Senin, 13 September 2010

Sasando, Mascot Nusa Tenggara Timur


Sasando adalah sebuah alat musik dari Nusa Tenggara Timur tepatnya dari Pulau Rote. Seperti hal nya Pantai Nembrala, sasando dari pulau Rote ini sudah menjadi ikon bagi provinsi Nusa Tenggara Timur. Sasando telah menjadi semacam maskot bagi provinsi ini. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.



Bagian utama dari Sasando berbentuk seperti Harpa, dengan media pemantul suara terbuat dari daun Pohon Gebang (sejenis Pohon Lontar  yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar. Tempat senar-senar diikat terbuat dari bambu yang keras, penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada senar juga terbuat dari bambu. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun Gebang yang dibuat melingkar tadi. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando




Sasando mempunyai banyak senar. Sasando dengan 28 senar ini diistilahkan dengan Sasando engkel. Jenis lain; Sasando dobel namanya, punya 56 senar. Bahkan ada yang 84 senar. Cara memainkan Sasando dengan dipetik. Mirip dengan gitar. Hanya saja, Sasando tanpa chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan, sehingga lebih mirip Harpa.
Jika anda berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, sasando bisa menjadi souvenir yang menarik untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari perjalanan anda.



Lihat Juga :

Pantai Senggigi, Menguak Keindahannya


Jika pulau Bali identik dengan Pantai Kuta nya maka pulau Lombok akan identik dengan keindahan dan kealamian pantai Senggiginya. Terletak disebelah barat pesisir Pulau Lombok dan berada sekitar 12 km dari kota Mataram, Nusa Tenggara Barat membuat pantai ini sangat mudah diakses ketika anda mengunjungi Pulau Lombok.


Berbeda dengan pantai Kuta yang sudah tereksplorasi potensi wisatanya, ketika anda mengunjungi pantai sengigi anda akan disuguhkan keasrian dan kealamian pantainya. Masih banyaknya pepohonan di sekitar pantai khususnya pohon kelapa dan masih belum ramainya kunjungan wisatawan dan pemukiman di sekitar pantai ini membuat pantai senggigi mampu menawarkan ketenangan alami dengan deburan ombak yang tidak terlalu besar sehingga membuat pantai ini sebagai idaman wisatawan yang ingin mengindari kebisingan kota besar.



Di Pantai Senggigi anda dapat melakukan aktifitas bermain kano, berenang, snorkeling ataupun sekedar berjemur  dan menikmati pemandangan.

Pantai senggigi juga tempat yang indah untuk menikmati sunset, ketenangan suasana pantai ini dan keindahan pasir putihnya akan menambah eksotisme sunset yang anda nikmati.

Saat anda mengunjungi pantai senggigi anda tidak perlu mengkawatirkan akomodasi yang tersedia. Hotel, kafe dan retourant beraneka ragam baik itu pelayanan ataupun harganya akan membuat anda mampu memilih akomodasi yang terbaik


Untuk mencapai pulau Lombok anda dapat melakukan penerbangan dari Bali,Surabaya ataupun Jakarta. Setibanya di Bandar udara Selaparang anda dapat menggunakan jasa taxi untuk melakukan perjalanan sekitar 30 menit ke pantai sengigi.

Selain Pantai Senggigi, banyak lokasi wisata lainnya di Pulau Lombok yang dapat anda kunjungi seperti Batu Bolong, Gunung Rinjani dengan danau Segara Anaknya dan Pulau Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air serta lokasi-lokasi wisata lainnya di Pulau ini yang dapat dinikmati.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Minggu, 12 September 2010

Gunung Kelimutu dan Misteri Danau Tiga Warna


Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya area Flores memang menyimpang potensi wisata yang sangat menarik. Selain Pulau Komodo, salah satu objek wisata andalan lainnya dari Flores adalah Gunung Kelimutu beserta Danau Tiga Warna di puncaknya.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.




Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Koservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992. Gunung Kelimutu adalah Gunung yang memiliki tinggi 1.640 meter di atas permukaan laut (dapl), memiliki tiga buah kepundan di puncaknya yang disebut Danau Kelimutu.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau"Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau"Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.




Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Warna air dari ketiga danau tersebut berbeda satu sama lain dan selalu berubah dari waktu ke waktu terutama warna air Tiwu Nuwa Muri (duabelas kali perubahan dalam jangka waktu duapuluh lima tahun). Selain disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar dana.
Untuk mencapai gunung Kelimutu anda dapat melakukan perjalanan udara dari Bali menuju Ende atau Maumere. Kedua kota tersebut juga dapat ditempuh melalui udara dari kota Kupang. Dari kedua kota tersebut perjalanan dapat dilanjutkan dengan kendaraan sewaan ke Kampung Moni sekitar 3 jam perjalanan. Kampung Moni adalah kampung terdekat dengan kawasan Kelimutu.
Pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk menyaksikan Danau Kelimutu. Menjelang tengah hari, apalagi sore hari, biasanya danau diselimuti kabut yang menghalangi pandangan. Itu sebabnya para wisatawan biasanya bermalam di Kampung Moni dan baru berangkat ke Gunung Kelimutu dini hari. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.
Untuk menginap di Kampung Moni terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dan cottage yang dikelola oleh pemerintah.
Selain gunung Kelimutu dan danaunya, di kampung Moni anda juga dapat menikmati objek wisata lainnya seperti Sumber air panas, air terjun dan pembuatan tenun ikat tradisional.




Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Pantai Lovina dan Lumba-Lumba


Jika anda adalah seorang penyayang binatang khususnya Lumba-lumba maka lokasi wisata yang satu ini jangan sampai terlewatkan. Terletak di Bali Utara di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali, sebuah pantai yang disebut pantai Lovina akan memberikan anda petualangan bersama lumba-lumba. Jarak yang harus ditempuh sekitar 100 km dari Denpasar atau 3 jam perjalanan.


Pantai Lovina adalah pantai dengan pasir hitam yang masih alami sehingga menarik dikunjungi. Yang menarik di Pantai Lovina adalah perjalanan ke tengah laut di perairan Lovina. Anda dapat menjumpai lumba-lumba di perairan Lovina yang terletak sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Laut Bali yang berada di perairan Lovina relatif tenang sehingga Anda bisa berwisata di laut tersebut dengan menggunakan perahu nelayan



Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar, Anda harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada jam itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini akan membuat takjub akan keindahan binatang laut berwarna hitam tersebut.

Wisatawan dapat mengabadikan aktraksi lumba-lumba diperairan bebas. Perahu motor nelayan selalu setia mendekati kawanan lumba-lumba. Sesaat sebelum mendekat, perahu motor dimatikan agar lumba-lumba tidak merasa terganggu. Dalam suasana sunyi itu, wisatawan dapat menyaksikan aksi lumba-lumba dengan lebih nyaman. Kawanan lumba-lumba ini mulai menghilang setelah matahari terik

Untuk bisa menikmati atraksi lumba-lumba, wisatawan mesti menginap di Lovina. Harga hotel yang ditawarkan lebih murah dari Kuta dan Sanur.

Di kawasan Lovina, Anda juga dapat menyelam atau snorkeling untuk menikmati keindahan laut di pantai tersebut. Anda dapat menjumpai beragam ikan hias yang cukup ramah untuk mendatangi para penyelam. Memang taman laut di Lovina tidak seindah taman laut lainnya di Indonesia. Namun, Anda akan cukup senang bermain-main dengan ikan hias di perairan ini.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Alas Kedaton dan Kerajaan Monyet







Alas kedaton adalah satu satu lokasi wisata favorit di Bali, biasanya wisatawan yang mengunjungi alas kedaton setelah mengunjungi Tanah Lot dan Bedugul atau sebaliknya.

Alas kedaton adalah sebuah pura yang terletak di desa Kukuh kecamatan Marga sekitar 4 km dari kota Tabanan. Pura ini mempunyai dua keunikan yang sangat menarik. Pertama memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar

Selain keunikan dari puranya, lokasi alas kedaton dikenal dengan banyaknya monyet yang ada disekitar pura tersebut. Ratusan kera yang menghuni hutan disekitar pura ini dianggap sesuatu yang keramat oleh warga Bali. Kera-kera tersebut hidup secara berkelompok yang dipimpin oleh masing-masing seekor kera besar.

Selain kera-kera, disekitar pura ini juga dapat ditemui banyak Kalong yang jumlahnya tidak kalah banyak dengan jumlah para kera. Kalong adalah kelelawar besar pemakan buah. Anda akan dapat melihat kalong-kalong tersebut sedang bergelantungan di pepohonan menunggu malam datang untuk mencari makan.



Lokasi Alas Kedaton dapat anda tempuh kurang lebih 30-60 menit perjalanan dengan mobil dari Denpasar. Setelah membeli tiket masuk, anda akan dihampiri oleh guide khusus lokasi alas kedaton. Bersama guide lokasi alas kedaton anda akan mendapatkan informasi lengkap mengenai pura alas kedaton, kebiasaan hidup monyet yang hidup di sekitar pura dan kalong-kalong yang ada di pepohonan besar hutan di lokasi tersebut.

Di dalam lokasi pura alas kedaton anda akan sangat dekat dengan para monyet. Jangan kawatir ketika para monyet mendekat karena monyet-monyet di sekitar pura ini cukup jinak dan tidak membahayakan.



Setelah puas berkeliling lokasi alas kedaton dan mengamati kehidupan para monyet, anda akan dipandu oleh guide ke toko-toko souvenir di sekitar pura tersebut khususnya toko yang dimiliki guide tersebut karena memang sebenarnya guide tersebut adalah pemilik toko yang bertugas bergantian menjadi guide sekaligus penjual di toko souvenir.


