Jumat, 17 Juni 2016

Cara Membuat Pupuk Tanaman Perangsang Buah dan Bunga dari Bahan Limbah Buah – Buahan

Cara Membuat Pupuk Perangsang Buah - Setiap mahluk hidup tentu membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhannya, tidak hanya manusia saja, hewan dan tanaman pun membutuhkan nutrisi tambahan. Pada tanaman budidaya, nutrisi tambahan tersebut diperoleh dari kandungan tanah dan pemberian pupuk tanaman.

Fungsi pemupukan yaitu untuk membantu perkembangan serta meningkatkan hasil panen dari tanaman budidaya. Selain itu untuk membantu merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif pertumbuhan tanaman.
Cara Membuat Pupuk Perangsang Buah
Cara Membuat Pupuk Perangsang Buah
Pertumbuhan vegetatif yaitu pertumbuhan tanaman dalam pembentukan bagian – bagian vital tanaman seperti akar, batang, serta daun.

Sedangkan pertumbuhan generatif adalah pertumbuhan tanaman pada bagian perkembangbiakan tanaman itu sendiri, atau dalam hal ini adalah bagian bunga dan buah tanaman.

Nah pada kali ini Kami akan memberikan cara membuat pupuk tanaman untuk merangsang pertumbuhan generatif. Meskipun ketersediaan pupuk tanaman di toko – toko pertanian sangatlah banyak, namun jika Anda dapat membuat sendiri dengan memanfaatkan bahan sisa rumah tangga, tentu akan lebih memudahkan Anda.

Cara Membuat Pupuk Tanaman Perangsang Buah dan Bunga dari  Bahan Limbah Buah – Buahan
Bahan – Bahan :
  • 10 kg limbah buah – buahan ( buah busuk atau buah yang tidak habis dimakan )
  • 1 kg gula merah yang sudah dilarutkan
  • 10 liter air kelapa segar
  • Tong plastik berpenutup
  • Selang plastik
Cara Pembuatan :
  • Semua buah – buahan tersebut di parut hingga halus
  • Masukkan buah yang sudah halus tadi kedalam tong plastik
  • Tambahkan 10 liter air kelapa segar
  • Tambahkan 1 kg gula merah yang sudah dilarutkan
  • Aduk semua bahan hingga merata
  • Tutup rapat, kemudian lakukan langkah pemberian sambungan dengan selang plastik seperti pada langkah pembuatan pupuk tanaman dari buah maja diatas
  • Diamkan selama kurang lebih 15 hari
Memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk perangsang pertumbuhan
Cara Menggunakan Pupuk Tanaman Perangsang Buah dan Bunga :
1.    Untuk tanaman padi
  • Campurkan larutan pupuk tanaman perangsang buah dan bunga dengan 14 liter air sumur
  • Semprotkan pada tanaman padi pada saat usia 10 , 20 , 30 , 40 hari sejak masa tanam
  • Lakukan penyemprotan sehari dua kali yaitu pada pagi dan sore hari
2.    Untuk Mengomposkan Bahan Organik
  • Campurkan larutan pupuk tanaman perangsang buah dan bunga 1 liter dengan 15 liter air sumur
  • Tambahkan 100 cc larutan gula merah
  • Aduk hingga merata
  • Siramkan kedalam bahan organik yang akan dikomposkan
Selain digunakan  untuk mengomposkan bahan organik dan untuk merangsang pertumbuhan buah pada tanaman padi, pupuk tanaman diatas juga dapat dimanfaatkan untuk semua jenis tanaman, baik itu jenis sayuran, buah – buahan, maupun tanaman perkebunan seperti karet, kopi, dan sebagainya.

Membuat pupuk tanaman sendiri dengan bahan – bahan organik, disamping dapat menghindarkan tanaman dari terkontaminasi bahan kimia yang dalam jangka panjang dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia, juga dapat menghemat biaya pembelian pupuk secara signifikan.

 Penghematan biaya untuk membeli pupuk tanaman dengan membuatnya sendiri bahkan dapat mencapai angka 80%. Hal tersebut tentu saja sangat menguntungkan bagi para petani, terutama petani – petani kecil yang kerap mengeluhkan harga pupuk tanaman yang semakin mencekik leher.

