Jumat, 06 Mei 2016

Cara Mudah dan Simpel Menanam Pisang Dalam Pot

Cara Menanam Pisang Dalam Pot - kata banyak orang pinter hidup dikeliling pohon-pohan hijau itu menyehatkan dan katanya lagi merawat tanaman itu bisa menghilangkan stress… Bagi orang yang hidup di perkotaan denga lahan yang terbatas memang rada susah untuk menanam pohon. Beda dengan di desa banyak tanah yang kosong bisa untuk bercocok tanam.
Cara Menanam Pisang Dalam Pot
Cara Menanam Pisang Dalam Pot
Sudah lama saya pengin menanam pisang, tetapi halaman rumah saya gak cukup luas untuk menanam pisang. Saya punya pohon belimbing di pot dan berbuah, pohon sawo juga di pot dan berbuah juga. Bagaimana kalau menanam pisang di pot..? Coba saja laah, siapa tahu bisa berbuah. Beberapa bulan lalu saya berkunjung ke rumah kakak di Jombang, Jatim, di sana banyak pohon pisang. Saya minta bibit anakan pisang yg masih kecil supaya bisa saya bungkus koran dan dimasukkan ke ransel. Sampai di rumah saya gak bisa langsung tanam, wong belum sempat cari pot dan media tanam. Jadi itu anakan pisang sempat mangkrak seminggu. Saya membeli pot yang besar dan beberapa bungkus tanah campur pukuk kandang untuk media tanam.

Isi pot separuh dengan media tanam, kemudian letakkan anakan pohon pisang pas di tengah. Setelah itu isi pot dengan tanah sampai hampir penuh. Kemudian siram dengan air. Sudah hanya begitu saja, gampang kan..

Pohon pisang gampang bertumbuh dan dengan media tanam yg bagus, pisang akan tumbuh subur. Pohon pisang membutuhkan banyak air, karena itu kita harus rajin menyiram pagi dan sore. Daun-daun tidak perlu dibiarkan banyak, buang saja yg bawah sisakan 6 – 7 pelepah, dengan begitu tanaman akan tetap terlihat rapi dan sehat. Pada saat tiba masa berbuah, pohon pisang yang sehat akan menghasilkan buah yang bagus.

Buah nya lumayan banyak, sekalipun ditanam hanya di pot.

O ya.., supaya pot tidak mudah roboh, buat penyangga dari kayu atau bambu atau paralon yang penting cukup kuat untuk menopang agar pot tetap berdiri tegak. Setelah berbuah, kurangi daunnya, tujuannya agar buah bisa tumbuh besar-besar dan juga mengurangi beban atas agar pohon tidak gampang roboh kalau ada angin kencang.

Selamat mencoba..!!

Kamis, 05 Mei 2016

Cara Unik Membuat Keripik dari Bonggol Pisang yang Renyah

Keripik dari Bonggol Pisang - Uraian cara membuat keripik bonggol pisang di bawah ini memerlukan beberapa tahapan yang lumayan panjang. Mengingat, bonggol pisang memiliki kulit tebal dan getah yang terasa pahit. Dengan perlakuan yang baik dan benar, keripik bonggol pisang tak kalah gurih dan enaknya dengan keripik-keripik lainnya.
Keripik dari Bonggol Pisang
Keripik dari Bonggol Pisang
Bonggol pisang biasanya dibuang atau dijadikan sebagai pakan ternak. Di dalam bonggol pisang terdapat kandungan nutrisi yang cukup lengkap bagi tumbuh kembang kita. Kandungan, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1 yang ada di dalamnya dibutuhkan oleh tubuh dan menyehatkan.