Lihat Juga :

Ngarai Sianok dan Lubang Jepang






Panorama keindahan Ngarai Sianok selalu memukau pengunjung yang datang. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur. Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Keindahan alam Ngarai Sianok mempesona sehingga sering dijadikan bahan imajinasi para pelukis.
Ngarai Sianok sebenarnya adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di jantung kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah dan menjadi salah satu objek wisata utama provinsi.
Jurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memsiahkan Pulau Sumatra menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau - hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) - yang dialiri Sungai Sianok yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.




Sungai Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air "Qurays". Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam. Di tepiannya masih banyak dijumpai tumbuhan langka seperti rafflesia dan tumbuhan obat-obatan. Fauna yang dijumpai misalnya monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, serta tapir.

Ngarai Sianok bukan saja indah namun juga merupakan saksi bisu penderitaan bangsa Indonesia saat terjadi penjajahan oleh Jepang. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Lubang/Goa Jepang.

Lubang Jepang didirikan dari tahun 1942-1945 oleh penduduk-penduduk sekitar yang dipekerjakan secara paksa oleh serdadu Jepang. Di dalam lorong bawah tanah sepanjang 1,47 km ini, terdapat 21 lorong kecil yang sebelumnya menjadi lorong-lorong untuk keperluan benteng pertahanan, seperti lorong penyimpanan amunisi, bilik serdadu militer Jepang, ruang rapat, ruang makan romusa, dapur, penjara, ruang sidang, ruang penyiksaan, tempat pengintaian, tempat penyergapan, dan pintu pelarian



Ketika masuk ke obyek wisata dengan luas hampir 2 hektar ini, pengunjung akan menuruni tangga sejauh 64 meter untuk benar-benar sampai di kedalaman 40 meter. Ketika sampai, pengunjung akan terlebih dulu menemui lorong yang dulu digunakan sebagai ruang penyimpanan amunisi di sisi kanan. Nantinya, pengunjung akan keluar dari lorong ini setelah puas berkeliling-keliling untuk kembali ke pintu masuk yang sementara juga berfungsi sebagai pintu keluar. Setelah bilik militer, di sisi kanan pengunjung akan menemukan lorong dengan fungsi yang sama. Nantinya, lorong ini akan dijadikan mini teater untuk menayangkan film-film sejarah yang berkaitan dengan penjajahan Jepang di Indonesia khususnya di daerah Minang.

Untuk mencapai lokasi wisata ini, anda dapat melakukan penerbangan dari Jakarta ke kota Padang dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dengan mobil ke kota Bukit Tinggi.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Danau Kerinci, Keindahan Yang Tersembunyi







Danau Kerinci terlihat begitu indah. Selain lokasinya berada di kaki Gunung Raja, danau ini memang berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci

Danau Kerinci memiliki luas 4.200 ha dengan kedalaman 110 m dan terletak pada ketinggian 783 m dari permukaan laut. Danau ini menyimpan banyak jenis ikan. Ikan Semah merupakan jenis yang paling digemari dan juga merupakan ikan endemik. Selain panorama alam yang indah, interaksi masyarakat sekitar dengan danau juga menyajikan kesan tersendiri bagi pengunjung, seperti para nelayan yang mencari ikan dengan menggunakan peralatan tradisional seperti pancing tangguk, jaring, jala, serta lukah. Jika beruntung, saat nelayan mendarat, pengunjung dapat membeli ikan segar dibawah harga pasar.





Danau Kerinci yang luasnya mencapai puluhan hektare berhawa sejuk, setiap tahun dijadikan lokasi Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FPMDK) yang sudah menjadi kalender wisata tahunan.

Dalam festival tersebut berbagai kegiatan dan atraksi wisata menarik digelar sebagai upaya untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci yang berjarak sekitar 400 Km dari Kota Jambi itu.

Selain Danau, terdapat lokasi wisata menarik lainnya di daerah tersebut yaitu :
Daerah Pesanggarahan,  dimana kita bisa melihat pemandangan Danau Kerinci dari atas.
Tanjung Hatta, tempat Bung Hatta menikmati panorama Danau Kerinci dan menanam pohon disana.
Rumah Laheik, rumah khas kerinci yang berada di desa Seleman,   
Dolmen Batu Raja dan Masjid Keramat Pulau Tengah di Desa Pulau Tengah
Di sekitar danau Kerinci juga terdapat sejumlah batu berukir yang diduga peninggalan manusia megalit

Perjalanan menuju Danau Kerinci dapat dilakukan dalam tiga jalur alternatif. Yang paling utama adalah jalur Jambi menuju Sungai Penuh, jalur kedua adalah dari Kota Padang menuju Tapan dan yang terakhir adalah dari padang menuju Muaralabuh. 

Bagi anda pengunjung Kota Jambi, tak perlu khawatir dalam masalah akomodasi. Di sekitar Danau Kerinci teah tersedia begitu banyak hotel kelas melati yang memiliki tarif cukup terjangkau pula.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :