama cara pembuatan pupuk kompos cair adalah menghancur sisa-sisa buah, kemudian disaring dan masukan kedalam ember yang sudah disediakan.
  • Selajutnya larutkan air kedalam ember tersebut. Tambahkan kelapa, air beras dan gula merah.
  • Lalu diaduk-aduk hingga benar-benar tercampur semua hingga merata.
  • Setelah itu tutup ember dengan plastik 12-15 hari agar mengalami proses fermentasi. Cara pembuatan pupuk kompos ini baiknya dilakukan diruang yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, agar tidak terpengaruh suhu udara yang panas.
  • Setiap 5 hari sekali lakukan pengontrolan secara rutin, serta larutan diaduk kembali supaya tidak mengalami pengendapan, setelah itu ditutup kembali.
  • Tanda-tanda pupuk kompos cair sudah jadi, yaitu pada saat aroma yang awalnya berbau busuk sudah berubah menjadi aroma ragi serta ditandai dengan munculnya buih-buih putih diatas larutan, itu menandakan bahwa pupuk  kompos cair sudah bisa digunakan.
  • Untuk memudahkan Anda mengunakan pupuk kompos cair tersebut Edi menyarankan, untuk memindahkan larutan kedalam botol-botol kecil, dengan cari disari kembali dan disimpan ditempat yang sejuk.
4.    Dosis dan Cara Pengunaan 
Aplikasi pengunaan pupuk kompos cair ini harus sesuai dengan takaran serta kebutuhan tanaman. Untuk merangsang pertumbuhan pada batang, akar, dan buah dosis yang digunakan yaitu : 10 cc larutan pupuk kompos cair dicampur dengan 1 liter air. Sedangkan untuk perakaran digunakan 30 cc berbanding 1 liter.

Metode cara pembuatan upuk kompos cair hasil kajian Edi ini, telah mengalami uji coba selama 1 musim. Dan fakta yang mengejutkan hasil panen yang diperolehnya meningkat cukup pesat, mencapai tiga kali lipat lebih tinggi disbanding biasanya. Hingga kini karya kreatif Edi Wahyudi sudah mulai disebar luaskan dan banyak dipraktekan oleh desa-desa binaannya. Selain itu,  “dengan cara membuat pupuk kompos cair sendiri biaya produksi yang dikeluarkan menjadi lebih irit hanya Rp. 15rb/lt, dibandingkan dengan membeli pupuk sejenis  dari pabrik yang harganya dipasaran Rp 40rb – 80rb/liter”. Ungkap Edi

Pada dasarnya ide kreatifitas cara pembuatan pupuk kompos ini dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja serta dimana saja. Semua tergantung dari Anda yang memulainya. Itulah tips yang dapat kami bagikan untuk Anda mengenai cara pembuatan pupuk kompos cair. Silahkan bagikan dan aplikasikan jika bermanfaat untuk Anda.

Jumat, 17 Juni 2016

Cara Membuat Pupuk Tanaman Perangsang Buah dan Bunga dari Bahan Limbah Buah – Buahan

Cara Membuat Pupuk Perangsang Buah - Setiap mahluk hidup tentu membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhannya, tidak hanya manusia saja, hewan dan tanaman pun membutuhkan nutrisi tambahan. Pada tanaman budidaya, nutrisi tambahan tersebut diperoleh dari kandungan tanah dan pemberian pupuk tanaman.

Fungsi pemupukan yaitu untuk membantu perkembangan serta meningkatkan hasil panen dari tanaman budidaya. Selain itu untuk membantu merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif pertumbuhan tanaman.
Cara Membuat Pupuk Perangsang Buah
Cara Membuat Pupuk Perangsang Buah
Pertumbuhan vegetatif yaitu pertumbuhan tanaman dalam pembentukan bagian – bagian vital tanaman seperti akar, batang, serta daun.

Sedangkan pertumbuhan generatif adalah pertumbuhan tanaman pada bagian perkembangbiakan tanaman itu sendiri, atau dalam hal ini adalah bagian bunga dan buah tanaman.