Cara membuat keripik bonggol pisang:
  1. Ambil bonggol pisang. Yang disebut bonggol pisang ini sebenarnya batang pohon pisang. Sedangkan yang biasa disebut batang pisang atau ‘gedebog’ adalah pelepah daun pisang. Alangkah baiknya kalau Anda memilih pisang dari jenis pisang kepok atau pisang raja.
  2. Bersihkan bonggol pisang dari kulit luarnya. Bagian kulit luar ini memang tebal sehingga mengupasnya juga harus tebal-tebal.  Ambil bagian yang berwarna putih.
  3. Potong-potong bonggol pisang sehingga membentuk balok.
  4. Iris tipis-tipis balok bonggol pisang tersebut.
  5. Lakukan perendaman irisan bonggol pisang tersebut dengan air biasa selama semalam. Tujuan perendaman ini supaya dihasilkan keripik yang renyah dan tidak terasa pahit. Getah yang terkandung di dalamnya akan terlarut pada air.
  6. Setelah perendaman selesai, siapkan adonan bumbu dari bahan-bahan tepung beras, telur, bawang putih dan garam. Dalam soal bumbu, bisa disesuaikan dengan selera Anda.
  7. Campur rata irisan bonggol pisang dengan adonan tepung dan bumbu. Aduk-aduk sampai rata.
  8. Lalu digoreng hingga terlihat coklat keputihan. Ini penggorengan pertama.
  9. Lakukan penggorengan sebanyak dua kali untuk menghasilkan keripik bonggol pisang yang renyah dan gurih.
  10. Tiriskan hasil penggorengan supaya minyak pada keripik berkurang.
  11. Keripik bonggol pisang siap dikonsumsi atau dikemas untuk dijual.
Cara membuat keripik bonggol pisang tersebut sudah dipraktekkan oleh para ibu rumah tangga dan para pelau industri rumahan. Sebagai pemenuhan gizi rumah tangga, keripik bonggol pisang sangat bagus diproduksi. Demikian pula sebagai bentuk usaha sampingan atau usaha rumah tangga, keripik bonggol pisang merupakan pilihan yang tepat. Bahan baku relatif mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Daripada bonggol pisang dibuang percuma, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk memperoleh nilai tambah.

Sumber : http://birdbody.blogspot.co.id/2014/09/uraian-cara-membuat-keripik-bonggol.html

Cara Unik Merawat Jambu Kristal Agar Berbuah Lebat Sepanjang Tahun

 

Jambu Kristal - Jambu krstal adalah salah satu jenis jambu yang digandrungi oleh banyak orang. Dagingnya yang renyah, rsanya yang manis, serta bijinya yang sedikit membuat jambu ini menjadi jambu yang paling favorit diantara jenis jambu yang lainnya. Ketika anda memiliki tanaman jambu ini atau ketika anda memiliki usaha penjualan jambu ini, tentunya anda ingin mendapatkan panen jambu kristal yang banyak dan terus menerus bukan? Dengan panen yang lebih lebat, tentunya akan berpengaruh terhadap penghasilan yang akan anda dapatkan.
Jambu Kristal
Jambu Kristal
Dengan perawatan yang tapat dan intensif, buah jambu kristal ini bisa memiliki berat lebih dari 500 gram. Untuk perawatan jambu kristal agar bisa tumbuh optimal, jenis tanah yang tanah yang tepat adalah tanah yang berpasir, gembur, dan juga banyak mengandung unsur organiknya. Walau begitu, di tanah liat dan berat pun, jambu ini juga masih bisa tumbuh dengan baik. Untuk kedalaman air dalam tanahnya yang baik adalah sekitar 50-200 cm, dengan pH sekitar 4-8. Sedangkan curah hujan optimumny adalah 2.000 mm per tahun. Agar hasil panennya lebih maksimal, maka jarak tanam antar jambu yang baik adalah 3×4 meter persegi.

Jambu kristal ini memiliki pola pembuahan yang mengikuti dari pola pertumbuhan serentak dari daun-daunnya. Sehingga seringkali jika ditanam pada daerah beriklim tropis, hanya akan memberikan tambahan yang tidak banyak ketika panen raya tiba, tergantung seberapa banyak daun yang tumbuh serentak. Pentalaksanaan adalah cara yang tepat untuk memaksimalkan jumlah panen jambu kristal ini. Maka pohon harus segera anda pangkas dan rompes setelah anda melakukan panen. Hal ini bertujuan agar di musim berikutnya daun bisa muncul secara serentak, sehingga panen lebih maksimal.

Kemudian yang harus anda waspadai dalam pembudidayaan jambu kristal adalah masalah hama. Yang sering menyerang tanaman jambu ini adalah lalat buah serta kutu putih. Untuk menanggulanginya anda bisa menggunakan insektisida organik.

Apabila anda ingin panen sepanjang tahun, maka ketika musim kering anda harus selalu mengairinya dan juga memangkas daun secara ringan dan berulang-ulang untuk memicu pucuknya agar bisa berproduksi sepanjang tahun. Apabila panen hendak didaurkan, maka perlu diberikan pupuk dasar setelah panen, dan ditambahkan pupuk daun dalam dosis kecil, dengan komposisi 1,6% N, 1,4% K, 0,26% P, 0,3% Mg, dan 1,25% Ca. Untuk pohon muda yang nampak subur, cabang utama bisa anda bengkokkan ke bawah lalu dipangkas untuk merangsang tunas lateral agar segera bersemi.

Ketika musim awal berbuah, potonglah cabang yang subur agar terbentuk struktur pohon terbuka. Apabila pohonnya berbuah sangat baik, maka cabangnya akan cepat dewasa, lalu cabang yang menggantung dipotong supaya tinggal ranting yang muda.

Setelah dilakukan penjarangan, bungkuslah buah jambu tersebut agar kualitasnya lebih bagus serta untuk melindungi dari serangan lalat buah. Dan petiklah buah dalam keadaan yang masih hijau agar tidak segera terjadi pembusukan.

Begitulah cara merawat jambu kristal agar bisa mendapatkan panen yang lebih lebat dan bisa berlangsung sepanjang tahun.

Sumber : http://www.matapencaharian.com/cara-merawat-jambu-kristal-agar-berbuah-lebat.html

Ingin Panen Jagung Melimpah, Ini Yang Dilakukan Petani itu


Cara Menanam Jagung - Jagung Hibrida adalah jenis jagung yang diperoleh dari persilangan antara 2 atau lebih yang sifatnya adalah heterozygot dan homogen. Jenis jagung hibrida merupakan jenis jagung yang dibudidaya untuk kapasitas besar, tanaman pangan ini biasanya dkirim ke perusahaan-perusahaan pengolah makanan dan pakan ternak. Jagung hibrida sendiri sudah banyak memiliki varietas, sudah banyak kita jumpai di pasar atau toko pertanian menjual bibit jagung hibrida dengan berbagai merk.
Cara Menanam Jagung
Cara Menanam Jagung

Untuk melakukan budidaya jagung hibrida berikut beberapa tips cara menanam jagung hibrida yang benar :
 
Memilih Benih
Banyaknya jenis jagung hibrida yang beredar di pasar, tentunya ini memberikan kemudahan bagi para petani untuk memilih jenis jagung yang sesuai dengan keiinginan. Dalam memilih Bibit sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, karena langkah awal ini akan sangat menentukan keberhasilan anda dalam menanam jagung.

Baca dengan benar tanggal kadaluarsa yang ada di bungkus benih, pilih yang kadaluarsanya masih lama. Daya tumbuh benih sangat dipengaruhi oleh lamanya bibit tersebut disimpan, semakin lama maka daya tumbuhnya akan semakin kecil. Jadi carilah yang waktu expirednya masih lama.

Selain masa kadaluarsa, tentunya anda harus mencari tahu karakteristik dari tanaman jagung tersebut, seperti apa tumbuhnya, ketahanan terhadap hama, keseragaman ukuran biji, tidak ada kutu / hama gudang, dan masa panennya.

Menyiapkan Lahan Tanam

Untuk menghasilkan tanaman jagung yang subur dan menghasilkan buah yang super, lahan tanam atau kebun harus digemburkan terlebih dahulu. Penggemburan dapat dilakukan dengan cangkul atau bajak. Setelah itu dapat dibari dengan pupuk kandang atau kompos, taburkan secukupnya saja jangan terlalu berlebihan, dikhawatirkan dapat memicu jamur.