Mengendalikan Hama dan Penyakit Akut pada Semua Jenis Tanaman

Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman - Sudah lama tak terasa maspary nggak update artikel di blog Gerbang Pertanian ini. Mungkin karena kesibukan didunia nyata yang membuat terkadang malas posting artikel. Jangankan posting artikel, mbuka laptop aja terkadang nggak sempat. Mumpung lagi sempat dan ada ide artikel baru, kali ini maspary akan menulis cara mengendalikan berbagai hama dan penyakit yang sudah akut atau parah dan sulit dikendalikan pada tanaman kita.
Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman
Foto Belalang Yang Menyerang Cabe Maspary
Tak selamanya kita sempurna dalam mengelola tanaman kita, "tiada gading yang tak retak" atau dengan pepatah lain "sepandai-pandai tupai melompat suatu saat kadang juga terpeleset". Jika suatu saat kita mengalami keadaan dimana kondisi tanaman kita terserang hama atau penyakit dan kita merasa sudah tak mampu lagi mengendalikannya. Keadaan ini mungkin terjadi karena kita kurang teliti dalam memantau pertumbuhan tanaman kita sejak awal atau mungkin juga pestisida yang kita gunakan sejak awal kurang tepat sehingga pertumbuhan hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita menjadi pesat menjadi tak terkendali lagi.

Cara mengendalikan hama atau penyakit tanaman yang sudah terlanjur merajalela ini sering maspary berikan kepada petani lain dan alhamdulillah banyak yang berhasil. Cuma memang dibutuhkan biaya, waktu dan tenaga lebih ekstra.

Beberapa contoh serangan hama dan penyakit yang bisa ditanggulangi dengan cara tersebut antara lain, serangan hama wereng yang parang yang hampir membuat tanaman terbakar, serangan blast yang sudah parah, serangan busuk leher maupun busuk pelepah pada padi, serangan patek atau antraknosa pada cabe, serangan kresek pada padi dan melon dan lain sebagainya. Tetapi untuk serangan hama dan penyakit yang terjadi pada perakaran tanaman kayaknya belum bisa digunakan cara tersebut. Untuk beluk juga sulit, karena ulat pada padi sudah terlanjur mematahkan malai. Tetapi kalau untuk serangan sundep pada masa vegetatip padi masih bisa digunakan.

Adapun cara mengendalikan hama atau penyakit yang sudah terlanjur parah adalah sebagai berikut :
  1. Identifikasi hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita. Kita harus tahu benar hama atau penyakit apa yang telah menyerang tanaman kita. Jangan sampai kita menggunakan pestisida tanpa kita ketahui penyebabnya dengan pasti. Kita cari dulu penyebabnya, hama atau penyakitkah ? Jika hama bentuknya seperti apa, hidupnya di daun, batang atau akar ? Jika penyakit gejalanya seperti apa ? penyebabnya oleh jamur atau bakteri atau virus ?
  2. Setelah kita tahu hama atau penyakit yang menyerang tanaman kita maka selanjutnya kita tentukan pestisida apa yang paling tepat untuk mengendalikannya. Penentuan jenis pestisida ini juga tidak mudah karena berkaitan dengan pengalaman dan referensi yang pernah kita baca. Jika anda masih kesulitan menentukan jenis pestisida yang akan kita gunakan bisa ditanyakan dikios pertanian langganan anda. Cuma yang terkadang kios sendiri juga nggak tahu dan nggak bisa menentukan pestisidanya. Bisa juga anda tanyakan kepada petani lain saja yang lebih berpengalaman.  (sekilas info, setiap pembelian bukunya maspari "BUKU PANDUAN BERTANI ANTI GAGAL" akan diberikan bonus ribuan jenis pestisida dan peruntukannya serta cara kerjanya. Insya alloh dengan bonus tersebut anda tidak lagi kesulitan menentukan jenis pestisida yang akan kita gunakan)
  3. Sebelum kita melakukan penyemprotan, sebaiknya kita melakukan pengendalian secara mekanik dahulu. Daun, buah, batang dan ranting yang terserang hama atau penyakit sebaiknya kita pangkas terlebih dahulu. Bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit tersebut kita ambil lalu kita bakar saja, agar hama dan penyakit yang ada pada bagian tanaman tersebut bisa terbakar.
  4. Lakukan penyemprotan dengan dosis tinggi. Maksudnya dengan volume penyemprotan yang banyak, atau bahasa jawanya nyemprot yang tapis. Nyemprot yang rata yang mengenai semua bagian tanaman baik batang maupun daun, baik permukaan atas ataupun bawah. Semprot saat sore hari menjelang malam dengan kondisi cuaca yang cerah. Jangan menyemprot saat mendung, gerimis apalagi hujan. Nggak usah memaksakan sehari harus selesai walaupun itu lebih bagus, kalau nggak selesai boleh diselesaiakan atau diteruskan besok. Kalau diperlukan konsentrasi yang digunakan juga harus tinggi, maksudnya jika konsentrasi anjuran 1-2 ml/ liter maka kita gunakan yang 2 ml/ liter saja.
  5. Ulangi penyemprotan setelah 1 - 2 hari. Penyemprotan dengan interval 1-2 hari ini diulang sampai tiga kali penyemprotan. Jadi maksudnya penyemprotan dilakukan 3 kali berturut-turut dengan selang 1-2 hari.
Dengan teori penggabungan pengendalian secara mekanik dan kimia, dengan penyemprotan dengan konsentrasi dan  volume tinggi biasanya serangan hama maupun pennyakit akan terhenti. Mudah-mudahan informasi tentang cara mengendalikan hama atau penyakit yang sudang terlanjur parah ini, yang maspary tulis di blok Gerbang Pertanian ini bisa bermanfaat buat rekan-rekan petani Indonesia.