Nah pada kali ini Kami akan memberikan cara membuat pupuk tanaman untuk merangsang pertumbuhan generatif. Meskipun ketersediaan pupuk tanaman di toko – toko pertanian sangatlah banyak, namun jika Anda dapat membuat sendiri dengan memanfaatkan bahan sisa rumah tangga, tentu akan lebih memudahkan Anda.

Cara Membuat Pupuk Tanaman Perangsang Buah dan Bunga dari  Bahan Limbah Buah – Buahan
Bahan – Bahan :
  • 10 kg limbah buah – buahan ( buah busuk atau buah yang tidak habis dimakan )
  • 1 kg gula merah yang sudah dilarutkan
  • 10 liter air kelapa segar
  • Tong plastik berpenutup
  • Selang plastik
Cara Pembuatan :
  • Semua buah – buahan tersebut di parut hingga halus
  • Masukkan buah yang sudah halus tadi kedalam tong plastik
  • Tambahkan 10 liter air kelapa segar
  • Tambahkan 1 kg gula merah yang sudah dilarutkan
  • Aduk semua bahan hingga merata
  • Tutup rapat, kemudian lakukan langkah pemberian sambungan dengan selang plastik seperti pada langkah pembuatan pupuk tanaman dari buah maja diatas
  • Diamkan selama kurang lebih 15 hari
Memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk perangsang pertumbuhan
Cara Menggunakan Pupuk Tanaman Perangsang Buah dan Bunga :
1.    Untuk tanaman padi
  • Campurkan larutan pupuk tanaman perangsang buah dan bunga dengan 14 liter air sumur
  • Semprotkan pada tanaman padi pada saat usia 10 , 20 , 30 , 40 hari sejak masa tanam
  • Lakukan penyemprotan sehari dua kali yaitu pada pagi dan sore hari
2.    Untuk Mengomposkan Bahan Organik
  • Campurkan larutan pupuk tanaman perangsang buah dan bunga 1 liter dengan 15 liter air sumur
  • Tambahkan 100 cc larutan gula merah
  • Aduk hingga merata
  • Siramkan kedalam bahan organik yang akan dikomposkan
Selain digunakan  untuk mengomposkan bahan organik dan untuk merangsang pertumbuhan buah pada tanaman padi, pupuk tanaman diatas juga dapat dimanfaatkan untuk semua jenis tanaman, baik itu jenis sayuran, buah – buahan, maupun tanaman perkebunan seperti karet, kopi, dan sebagainya.

Membuat pupuk tanaman sendiri dengan bahan – bahan organik, disamping dapat menghindarkan tanaman dari terkontaminasi bahan kimia yang dalam jangka panjang dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia, juga dapat menghemat biaya pembelian pupuk secara signifikan.

 Penghematan biaya untuk membeli pupuk tanaman dengan membuatnya sendiri bahkan dapat mencapai angka 80%. Hal tersebut tentu saja sangat menguntungkan bagi para petani, terutama petani – petani kecil yang kerap mengeluhkan harga pupuk tanaman yang semakin mencekik leher.

Selasa, 14 Juni 2016

Membuat Booster Organik Untuk Padi Dari Bahan Sederhana

Tanaman  Padi - Nama score dikalangan petani tentu sudah akrab, bahkan ada yang menyebutnya sebagai booster untuk tanaman padi. Fungisida buatan PT Syngenta yang mengandung bahan aktif difenokonazol ini memang sangat populer dan laris.

Jika score diaplikasikan ke tanaman padi memberikan kesan yang bening, kuning atau bersih sehingga disebut sebagai booster padi. Bahkan ada beberapa petani yang keliru dalam menggunakan pestisida popular tersebut, mereka anggap kalau score itu adalah pupuk yang mampu menggantikan fungsi pupuk organik.
Tanaman  Padi
Booster Organik Tanaman  Padi
Padahal sesuai fungsi aslinya, score adalah fungisida untuk mencegah serangan jamur pada tanaman padi, itupun tidak semua jamur bisa diatasi dengan produk tersebut. Namun kelebihan score adalah mempunyai efek booster.