Jika hasil bajak menghasilkan bongkahan besar, dapat diratakan agar terlihat rapi. Namun ini tidak musti harus dilakukan.

Penanaman Jagung

Setelah lahan sudah siap, penanaman jagung hibrida dapat dilakukan. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang-lubang menggunakan tajuk atau tugal (kayu yang diruncingkan salah satu ujungnya). Penanaman dilakukan dengan ukuran 70cm x 20 cm (70cm adalah jarak antar baris, 20cm adalah jarak antar tanaman jagung).

Kedalaman lubang sekitar 3-5 cm, masukkan bibit 1-2 biji setiap lubang. dan tutup dengan menggunakan Tanah di sekitar lubang. Penutupan dapat dilakukan dengan menginjak Tanah yang ada disekitar lubang. Hal ini bertujuan agar bibit tidak dimakan semut atau burung.

Jika Tanah penutup merupakan bongkahan dan keras, sebaiknya diambil kembali. Karena akan mempengaruhi pertumbuhan bibit, tunas bibit jagung tudak tumbuh sempurna.

Perawatan Tanaman Jagung
Untuk menghasilkan tanaman jagung yang subur, perawatan wajib dilakukan terutama pembersihan rumput liar atau gulma. Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak jagung sudah mulai tumbuh.
  • Lakukan penyulaman untuk lubang-lubang yang jagungnya tidak tumbuh.
  • Selanjutnya lakukan pemupukan, gunakan pupuk NPK dengan komposisi yang merata. Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha; SP36 150Kg/Ha; KCL 100Kg/Ha. Pemupukan pertama ini juga bias dilakukan bebarengan dengan penanaman, namun karena diawal sudah menggunakan pupuk kandang maka pemupukan dilakukan 1 minggu setelah tanam.
  • Lakukan pemupukan kembali pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam, dengan komposisi Urea 200Kg/Ha. Dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha.
  • Pembersihan rumput sebaiknya dilakukan secara terus menerus sampai buah jagung sudah mulai tua dan batang jagung sudah mulai mengering. Saat jagung sudah mulai kering, pembersihan rumput dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida.
Pemanenan Jagung
Jagung dapat dipanen setelah berusia 120 - 130 hari setelah tanam untuk memastikan benar-benar kering. Jagung yang siap panen memiliki ciri-ciri : kelobot cokelat, rambut jagung hitam kering, biji jagung keras.

Dalam melakukan budidaya jagung tentunya sangat dipengaruhi dengan kondisi persediaan air, tanaman jagung sangat membutuhkan air yang cukup banyak terutama pada saat jagung mulai berbuah. Oleh karena itu sebaiknya dalam melakukan penanaman jagung harus memperhatikan kondisi cuaca. Lakukan perawatan secara rutin agar jagung dapat tumbuh dengan normal dan buahnya super.

Cara Mudah Menanam Alpukat Agar Berbuah Banyak, Begini Caranya


Cara Menanam Alpukat - Buah Alpukat (Persea americana) merupakan jenis buah yang mengandung banyak lemak nabati, buah alpokat berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Apokat memiliki banyak manfaat. Bijinya digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna warna cokelat pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta menjadi bahan dasar untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan. Selain itu, daging buah apokat untuk mengobati sariawan dan melembabkan kulit yang kering, dan menghilangkan kolesterol jahat. Daun apokat digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan kencing manis. (sumber: wikipedia).
Cara Menanam Alpukat
Cara Menanam Alpukat
Untuk budidaya pohon buah Alpukat dapat dilakukan dengan cara vegetatif (stek batang/cangkok) ataupun generatif (melalui biji) sepertihalnya cara menanam pohon buah matoa ataupun cara menanam pohon duku. Namun jika anda menginginkan pohon buah alpokat yang cepat berbuah, maka cara dudidaya yang paling tepat dilakukan adalah dengan cara stek batang atau cangkok (vegetatif). Berikut Beberapa langkah cara menanam pohon Buah Alpukat yang benar agar dapat berbuah dengan lebat.