Sukses Petani Indonesia !!

Kamis, 16 Juni 2016

Optimalisasi Pekarangan Rumah Sebagai Sumber Bahan Pangan Keluarga



Optimalisasi Pekarangan Rumah - Siapa yang tidak pernah mendengar istilah pekarangan?? Pekarangan merupakan sudut kecil di sekitar rumah yang begitu akrab dengan kita. Akhir-akhir ini pekarangan menjadi populer. Pekarangan mulai diangkat ke permukaan, karena dirasa akan mendatangkan nilai ekonomis bila mampu dioptimalkan dalam pemanfaatannya.
Optimalisasi Pekarangan Rumah
Optimalisasi Pekarangan Rumah

Gamabaran Umum Pekarangan
Bagaimanakah potret dari pekarangan rumah pada umumnya?? kondisi inilah yang sering kita jumpai
 
Optimalisasi Pekarangan Rumah
Optimalisasi Pekarangan Rumah
Kalaupun dimanfaatkan biasanya hanya untuk menanam tanaman hias yang secara ekonomi kurang mempunyai nilai. Bagaimana cara mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan?? jadikanlah pekarangan sebagai sumber bahan pangan keluarga yang menyediakan bahan pangan yang bergizi, sehat, dan aman.

Pekarangan Sebagai Sumber Bahan Pangan Keluarga
Gunakan untuk menanam tanaman pangan : Tanaman pangan yang dapat ditanam pada umumnya umbi – umbian lokal, seperti ketela pohon, talas, ganyong, suweg dan lain-lain.

Manfaatkan untuk menanam aneka sayur dan buah : Sayur dan buah sebagai sumber serat dan vitamin. Sayur dan buah yang dapat diusahakan di pekarangan antara lain caesim, terong, tomat, bayam, kangkung, cabe, pisang, papaya, jambu biji merah, sirsak.

Manfaatkan untuk budidaya ikan : Budidaya ikan di pekarangan bisa menggunakan kolam terpal, misal untuk budidaya lele.

Manfaatkan untuk budidaya unggas : Manfaatkan untuk beternak unggas, sehingga dapat dimanfaatkan hasilnya, baik daging maupun telur.

Pada prinsipnya, kebutuhan konsumsi apa yang diperlukan oleh keluarga, maka sediakanlah kebutuhan itu di pekarangan milik kita.

Aalisis Ekonomi
Sebagai ilustrasi saja lokasi di desa dikota akan lain lagi dan jelas lebih besar dari ini, jika sebuah keluarga dalam 1 hari mengkonsumsi sayur daun singkong dan tumis caesim, dengan lauk telur ayam goreng dan lele goreng, serta mengkonsumsi buah jambu biji merah dengan perincian kebutuhan bahan sebagai berikut:
  • Daun singkong 2 ikat  1.000
  • Kelapa 1/4 butir         1.000
  • Caesim 1/2 kg            1.500
  • Cabe                         1.000
  • Telur ayam 2 butir       2.800
  • Ikan lele 2 ekor          3.000
  • Jambu biji 4 buah        2.000
  • TOTAL                        12.300     
Jika semua kebutuhan konsumsi keluarga tersebut dapat dicukupi dari pekarangan rumah, maka keluarga tersebut setiap harinya mampu menghemat pengeluaran konsumsi sebesar Rp. 12.300,- dan penghematan yang mampu dilakukan dalam 1 bulan sebesar Rp. 369.000,-