Booster organik kurang mampu mengendalikan penyakit pada tanaman padi, tetapi lebih ke fungsi mensuplai kebutuhan unsur hara. Namun dengan tercukupinya kebutuhan unsur hara pada tanaman akan membuat tanaman sehat dan tahan terhadap serangan penyakit. Selain itu, jika suplai unsur hara cukup maka pengisian bulir padi juga akan maksimal sehingga bulir-bulir padi akan terlihat montok.

Membuat booster organik cukup dengan menggunkan bahan-bahan yang ada di lingkungan kita seperti 1/4 kg telor ayam atau bebek, 1/2 kaleng susu kental manis dan 100 ml madu murni. Cara membuat boster padi organik adalah campurkan semua bahan (cangkang telurnya jangan dimasukkan), blender sampai merata, kemudian masukkan dalam botol dan tertutup rapat. Sementara cara menggunakan booster padi organic adalah semprotkan pada tanaman padi ketika umur 30, 45 dan konsentrasi penggunaan adalah 6 -7 sendok makan per tangki.

Sisa booster padi organik yang tidak habis jangan dibuang, tapi simpan dalam botol. Yang penting botol harus tertutup rapat dan jika terjadi fermentasi (ciri-cirinya adalah botol mengembang) maka tiap pagi harus dibuka sebentar kemudian dikocok-kocok agar tekanan dalam botol keluar, namun jika sudah tidak terjadi fermentasi botol tidak perlu dibuka setiap hari.

Jumat, 10 Juni 2016

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga - Pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman dapat memberikan fungsi ganda, selain menghasilkan pupuk juga membantu masyarakat hidup bersih. Sekitar 70 % sampah yang dihasilkan setiap hari merupakan sampah rumah tangga dan tidak ada penampungan yang baik. Dengan demikian, Pengolahan sampah organik hasil buangan sampah rumah tangga dapat mengurangi sampah sayuran dan buah yang berpotensi penyebab kekumuhan dan pencemaran lingkungan menjadi bahan yang lebih berdaya guna dan bernilai ekonomis. Untuk itu, kita perlu mensosialisasikan pemanfaatan sampah organik di lingkungan keluarga atau rumah tangga menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi (Rita Punto, 2014). Sedangkan menurut Indriani (2005) kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami penguraian sehingga sudah tidak dikenali bentuk aslinya, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. Kompos cair atau pupuk organik cair adalah pupuk cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan. Manfaat kompos secara umum sebagai Penyubur lahan pertanian, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, penambah dan meningkatkan unsur hara, usaha reklamasi lahan bekas galian tambang, penyubur daerah rawa, peningkatan kadar PH di daerah lahan asam (windi, 2011), dan meningkatkan daya tahan dan daya serap air.
Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga
Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga
Bahan pembuatan pupuk kompos adalah sampah sayur, kulit buah-buahan, daun-daun kering hasil dari kebun, bioaktivator alami EM4 ataupun MOL , dan (tape + air gula merah/ gula putih + air kelapa). Sedang alat yang digunakan dalam pembuatan wadah limbah adalah tong plastik bekas ukuran 20 liter, 1 buah, sambungan pipa berbentuk T, 1 buah, kran plastik, 1 buah, Lem PVC, meteran, bor, pemotong pipa/gergaji, dan pipa besi berukuran 1 inchi.