Menyiapkan Bibit Alpukat
  • Budidaya Alpokat dengan Mencangkok atau Okulasi. Pohon alpukat yang digunakan sebagai bibit cangkokan sebaiknya dipilih dari pohon yang memiliki riwayat buah yang baik (rasa, ketahanan terhadap hama, dan lain-lain). Lakukan pencangkokan dengan cara yang benar akan menghasilkan akar dan bibit yang bagus. Pilihlah cabang pohon alpukat yang terlihat subur, tidak terlalu banyak cabang-cabang baru, dan tidak terlalu tua atau terlalu muda. Setelah cangkokan mengeluarkan akar, potong pada bagian pangkal cabang (sekitar 3 cm dari cangkokan), dan masukkan ke dalam polybag untuk dilakukan penyemaian  dengan terlebih dahulu melepas penutup cangkokan. Letakkan bibit di area yang teduh dan lakukan penyiraman, biarkan bibit hasil cangkokan mampu beradaptasi dan mengeluarkan bayak akar sebelum dipindahkan ke lahan tanam permanen.
  • Budidaya alpukat dengan Biji. Untuk menanam Alpokat dari biji dapat dilakukan dengan melakukan penyemaian biji alpukat terlebih dahulu, biji alpukat yang disemai harus dipilih dari buah alpukat yang tua. Belah buah alpukat dan ambil bijinya, jemur biji alpukat sekitar 3 jam dan angkat kemudian legtakkan di tempat teduh. Semailah Biji tersebut di dalam polybag semaian sampai bibit memiki tinggi sekitar 1 meter (siap tanam). Setelah bibit yang disiapkan siap tanam, maka bibit alpukat dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen yang sudah disiapkan.
Jika anda menginginkan Pohon alpukat dari hasil semaian biji dapat segera berbuah, maka lakukan sambung pucuk atau okulasi dengan mengambil tunas dari pohon alpukat yang sudah berbuah sebagai batang atasnya dan batang bawah menggunakan pohon alpukat hasil semaian biji.

Membuat Lubang Tanam

Buatlah lubang tanam pohon buah alpukat dengan ukuran 60cm x 60cm dengan kedalaman 60-80cm. Jika anda menanam bibit dari hasil cangkok maka buatlah lubang tanam yang relative lebar, jika bibit dari biji maka buat lubang yang dalam.

Jika penananman akan dilakukan dalam jumlah banyak, buatlah lubang tanam yang sama dengan jarak 6m x 6m antar lubang agar memberikan ruang tumbuh bagi pohon alpukat. Isi lubang menggunakan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi, dan biarkan lubang tanam selama 3-4 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang meresap ke tanah..

Menanam Bibit Alpukat
Setelah bibit siap tanam, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit ke lubang tanam permanen yang disiapkan. Buka pelastik polybag dengan perlahan, usahakan jangan sampai Tanah yang ada di polybag semaian hancur. Masukkan bibit ke lubang tanam, dan tutup menggunakan Tanah sisa yang ada di sekitar lubang tanam. Lakukan penyiraman setelah semua bibit tertanam pada lubang-lubang yang disediakan.

Merawat Tanaman Alpukat
Perawatan yang diperlukan dalam menanam alpukat adalah penyiangan, penyulaman, pemupukan, dan pemangkasan. Pembersihan rumput atau gulma-gulma disekitar tanaman alpokat (penyiangan) wajib dilakukan terutama saat pohon alpukat baru ditanam atau masih kecil, jika sudah besar maka rumput liar akan sedikit yang tumbuh karena ternaungi oleh rimbunnya pohon alpokat

Memanen Buah Alpukat
Pohon alpukat biasanya akan mulai berbuah pada usia 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan berbuah pada umur 5-8 tahun tergantung dari perawatan yang dilakukan.
Untuk memanen alpukat dapat dilakukan dengan memotong tangkai buahnya menggunakan pisau atau gunting.

Itulah beberapa langkah cara menanam pohon buah alpukat baik dengan biji maupun dengan menggunakan vegetatif seperti okulasi, cangkok, atau stek batang. Buah alpukat sangat enak jika dibuat menjadi minuman jus buah alpukat, ditambah dengan sedikit madu, dan susu cokelat. Selain dapat dikonsumsi sendiri, budidaya pohon buah alpukat juga menghasilkan banyak keuntungan finansial jika dijual ke pasar.

5 Cara Menanam Pisang Yang Wajib Anda Baca

Cara menanam Pisang - Pisang adalah jenis tanaman buah yang memiliki buah berbentuk menjari (sisir) yang menyatu dalam satu tandan. Tanaman ini dapat tumbuh baikdi daerah dengan iklim tropis panas dan lembab, terutama dataran rendah. Buah pisang dipercaya banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya:
Cara menanam Pisang
Cara menanam Pisang
  • Sebagai Sumber energy, kandungan kalori dalam pisang dapat membantu mengatasi saat kondisi lapar
  • Baik bagi Ibu hamil, kandungan asam folat pada pisang berguna membantu perkembangan otak dan tulang belakang janin.
  • Mengurangi Anemia, kandungan zat besi dalam pisang membantu mengurangi anemia yang sering menyebabkan lemah dan lesu.
  • Mengurangi Hipertensi, kandungan senyawa kalium pada pisang penting untuk membantu mengatur fungsi jantung, tekanan darah, saraf dan aktivitas otot.
Jenis-jenis Pisang yang banyak dikenal di Indonesia adalah Pisang Kepok, Pisang Ambon, Pisang Moli, Pisang Susu, Pisang Raja. Tentunya masing-masing jenis pisang memiliki ciri khas dan rasa yang berbeda. Untuk membudidayakan pisang dapat dilakukan dengan cara vegetative yaitu dengan sistem tunas. Cara menanam pisang dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

Memilih Bibit PisangPilihlah jenis pisang yang sesuai dengan keinginan anda, bila diperlukan tanyakan ke para petani atau pemilik pohon pisang tetang jenis pisang yang ada. Setelah jenis pisang sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah mengambil tunas atau anak pohon pisang.

Tunas pisang yang dijadikan bibit sebaiknya adalah tunas yang sudah agak besar, yang memiliki tinggi sekitar 50cm - 100 cm. Untuk memotong tunas pisang dilakuikan dengan cara menggali Tanah tempat pohon pisang tumbuh sampai terlihat bonggol pisang (umbi pisangnya), potong umbi atau bonggol pisang dengan menggunakan golok atau cangkul atau bias juga menggunakan dodos sawit (alat panen sawit berbentuk tombak pipih). Yang perlu diperhatikan adalah jangan memotong pisang pada pohonnya, tapi bonggolnya.

Membuat Lubang Tanam
Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50 cm dengan kedalaman 50 cm atau disesuaikan dengan besarnya bonggong tunas yang dijadikan bibit. Isi dengan pupuk kandang atau pupuk kandang.

Menanam Pisang
Tunas pisang yang telah dipotong dapat langsung ditanam, masukkan bonggol tunas ke lubang tanam yang telah disiapkan, dan tutup dengan Tanah sisa galian yang ada disekitar lubang, kemudian padatkan.

Hal yang perlu anda ketahui saat menanam pohon pisang adalah anda dapat mengatur arah buah pisang nantinya. Buah pisang selalu berlawanan arah dengan bekas potongan tunas dari induknya. Jadi arahkan bekas sayatan bonggol saat memilih bibit tadi (langkah pertama) berlawanan dengan arah buah pisang yang anda inginkan.

Merawat Pohon Pisang
Perawatan pada tanaman pisang tidak begitu sulit, pemupukan dilakukan dengan pupuk kandang saja dan pembersihan semak-semak sekitar. Untuk menghasilkan buah yang berkualitas, sebaiknya kurangi jumlah anak (tunas yang tumbuh). Cukup sisakan 1-2 tunas saja agar pohon pisang cepat berbuah.

Jika anda menanam pisang dalam jumlah banyak untuk keperluan pertanian, maka tanaman pisang dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk kimia. Dalam 1 hektar lahan, Tanaman pisang memerlukan 600 kilogram KCl, 200 kilogram urea, 100 kilogram super fosfat,  dan 200 kilogram batu kapur sebagai sumber utama kalsium

Rapikan daun-daun keringnya dengan menebas, dan letakkan dibawah pohonnya untuk tambahan pupuk serta menjaga kelembapan tanah. 

Panen Buah Pisang
Buah pisang biasanya akan  berbuah pada umur 100-120 hari dari berbunga, dan dapat dipanen jika kondisi buah sudah matang atau tua. Ciri-ciri buah pisang yang siap panen adalah kulit buahnya sudah berubah warna kekuning-kuningan, dan bentuk buah tidak lagi menyiku (hampir bulat).

Cara memanen dilakukan dengan memotong buah pisang dari tandannya, dan menebang pohonnya sampai ke pangkal. Pohon pisang yang dipotong dapat dikumpulkan di bawah tunas baru atau anaknya untuk menjaga kelembapan tanah.

Untuk mempercepat proses pematangan buah pisang, sebaiknya letakkan buah pisang yang masih ditandang secara terbalik, agar getahnya cepat keluar. Atau jika untuk kjeperluan dagang, maka proses pematangan dapat dilakukan dengan diperam dan ditambahkan karbit.

Itulah 5 langkah menanam buah pisang yang wajib dibaca agar mendapatkan buah yang banyak.  Selain enak dan bernilai ekonomis, buah pisang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Rabu, 04 Mei 2016

Mau Tau Agar Pohon Kakao anda Berbuah Lebat, Ini Tips Sederhananya


Cara Menanam Kakao Agar Berbuah Lebat - Kopi cokelat (Theobroma cacao L.) atau sering disebut dengan kakao merupakan bahan utama pembuatan cokelat. Tanaman ini pada awalnya berasal dari Amerika, namun saat ini sudah banyak dibudidayakan di asia terutama di Indonesia. Tidak seperti kopi pada umumnya, buah kopi cokelat (kakao) dibungkus dengan kulit yang agak tebal dan relatif keras. Biji dilindungi oleh salut biji (aril) lunak berwarna putih atau sering disebut dengan pulp. Tanaman ini memiliki batang yang bisa mencapai ketinggian 10 -15 meter, namun budidaya kakao yang dilakukan oleh para petani dilakukan dengan memotong pohon kakao agar tidak terlalu tinggi dan lebih melebar ke samping. Hal Ini bertujuan agar semakin banyak ruang untuk menghasilkan buah.
Cara Menanam Kakao Agar Berbuah Lebat
Cara Menanam Kakao Agar Berbuah Lebat
Budidaya kakao atau kopi coklat dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan juga dengan stek batang atau okulasi. Jika anda menginginkan pohon kakao yang cepat menghasilkan buah, maka cara stek batang atau okulasi merupakan cara yang tepat untuk menanam pohon kakao. Berikut Beberapa langkah cara menanam kakao (kopi cokelat) yang benar agar dapat mengasilkan pohon kakao yang cepat berbuah.

Menyiapkan Bibit Kakao (kopi cokelat)
Menyiapkan bibit kakao (Kopi cokelat) merupakan langkah awal yang harus benar-benar diperhatikan agar menghasilkan pohon kakao yang berkualitas baik dan menghasilkan panen yang banyak. Pemilihan indukan bibit menjadi faktor utama dalam memilih bibit kakao, pilihlah pohon kakao yang sudah berbuah berulangkali, pilihlah pohon yang memiliki kualitas buah baik dan kualitas batangnya sehat.