NIlai Tambah Optimasi Pemanfaatan Pekarangan
Menambah keindahan rumah : Selama ini hiasan untuk halaman/ pekarangan rumah diidentikan dengan tanaman hias. Tetapi, sebenarnya dengan menanami pekarangan kita dengan aneka tanaman pangan, sayuran dan buah – buahan juga dapat memperindah pekarangan rumah kita.
Optimalisasi Pekarangan Rumah
Optimalisasi Pekarangan Rumah

Sebagai sumber bahan pangan keluarga yang menyediakan pangan sehat dan aman : Membudidayakan aneka tanaman di pekarangan yang dapat digunakan sebagai sumber bahan pagan keluarga sebaiknya menggunakan sistem organik. Dengan sistem budidaya semacam ini, maka keluarga akan mendapatkan bahan pangan yang sehat dan aman.

Menghemat pengeluaran konsumsi keluarga : Jika pekarangan dijadikan sumber bahan pangan keluarga, maka setiap rumah tangga akan menghemat pengeluaran konsumsi rumah tangga. Beberapa bahan pangan yang seharusnya dibeli, dapat dicukupi sendiri dari hasil pekarangan miliknya.

Menambah penghasilan keluarga : Hasil dari budidaya aneka tanaman pangan, hortikultura, ternak, dan perikanan pada prinsipnya yang utama digunakan untuk mencukupi konsumsi rumah tangga. Jika terjadi surplus hasil, maka hasil dari pekarangan dapat dijual sehingga mampu menambah penghasilan keluarga.

Sebagai kebun bibit : Pekarangan juga dapat dimanfaatkan sebagai kebun bibit. Kebun bibit sebagai awal dari kemandirian rumah tangga.

JIKA PEKARANGAN MENDATANGKAN NILAI EKONOMI YANG BESAR, KENAPA KITA HARUS TAKUT MENCOBA?? MULAILAH DARI SEKARANG.....MANFAATKANLAH PEKARANGAN MILIK KITA.

Sumber : http://bppk-mungkid.blogspot.co.id/2013/08/sudut-kecil-di-sekitar-rumah-yang.html

Rabu, 15 Juni 2016

5 hal yang membuat pertanian di Jepang begitu maju apa sajakah itu ?


Pertanian di Jepang - Apa yang ditanam sudah diatur sesuai dengan permintaan pasar. Tak ada petani yang ngeyel ingin bertani sesuka mereka. Selain terkenal dengan industi otomotifnya, Jepang juga sangat dikenal dengan industri pangan dan pertaniannya. Pertanian di Jepang sudah tersohor mempunyai sistem kerja yang baik. Pantas saja jika pertanian di Jepang begitu berkembang. Pemerintah Jepang menerapkan empat pilar pembangunan pertanian Jepang yang salah satunya adalah Farm Size Expansion. Kebijakan ini bertujuan agar kepemilikan lahan pertanian semakin bertambah dari empat hektare menjadi 15-20 hektare untuk setiap keluarga petani.
Pertanian di Jepang
Pertanian di Jepang
Kemajuan pertanian Jepang juga bisa dilihat dengan berkembangnya sistem pertanian urban. Bahkan pertanian urban di Jepang kini menjadi andalan untuk memasok produk-produk pertanian yang segar, sehat, dan cepat.

Meskipun dikenal sebagai negara agraris, nyatanya pertanian di Indonesia belum bisa bersaing dengan Jepang. Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi modal utamanya untuk bisa bersaing. Lalu, apa yang perlu ditiru Indonesia dari Jepang untuk membentuk pertanian yang ungul?

Kamis (1/10), brilio.net mewawancarai Rahmat Efendi dan Andre Dwi Setiawan, mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang beberapa waktu lalu dikirim oleh pihak kampus untuk praktik magang di Kota Komoroshi dan Kawakami, Jepang. Keduanya bercerita tentang hal-hal yang menjadikan pertanian Jepang begitu maju. Apa saja?