CARA MEMBUAT
  • Buat dua lubang udara menggunakan pipa besi yang dipanaskan di sisi kanan dan kiri tong plastik dengan diameter disesuaikan dengan diameter pipa paralon.
  • Buat satu lubang lagi yang terletak kurang lebih 10 cm di bawah lubang pertama menggunakan pipa besi yang dipanaskan. Diameter lubang disesuaikan dengan diameter pipa paralon, sedangkan posisi lubang bisa terletak pada sisi diantara dua lubang di atas.
  • Buat lubang-lubang kecil menggunakan bor di badan pipa paralon berukuran 13 cm dan 10 cm. Bungkus lubang-lubang kecil tersebut menggunakan kasa plastik dengan rapi.
  • Selanjutnya instalasi udara komposter dapat dirangkai, dimulai dengan memasang kedua pipa paralon berukuran 13 cm pada lubang kanan dan kiri tong plastik. Kedua pipa paralon tersebut dimasukkan dari arah dalam tong plastik hingga keluar sekitar 3 cm dari dinding tong plastik sehingga panjang pipa paralon di bagian dalam sekitar 10 cm.
  • Kedua ujung pipa paralon yang mencuat keluar tong plasting ditutup dengan kasa plastik. Cara penutupannya dengan memberikan lem PVC di ujung pipa dan tempelkan kasa plastik tersebut dengan rapi.
  • Selanjutnya di bagian dalam tong plastik, kedua pipa berukuran 13 cm disambung dengan sambungan pipa berbentuk T dengan salah satu kaki sambungan menghadap ke bawah.
  • Dari kaki sambungan pipa berbentuk T yang menghadap ke bawah disambung dengan pipa paralon berukuran 10 cm.
  • Kemudian pada ujung bagian bawah pipa paralon berukuran 10 cm tersebut disambung dengan sambungan pipa berbentuk L dengan salah satu ujung sambungan pipa berbentuk L tersebut menghadap ke lubang ketiga.v Dari sambungan pipa berbentuk L disambung pipa paralon berukuran 9 cm mengarah ke lubang ketiga, kemudian sambungkan dengan kran plastik dari bagian luar.
TEKNIK PENGOMPOSAN
  • Seperti diuraikan di atas, alat yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cair adalah komposter. Komposter ini merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengolah semua jenis limbah organik rumah tangga menjadi kompos baik dalam bentuk padat maupun cair. Jadi semua sampah yang tergolong limbah organik bisa digunakan sebagai bahan, seperti sisa sayur, buah, sisa makanan, sisa dapur, bahkan limbah organik dari kebun.
  • Semua bahan dirajang terlebih dahulu agar proses dekomposisinya lebih cepat dan sempurna. Selain itu potongan yang kecil-kecil bisa memaksimalkan kapasitas atau daya tampung komposter.
  • Siapkan bio aktivator komposer untuk membantu proses dekomposisi. Sebaiknya ditambahkan air cucian beras dan gula merah untuk menambah energi mikroba dekomposer tersebut.
  • Larutkan mikroba dekomposer dengan 1 liter air. Konsentrasi larutan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan produk mikroba dekomposer yang digunakan.
  • Masukkan semua bahan ke dalam komposter yang sudah disiapkan sedikit demi sedikit sambil disiram larutan mikroba dekomposer, sehingga pemberian aktivator bisa merata keseluruh bahan. Setelah semua bahan dimasukkan lalu tutup rapat-rapat komposter tersebut.
  • Pada awal pemakaian komposter baru bisa menghasilkan air lindi atau kompos cair dalam waktu dua minggu. Selanjutnya pengambilan lindi dapat dilakukan dalam waktu 2-3 hari sesuai kebutuhan.
  • Pengabilan air lindi hanya sebatas kran, karena air lindi di bawah kran dibiarkan saja untuk membantu proses dekomposisi. Air lindi tersebut sudah banyak mengandung mikroba aktivator sehingga dapat digunakan untuk melakukan pengomposan.
  • Air lindi yang sudah diambil sebaiknya dicampur lagi dengan mikroba dekomposer agar kandungan mikrobanya lebih banyak. Berikan 10 ml mikroba dekomposer per liter air lindi. Diamkan selama 2-3 hari, setelah itu pupuk organik cair siap untuk diaplikasikan. Pupuk organik cair tersebut bisa disimpan selama 1-2 bulan.
  • Jika pengomposan awal sudah berjalan, selanjutnya limbah organik bisa dimasukkan setiap hari. Jika komposter sudah penuh, maka kompos padat yang ada di dalam bisa diambil sesuai dengan jumlah sampah organik yang akan dimasukkan.
Dengan mengolah sampah dapur kita mendapatkan berbagai manfaat antara lain : menghemat sumber daya alam, mengurangi uang belanja, menghemat lahan TPA, dan lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman). Sumber : http://cybex.pertanian.go.id/gerbangdaerah/detail/10546

Jumat, 13 Mei 2016

Cara Sederhana Membuat Hormon ZPT Organik Sendiri


Membuat Hormon ZPT Organik - Zat pengatur tumbuh (ZPT) mempunyai fungsi sangat banyak dalam dunia pertanian. Namun ketika kita mau mengaplikasikannya seringkali kita terkendala oleh harga yang mahal serta barang yang langka di kios-kios pertanian. Kalau tidak salah harga masing-masing ZPT tersebut dengan kandungan sekitar 95 % adalah sekitar 5 jutaan/ Kg. Mungkin karena bahan-bahan tersebut masih impor sehingga harganya sangat mahal. Apa solusinya?
  • Kita bisa membeli pupuk organik yang sudah ada kandungan Hormon/ ZPT nya sebagai contoh adalah pupuk organik Solbi agro
  • Kita harus membuat sendiri Hormon/ZPT tersebut.
Membuat Hormon ZPT Organik
Membuat Hormon ZPT Organik
Sebenarnya ZPT sudah terkandung dalam tanaman itu sendiri yang kita sebut dengan hormon tanaman. Jadi ZPT adalah tiruan atau sintetik dari hormon tanaman. Cuma yang jadi masalah adalah kita tidak tahu pada tanaman apa dan bagian tanaman yang mana hormon/ ZPT itu ada serta bagaimana cara kita mengekstrak hormon/ ZPT tersebut.

Saya pernah membaca beberapa literatur yang lupa siapa penulisnya yang mengatakan salah satu cara mengekstrak hormon/ zpt adalah difermentasi menggunakan mikroorganisme. Sehingga kita bisa memperoleh hormon/ ZPT dengan harga murah yang berasal dari tanaman sekitar kita. Caranya adalah:
  •     Kita hancurkan bagian tanaman tersebut boleh ditumbuk ataupun diblender.
  •     Tambahkan tiap Kg bagian tanaman dengan 1 liter air
  •     Tambahkan mikroorganisme pengurai boleh dengan EM4 ataupun MOL.
  •     Biarkan selama kurang lebih 10-15 hari
  •     Saring hasil ekstrak tersebut
  •     Larutan siap digunakan dengan konsentrasi tertentu (harus dilakukan uji coba dulu)
Beberapa bagian tanaman yang bisa digunakan untuk membuat Homon/ ZPT adalah:
  •     Untuk membuat Hormon/ ZPT auksin kita bisa gunakan tauge, bekicot atau keong mas
  •     Untuk membuat Hormon/ ZPT giberelin kita bisa gunakan biji jagung dan rebung
  •     Untuk membuat Hormon/ ZPT sitokinin kita bisa gunakan air kelapa dan bonggol pisang
Sumber : Gerbang Pertanian

Rabu, 18 November 2015

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Batang Pisang

Batang pisang atau yang biasa disebut dengan gedebok pisang, memang begitu banyak dan mudah ditemui di sekitar kita. Apalagi pohon pisang ini memang hanya berbuah sekali dan setelah itu dia akan mati dengan sendirinya. Daripada teronggok menjadi sampah dan menunggu terurai sebagai kompos, maka lebih baik digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk cair organik yuk.




 Cara pembuatannya mudah dan gampang kok, Namun lebih jelasnya saya uraikan kembali di bawah ini:

Bahan-Bahan pembuatan Pupuk Cair Organik dari Batang pisang
1.       1 kg batang pisang, pilih yang bagian dalam yang berwarna putih.
2.       sebanyak 200 gr gula pasir, (bisa diganti dengan gula aren), molases atau tetes tebu
3.       3 liter air tanah
4.       Tong atau ember yang mempunyai tutup
5.       Karung bekas
6.       Bila Perlu tambahkan EM4 ( effectife Microorganism) 5-10 ml/ satu tutup wadah EM4

Cara Membuat:

  1. Cincang batang pisang menjadi potongan kecil-kecil. kemudian Masukkan dalam wadah karung bekas.
  2. Campurkan air dengan gula didalam ember atau tong sampai gula menjadi larut. kemudian Masukkan karung berisi cacahan batang pisang ke dalamnya, sampai bagian karung tenggelam. Tutup rapat tong/ember tersebut. dan kemudian Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung.
  3. Biarkan sekitar 7-10 hari. Jangan lupa untuk membuka tongnya setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari proses tersebut, yaitu dengan cara mengaduknya dan kemudian wadah ditutup kembali dengan rapat.
  4. Dalam kurun waktu 7-10 hari, pupuk cair sudah jadi dan siap digunakan. Tanda-tandanya jika pupuk cair organik kita berhasil adalah adanya bau seperti aroma tape pada wadah tersebut. dan Bila bau busuk yang tercium (seperti bau got), berarti proses pembuatan pupuk cair organik kita gagal, dan cairan tersebut harus dibuang karena proses fermentasi tidak berjalan.
  5. Angkat karung yang berisi cacahan batang pisang tadi. dan Bekas cacahan batang pisang ini bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Sedangkan air yang dalam ember inilah yang menjadi pupuk organik cair organik.


Cara Pemakaiannya Yaitu dengan mencampur larutan tersebut dengan air tanah/sumur. Perbandingannya 1:15, artinya satu bagian dari pupuk cair organik dilarutkan dengan 15 bagian dari air tanah. Gunakanlah pupuk cair organik batang pisang ini dua kali dalam seminggu. dan Siramkanlah di tanah sekitar tanaman anda.

Untuk menghemat waktu, maka saya memakai takaran gula sebayak 1 kg, sehingga komponen bahan lainnya pun ikt dikalikan 5, yakni, 5 kg batang pisang dan 15 liter air tanah.

Selamat mencoba. Happy Berkebun....

URINE SAPI FERMENTASI UNTUK PUPUK dan PESTISIDA ORGANIK

URINE SAPI UNTUK PUPUK dan PESTISIDA ORGANIK
Dalam dunia pertanian, ternyata urine sapi (air kencing sapi) sangat bermanfaat sekali bagi petani khususnya dikarena urine sapi ini mengandung berbagai unsur hara sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik cair....




Kelebihan Pupuk Organik Cair
Mempunyai sejumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan juga air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat.
Mengandung zat perangsang tumbuh akar yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh tanaman
Mempunyai bau yang khas urine ternak yang dapat berfungsi untuk mencegah datangnya berbagai hama tanaman.

URINE SAPI UNTUK PUPUK dan PESTISIDA ORGANIK. 
Sebelum digunakan sebagai pupuk pertanian, maka  urine sapi ini sebaiknya di fermentasi terlebih dahulu.Salah satu cara memfermentasi urine sapi salah tersebut adalah:

BAHAN:
Urine sapi 20 liter
Gula merah 1 kg atau bisa juga tetes tebu 1 liter
Segala jenis empon-empon(Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali) masing-masing ½ kg
Air rendaman kedelai 1 gelas atau Urea 1 sendok makan
Lebih bagus jika dicampur dengan bakteri dekomposer bisa berupa EM4, Simba, Mbio dll
Air 4 liter

CARA PEMBUATAN:
Empon-empon ditumbuk dan direbus sampai mendidih
Setelah dingin campur dengan semua bahan yang lain
Ditutup rapat dalam jerigen dan didiamkan selama 3 minggu
Setiap hari sekali tutup dibuka untuk membuang gas yang dihasilkan

CARA PENGGUNAAN:
Gunakan urine tersebut dengan kadar 10% (1 urine:10 air)
Untuk seed treatmen benih/biji direndam selama semalam
Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit
Untuk pupuk cair yang diaplikasi lewat daun gunakan 1 liter urine per tangki

Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit
Sebagai Pupuk daun organik
Dengan dicampur pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip.

Selasa, 27 Oktober 2015

Membuat Pupuk Effective Microorganisme EM4 dengan Mudah

Inti dan arti pertanian organik adalah budidaya tanaman pangan yang ramah lingkungan, tidak memakai pupuk atau pun racun hama yang berbahan kimia sintetik. Oleh karena itu, kita sebagai petani harus mampu membuat pupuk organik dan teknik pengendalian hama sendiri secara organik dan mandiri.
Berikut ini saya tuliskan cara Membuat Pupuk Effective Microorganisme atau EM.
Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan  kumpulanbakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk ini dapat meningkatkan kualitas tanah dan tanaman yang dihasilkan nantinya.
Mungkin sudah ada yang tahu bahwa membuat EM4 dengan bahan isi usus hewan akan menimbulkan bau busuk yg aduhai, oleh karena itu,  dibawah ini saya tuliskan cara membuat mikroba komposter EM4 dengan bahan-bahan tumbuhan yang tidak memiliki bau yang terlalu busuk.
Bahan-bahan
  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan yang dipotong halus
  • Kulit buah-buahan (papaya, pisang, nanas, rambutan, mangga, dan lain-lain )
  • Bekatul, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya
Cara membuat:
1. Pertama-tama sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan menhadi satu.
Tempatkan di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Kemudian ditutup. Sambil kadang-kadang diaduk,biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga akan menjadi EM1.
EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik “ganas” yang akan mempercepat proses pengomposan.Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
2. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan lagi.
Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk ini disebut dengan EM2.
3. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu akan menjadi EM3.
4. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.
Berikut cara-cara dan langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :
Pembuatan bakteri penghancur (EM).
Bahan-bahan :
  • Susu sapi atau susu kambing murni.
  • Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri yang terkandung didalam usus.
  • Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, dan  kepala ikan)
  • 1 kg Gula pasir atau perasan tebu atau molases
  • 1 kg bekatul
  • 1 buah nanas
  • 10 liter air bersih.
Baca juga:
Alat-alat yang digunakan :
Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :
  • Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati sehingga tidak menggangu proses fermentasi.
  • Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan terlebih dahulu.
  • Selanjutnya tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing di dalam adonan tersebut.
  • Kemudian ditutup rapat. Setelah 12 jam maka akan keluar gelembung2 di dalam wadah. 
  • Gelembung2 ini dibuang dengan cara pengadukan setiap hari.
  • ciri2 em4 yang sudah bisa digunakan adalah cairan akan menjadi kental/lengket.
Diamkan selama total 4 minggu sampe bahan benar-benar sebagian besar menjadi cair
*Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.

Rabu, 21 Oktober 2015

Macam – macam pupuk organik

Dalam kehidupan kita  sehari-hari dapat ditemui berbagai jenis pupuk organik yang dapat menjadikan tanah kita menjadi lebih subur. Diantara jenis pupuk organik ini  antara lain:

1. Pupuk  hijau
Pupuk hijau adalah pupuk yang terdiri atau terbuat dari daun-daunan yang mudah membusuk di dalam tanah.
Daun-daunan dapat langsung dimasukkan ke dalam tanah sebagai pupuk hijau ataupun difermentasi terlebih dahulu. Unsur hara yang terdapat pupuk hijau ini misalnya: N, P, K, dan unsur lainnya. Contoh pupuk hijau yang mudah didapatkan adalah sisa hasil pertanian. Sisa hasil pertanian banyak mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Pengembalian sisa tanaman diperlukan untuk mengembalikan unsur-unsur yang diambil tanaman unutk pertumbuhannya dan kembali lagi ke lahan pertanian. Upaya ini untuk menjaga kesuburan tanah itu sendiri.
2. Pupuk Kompos
Kompos adalah hasil peruraian bahan organik oleh jasad renik (mikrobia). Pemberian kompos bagi tananman tidak hanya memperkaya unsur hara, tapi juga berperanan untuk memperbaiki struktur tanah, tata udara dan air di dalam tanah, mengikat unsur hara dan memberikan makanan bagi jasad renik yang ada didalam tanah sehingga meningkatkan peran mikrobia dalam menjaga tingkat kesuburan tanah.
3. Pupuk kandang
Pupuk kandang merupakan pilihan pupuk organik yang biasa digunakan orang kebanyakan. Kandungan unsur hara di dalam pupuk kandang ini tergantung dari jenis ternak dan makanan ternak yang diberikan tersebut, air yang diminum, dan umur ternak itu sendiri. Hindarkan pemakaian pupuk kandang yang masih baru atau basah hal ini disebabkan pupuk kandang yang masih baru belum masak benar, dan memiliki suhun yang masih tinggi sehingga kurang bagbagus untuk tanaman.
4. Pupuk cair
Banyaknya kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian di lahan saudara dapat dilihat secara sederhana dari  penampakan warna tanaman di lahan tersebut. Misalnya ada tanaman yang kelihatan hijau sementara yang lainnya kelihatan kekuningan. Tanaman yang hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyai cukup unsur hara bagi tanaman. Sedangkan tanaman yang memiliki warna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap oleh tanah dan tanaman maka bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan juga unsur mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya, seperti halnya pupuk nitrogen kimia. Kehidupan binatang di dalam tanah pum terpacu dengan penggunaan pupuk cairiin . Pupuk cair tersebut dapat dibuat dari kotoran hewan yang masih baru. Kotoran hewan yang dapat digunakan misalnya kotoran kambing, domba, kelinci atau ternak lainnya, kemudian di fermentasi menggunakan bakteri em4. Proses fermentasi dilakukan selama 2 minggu. Selama proses fermentasi dilakukan pengadukan 1minggu sekali untuk mengurangi panas yang berlebih. 
5. Pupuk daun
Pupuk daun berfungsi untuk menjadikan tanaman lebih baik dan juga sehat. Pemberian pupuk daun diberikan melalui pencampuran pupuk dengan tanah kemudian di taruh di sekitar tanaman agar diserap melalui akar.
Banyak petani menanam tanaman yang lebih sehat dengan pemakaian pupuk. Pupuk memberi makan pada tanaman dalam bentuk unsur hara untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanaman. Pupuk daun masuk ke dalam tanaman melalui lubang-lubang kecil pada daun yang disebut mulut daun atau (stomata). Lubang-lubang ini membuka dan menutup dan begitu kecil, sehingga kita tidak dapat melihatnya secara langsung.
Tanamani itu bernafas melalui lubang-lubang kecil tersebut. Lubang-lubang kecil ini juga digunakan tanaman untuk mengambil unsur hara yang berada di udara. Mulut daun ini biasanya terbuka sepanjang malam sampai di  pagi hari, dan akan tertutup  pada siang  hari untuk menjaga kelembaban.
Mungkin kita sering menggunakan pupuk daun sebagai penambah unsur hara bagi tanaman agar pertumbuhannya lebih sehat, kuat dan juga tumbuh lebih cepat sehingga mampu untuk melawan hama dan penyakit.
Pupuk daun biasanya terbuat dari bahan yang mengandung hara yang diperlukan oleh tanaman seperti besi, belerang, nitrogen dan kalium. Pemberian hara tambahan ini pada tanaman akan membantunya tumbuh lebih kuat dan juga lebih sehat.
Pupuk daun dapat dibuat dari tanaman-tanaman lokal yang ada di sekitar kita yang memiliki kandungan seperti unsur-unsur besi, belerang, nitrogen dan juga kalium. Tanaman tersebut misalnya sejenis Solanum nigrum/ terung leuca.
6. Bokashi
Bokashi adalah salah satu cara untuk membuat pupuk organik yang mudah untuk dilakukan. beberapa jenis bokashi antara lain :
    • Bokashi Jerami dan Bokashi Pupuk Kandang
    • Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Arang
    • Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Tanah
    • Bokashi Ekspres (Sehari langsung jadi)

7. Pupuk KCl.
Pupuk KCL sebenarnya dapat dibuat sendiri yaitu dari rendaman sabut kelapa, meski kandungan KCl-nya tidak sebesar kandungan pupuk KCL dari pabrik, tapi tetap memiliki manfaat yang baik bagi tanaman karena terbuat dari bahan organik.