Lakukan penyemaian biji kakao (kopi cokelat) pada polybag dengan 1 polybag untuk satu biji saja sebagai batang bawah. Setelah biji tumbuh dan mencapai diameter batang sekitar 5cm, lakukan okulasi dengan cara mengambil tunas pada pohon kakao yang sudah berbuah dan tempelkan pada batang bawah dari hasil semaian.

Jika anda tidak ingin repot, maka belilah bibi kakao dari para petani di dekat daerah anda. Perhatikan secara benar-benar kualitas bibit kakao yang akan anda beli. Bibit hasil sambung pucuk atau hasil okulasi memperlihatkan adanya bekas sayatan pada batang pohonnya.

Menyiapkan Lahan Tanam Kakao (kopi cokelat)
Pengolahan lahan tanam untuk tanaman kakao (kopi cokelat) tidaklah perlu repot-repot, pengolahan yang perlu dilakukan adalah pembersihan lahan tanam dari semak belukar. Kemudian buatlah lubang tanam dengan ukuran lubang 50cm x 50cm dan kedalaman 50cm. Buatlah lubang dengan ukuran yang sama pada jarak 5 meter dari lubang sebelumnya (jarak tanam 5x5). Isilah lubang tanam yang digali dengan pupuk kandang sampai 1/2 bagian terisi, kemudian biarkan lubang tersebut selama 2 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang benar-benar meresap.

Menanam Bibit Kakao (kopi cokelat)
Bibit kakao hasil okulasi atai juga sambung pucuk yang telah tumbuh dan memiliki ketinggian sekitar 50cm, maka dapat dilakukan pemindahan ke lahan tanam permanen  yang telah ditentukan, Penanaman dapat dilakukan sepertihalnya cara menanam buah kesemek atau cara menanam kelengkeng, yaitu dengan melepas polybag semaian secara perlahan agar tanah semaian tidak hancur.

Masukkan bibit ke dalam lubang tanam tepat di tengah lubang, kemudian lakukan penutupan lubang dengan tanah sisa galian yang ada disekitar lubang. Lakukan cara yang sama sampai semua lubang tertanami.

Penanam pohon kopi cekelat (kakao) sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, hal ini agar tidak terlalu repot untuk melakukan penyiraman.

Merawat Tanaman Kakao (kopi cokelat)
Perawatan pada pohon kakao terbilang cukup menyita waktu anda dan juga perlu ketelatenan dalam melakukan perawatan. lakukan penyiangan terhadap rumput liar yang tumbuh, dan lakukan penyulaman pada bibit kakao yang mati.

Setelah tanaman kakao sudah mulai besar sekitar umur 6 bulan dari penanaman, lakukan pemangkasan agar pohon kakao tidak meninggi, usahakan pohon kakau melebar agar semakin banyak buahnya.

Pemotongan tunas-tunas baru juga perlu dilakukan agar nutrisi yang ada difokuskan untuk menghasilkan bunga dan buah, selain itu pemangkasan juga berfungsi untuk menyediakan sanitasi pada tanaman kakao.

Pemupukan harus tetap dilakukan, pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia pada umur pada umur 10 bulan dengan menggunakan pupuk NPK, namun jangan terlalu dekat dengan pohon saat menaburkan pupuk.

Memanen Kakao (kopi cokelat)
Rata-rata pohon kakao akan mengeluarkan bunga pada umur 3 tahun, dan akan menghasilkan pohon kakao yang berbuah puncak atau banyak-banyaknya adalah sekitar umur 4-5 tahun. Buah kakao (kopi cokelat) yang sudah siap panen ditunjukkan dengan perubahan warna kulit buahnya menjadi kuning.

Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong tangkai buahnya dengan menggunakan pisau atau gunting panen.

Itulah beberapa langkah Cara menanam Kakao (kopi cokelat) yang baik dan benar agar menghasilkan buah yang lebat, pemilihan bibit kakao yang unggul dan perawatan pohon menjadi kunci utama agar pohon kakao menghasilkan panen yang banyak. Selaimn untuk keperluan penjualan kopi cokelat, buah kakao juga bisa dimakan lapisan lunak penutup bijinya, lapisan penutup biji buah rasanya manis.