1. Perhatian pemerintah yang tinggi terhadap pertanian. Di Jepang, pertanian benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Tata niaga pertanian Jepang telah diatur sedemikian rupa, salah satunya adalah masalah tumbuhan yang ditanam petani. Menurut Rahmat, apa yang ditanam sudah diatur sesuai dengan permintaan pasar. Tak ada petani yang ngeyel ingin bertani sesuka mereka. "Jadi nggak ada ceritanya petani sana kebingungan menjual produk pertanian seperti di Indonesia," terangnya.

2. Harga produk pertanian yang terkontrol. Tak hanya masalah apa yang ditanam, pemerintah juga turut campur tangan terhadap harga produk pertanian. Pengaturan itu dilakukan oleh bagian pemerintah semacam Dinas Pertanian di Indonesia. Kebanyakan hasil pertanian dibeli oleh pemerintah sehingga pemerintah bisa mengendalikan harga yang layak.

Meski begitu, ada juga pihak swasta yang membeli hasil pertanian di sana. "Tapi pihak swasta tidak akan membeli hasil pertanian di bawah harga pemerintah, pasti di atasnya," ungkap Andre. Dengan begitu, tak ada istilah petani dirugikan karena dipermainkan tengkulak.

3. Lahan pertanian yang dimiliki tiap petani luas. 
Jangan bayangkan lahan pertanian di Jepang seperti di Indonesia yang tiap petani hanya memiliki sepetak atau dua petak sawah. Di Jepang, seorang petani biasa memegang 7-10 hektare sawah.

Sawah yang dimiliki satu keluarga di Jepang diwariskan dengan cara tidak dibagi-bagi seperti yang terjadi di Indonesia. Setiap keluarga, hanya ada satu anak yang akan mewarisi lahan pertanian. Anak yang benar-benar ingin menjadi petani yang akan dipilih untuk mewarisi lahan pertanian. Sedangkan anak lainnya akan menerima warisan dalam bentuk lain.

Dengan memiliki lahan pertanian yang luas, pengaturan pertanian akan lebih mudah dilakukan. Penggunaan mesin-mesin dalam pertanian juga lebih mudah karena luasnya lahan. 

4. Teknologi pertanian yang canggih. Kuatnya industri otomotif di Jepang juga berdampak pada pertanian. Sistem pertanian di Jepang telah menggunakan teknologi yang canggih. Untuk menanam, menyirami, hingga memanen, petani Jepang telah dibantu dengan mesin. Jika di Indonesia membajak sawah masih menggunakan bajak tunggal, di Jepang membajak telah menggunakan bajak enam sehingga 1-2 jam telah selesai.

5. Etos kerja yang tinggi. Bertani di Jepang juga menerapkan jam kerja seperti bekerja di kantoran. Setiap petani di Jepang akan memunyai sejumlah karyawan yang membantu mengelola lahan pertanian seluas 7-10 ha. Jam kerjanya pun ditentukan. Kerja secara normal dilakukan selama delapan jam mulai dari pukul 02.00 dini hari. Istirahat yang dilakukan karyawan tidak dihitung jam. "Istirahat sarapan itu tidak dihitung dalam delapan jam kerja," terang Rahmat.

Maka delapan jam kerja biasanya bisa terpenuhi hingga pukul 12.00 siang. Setelah itu mereka tidak langsung pulang. Jika lembur, maka setelah pukul 12.00 itu, mereka istirahat dua jam kemudian dilanjutkan dengan lembur hingga pukul 17.00 waktu setempat. "Kami hanya tidur sekitar empat jam per hari," tambah Andre.

Itulah lima hal yang membuat pertanian di Jepang maju. Selain lima hal itu, tentunya masih banyak hal yang mempengaruhi berkembangnya pertanian di Jepang. Nah, kira-kira kapan ya Indonesia bisa
memiliki sistem pertanian seperti Jepang? Sumber : brilio.net

Selasa, 14 Juni 2016

Membuat Booster Organik Untuk Padi Dari Bahan Sederhana

Tanaman  Padi - Nama score dikalangan petani tentu sudah akrab, bahkan ada yang menyebutnya sebagai booster untuk tanaman padi. Fungisida buatan PT Syngenta yang mengandung bahan aktif difenokonazol ini memang sangat populer dan laris.

Jika score diaplikasikan ke tanaman padi memberikan kesan yang bening, kuning atau bersih sehingga disebut sebagai booster padi. Bahkan ada beberapa petani yang keliru dalam menggunakan pestisida popular tersebut, mereka anggap kalau score itu adalah pupuk yang mampu menggantikan fungsi pupuk organik.
Tanaman  Padi
Booster Organik Tanaman  Padi
Padahal sesuai fungsi aslinya, score adalah fungisida untuk mencegah serangan jamur pada tanaman padi, itupun tidak semua jamur bisa diatasi dengan produk tersebut. Namun kelebihan score adalah mempunyai efek booster.

Booster organik kurang mampu mengendalikan penyakit pada tanaman padi, tetapi lebih ke fungsi mensuplai kebutuhan unsur hara. Namun dengan tercukupinya kebutuhan unsur hara pada tanaman akan membuat tanaman sehat dan tahan terhadap serangan penyakit. Selain itu, jika suplai unsur hara cukup maka pengisian bulir padi juga akan maksimal sehingga bulir-bulir padi akan terlihat montok.

Membuat booster organik cukup dengan menggunkan bahan-bahan yang ada di lingkungan kita seperti 1/4 kg telor ayam atau bebek, 1/2 kaleng susu kental manis dan 100 ml madu murni. Cara membuat boster padi organik adalah campurkan semua bahan (cangkang telurnya jangan dimasukkan), blender sampai merata, kemudian masukkan dalam botol dan tertutup rapat. Sementara cara menggunakan booster padi organic adalah semprotkan pada tanaman padi ketika umur 30, 45 dan konsentrasi penggunaan adalah 6 -7 sendok makan per tangki.

Sisa booster padi organik yang tidak habis jangan dibuang, tapi simpan dalam botol. Yang penting botol harus tertutup rapat dan jika terjadi fermentasi (ciri-cirinya adalah botol mengembang) maka tiap pagi harus dibuka sebentar kemudian dikocok-kocok agar tekanan dalam botol keluar, namun jika sudah tidak terjadi fermentasi botol tidak perlu dibuka setiap hari.

7 Cara Membuat Buah Naga Cepat Berbuah dan Lebat


Cara Membuat Buah Naga Berbuah lebat
Selengkapnya apabila buah naga ingin berbuah cepat dan lebat sepanjang tahun perlu dipenuhi unsur-unsur berikut ini:
Cara Membuat Buah Naga Berbuah lebat
Cara Membuat Buah Naga Berbuah lebat
  • Lama penyinaran untuk fotosintesis selama 14 jam.
  • Pemupukan organik berupa kompos yang bermutu  setahun 2 kali (awal dan akhir musim penghujan), sebanyak 20 kg setiap kali aplikasi.
  •  Pemupukan NPK setiap bulan dengan dosis 25 gr/aplikasi/pohon. Jika 4 pohon berarti 100 gr NPK. Sebaik nya diaduk dgn Trichokompos hal ini akan mempercepat dan mengoptimalkan penyerapan unsur hara oleh tanaan tsb.
  • Penyiraman dengan cara selalu menjaga kelembaban di sekitar pangkal batang (jangan sampai tergenang).
  • Bunga mekar pada malam hari, apabila mengandalkan penyerbukan alami tingkat keberhasilan menjadi buah sekitar 30-50%, karena serangga penyerbuk banyak yang sedang tidur pulas. Untuk meningkatkan keberhasilan berbuah hingga 85%, bisa dibantu secara manual dengan menggunakan cotton bud untuk menyerbuk benang sari pada putik.
  • Pemangkasan. Ini sangat penting untuk selalu menjaga fase generatif. Rumus pemangkasannya adalah: 
  • Dari pangkal batang hingga kepala tiang buah naga, hanya disisakan batang primer/utama, apabila tumbuh percabangan sekunder semuanya harus dipangkas.
  • Saat batang utama mencapai kepala tiang, perlu dipangkas agar tumbuh 4-8 percabangan/sulur sekunder yang menyebar merata seperti air mancur dari kepala tiang buah naga.
  • Apabila sulur air mancur hampir menyentuh tanah, maka perlu dipangkas dengan jarak 50 cm dari permukaan tanah.
  • Batang yang yang sudah 3-4 kali berbuah harus dipangkas, agar terganti oleh batang baru yang siap berbuah.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan hanya seperlunya saja, apabila ada serangan.
Demikian, semoga bermanfaat

Senin, 13 Juni 2016

Cara Menanam Jagung dengan Metode tanpa Olah Tanah


Tanam Jagung Tanpa Olah Tanah - Ada berbagai macam cara menanam jagung salah satunya dengan menerapkan metode tanpa olah tanah (TOT). Pengertian tanpa olah tanah di sini adalah cara penanaman tanpa perlakuan persiapan lahan seperti pembalikan dan penggemburan tanah terlebih dahulu, hanya diperlukan lubang untuk membenamkan benih kedalam tanah.
Tanam Jagung Tanpa Olah Tanah
Di negara maju penanaman tanpa olah tanah biasanya menggunakan alat planter. Sedangkan di Indonesia biasanya cukup menggunakan tugal. Tugal diperlukan untuk melubangi permukaan tanah tempat benih ditanam.

Perlu diketahui cara menanam jagung tanpa olah tanah ini tidak bisa diterapkan di semua jenis lahan. Hanya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang cocok untuk metode ini. Tanah yang keras tidak bisa menerapkan metode tanpa olah tanah.

Biasanya metode tanpa olah tanah cocok diterapkan di lahan sawah, bekas tanaman padi yang telah selesai di panen. Bisa diterapkan di sawah tadah hujan maupun sawah beririgasi teknis yang ingin menerapkan rotasi tanaman. Jerami bekas tanaman padi sangat berguna sebagai mulsa untuk tanaman jagung.

Kelebihan dan kekurangan metode TOT (Tanpa Olah Tanah)
Cara menanam jagung dengan metode tanpa olah tanah memiliki kelebihan dan kekurang. Berikut ini kelebihan penerapan metode tanpa olah tanah:
  • Menyingkat waktu budidaya karena petani tidak perlu melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu.
  • Menghemat ongkos tenaga kerja.
  • Menghindari kerusakan tanah, karena tanah yang terlalu sering dibalik dan digemburkan akan mengalami pengerasan dalam jangka panjang. Selain itu tanah yang dibajak atau digemburkan akan terbuka, sehingga ada potensi hilangnya mineral tanah.
  • Mengurangi erosi lapisan hara tanah bagian atas karena proses pengolahan.
Sementara itu kekurangan metode tanpa olah tanah antara lain:
  • Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Karena tanah tidak dibuka ada kemungkinan sisa-sisa hama yang masih berkembang biak di atas lahan, dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman berikutnya.
Persiapan lahan
a. Penyiapan mulsa jerami
Langkah persiapan yang diperlukan adalah pembersihan lahan. Bersihkan jerami sisa panen padi dari lahan dengan cara merajang atau mencacahnya. Kemudian taburkan secara merata di atas permukaan lahan. Jerami ini berguna sebagai mulsa penutup tanah.

b. Penyiapan drainase
Siapkan drainase di lahan yang akan digunakan. Drainase dibuat berbentuk garis lurus dengan jarak antar ruas sekitar 2 meter. Tujuan pembuatan drainase ini untuk membuang kelebihan air, karena tidak ada pengolahan tanah, seperti peninggian bedeng tanam. Jangan sampai lahan terendam air.

c. Pembersihan gulma
Gulma menjadi faktor yang cukup mengganggu dalam metode tanpa olah lahan. Bila laha yang kita gunakan ditumbuhi gulma sebaiknya terapkan pembersihan gulma dengan herbisida. Apabila gulmanya cukup banyak, gunakan herbisida sistemik yang bisa membasmi gulma hingga ke akarnya. Silahkan gunakan merek herbisida yang sesuai dengan kebutuhan Anda (kami tidak menyebutkan merek) dan gunakan sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Setelah 3 hari kontrol kembali lahan, apakah masih terdapat gulma atau tidak. Bila masih terdapat gulma lakukan lagi penyemprotan. Seminggu setelah penyemprotan herbisida, lahan siap untuk ditanami.

d. Pemupukan dan pengapuran
Bila bekas lahan yang digunakan kurang subur, bisa ditambahkan penambahan pupuk organik. Boleh pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk ditaburkan dalam bentul larik, sesuai dengan baris lubang tanam. Dosis pupuk organik untuk tanaman jagung sekitar 1,5-2 ton per hektar. Bila perlu bisa lakukan pengapuran, cara menebarkan kapur sama dengan pupuk dalam bentuk larikan. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektar.

Tahapan penanaman
a. Penyiapan benih
Gunakan benih unggul yang memiliki tingkat keberhasilan tumbuh lebih dari 95%. Penyiapan benih sebaiknya mengikuti anjuran produsen benih tersebut. Bagi benih jagung yang bukan dari pabrikan, benih bisa disiapkan terlebih dahulu dengan cara merendam terlebih dahulu dengan insektisida. Gunannya agar benih terlindung dari serangan penyakit saat. Bagi benih yang diproduksi pabrik biasanya sudah dicampur dengan insektisida, penampakan benih biasanya berwarna merah, sehingga tidak perlu perendaman dengan insektisida.

b. Pengaturan jarak tanam
Jarak tanam untuk tanaman jagung dalam satu baris sekitar 20 cm, sedangkan jarak antar baris 70-75 cm. Bila bedengan yang dibuat selebar 2 meter, akan terdapat setidaknya 3 baris tanaman jagung dalam satu bedeng.

c. Penanaman
Penanaman benih bisa dilakukan maksimal seminggu setelah pemberian pupuk organik dan pengapuran. Lubang tanam dibuat dengan tugal atau mesin planter. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm. Masukkan 2 benih jagung dalam satu lubang tanam. Kemudian tutup dengan dengan tanah, jangat dipadatkan.

Siapkan juga tempat penyemaian benih secara terpisah, gunanya untuk menyulam tanaman jagung yang gagal tumbuh. Agar tanaman hasil sulaman memiliki umur yang sama dengan tanaman yang telah ditanam di lahan.

Periksa pertumbuhan benih setelah satu minggu. Kemudian sulam benih yang gagal tumbuh dengan bibit yang telah disemaikan di tempat terpisah. Usahakan penyulaman dilakukan dengan tanaman yang seumur.

d. Pemberian pupuk tambahan
Pemupukan tambahan dilakukan sebanyak 2- 3 kali dalam satu masa tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan jenis benih yang digunakan. Jagung hibrida biasanya membutuhkan pemupukan yang lebih banyak dibanding jagung biasa.

Jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman jagung harus memenuhi unsur N, P dan K. Unsur N bisa didapatkan dari urea, unsur P dari SP-36 dan unsur K dari KCl. Takaran pupuk untuk budidaya jagung berdasarkan anjuran Balitbangtan per hektarnya adalah 350 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl.

Bila kesulitan mendapatkan KCL, unusr K bisa didapatkan dari pupuk NPK. Dengan takaran sebagai berikut , 400 kg NPK 15:15:15 + 270 kg urea + 80 kg SP-36 untuk setiap hektarnya. Untuk frekuensi pemukan dua kali, berikan pada 10 dan 35 hari setelah tanam (hst). Untuk frekuensi pemupukan 3 kali berikan pada umur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst.
Pengairan

Pengairan yang paling mudah digunakan untuk penanaman jagung di lahan sawah adalah dengan sistem penggenangan. Bagian yang digenangi air hanya bagian parit drainase saja bukan seluruh lahan. Caranya alirkan air ke saluran drainase yang telah dibuat. Biarkan air meresap pada tanah bedengan. Setelah tanah tampak basah, keluarkan kembali air dari saluran drainase.

Ada 5 fase pertumbuhan tanaman jagung yang memerlukan pengairan, yakni fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan, fase pengisian biji dan fase pematangan.

Panen dan pasca panen
Tanam Jagung Tanpa Olah Tanah
Salah satu cara pengeringan jagung di Tuban, Jawa Timur.
Tanaman jagung bisa dipanen sekitar 100 HST, tergantung dari jenis benih yang digunakan. Secara fisik jagung yang siap panen terlihat dari daun klobotnya yang mengering, berwarna kekuningan. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah masa fisiologinya akan berakibat pada komposisi kimia jagung yang menentukan kualitasnya.

Setelah panen jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara pengeringan yang paling umum adalah dengan menjemurnya di ladang bersama-sama dengan klobotnya. Atau bisa juga dikupas kelobotnya kemudian jagung dijemur di lantai atau di atas terpal.

Kerusakan masih bisa terjadi saat proses pengeringan terutama bila panen dilakukan di musim hujan. Jagung yang masih basah sangat rentan dengan serangan jamur atau cendawan. Jamur bisa merusak hasil panen hingga lebih dari 50%.

Referensi
  • Anonim. 2008. Teknologi budidaya jagung. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  • Amir, MP dan Farida Arief. 2012. Teknologi Budidaya Jagung (Zea maize) Tanpa Olah Tanah (TOT). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan.