Tampilkan postingan dengan label Nusa Tenggara Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusa Tenggara Timur. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2010

Pulau Komodo, Berjuang Menjadi 7 Keajaiban Dunia



Pulau Komodo, salah satu pulau yang eksotis di Indonesia. Saat ini pulau komodo sedang berjuang sebagai 7 keajaiban alam di dunia. Jika anda bermaksud mendukung Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia maka dapat dilakukan dengan mengakses situs www.7wonders.com

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara  Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo,Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisipredator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.


Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².

Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.

Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.



Sebagai salah satu objek wisata andalan Indonesia, pulau komodo menyediakan akomodasi dari mulai yang sederhana sampai dengan akomodasi bertaraf internasional.Untuk mencapai lokasi ini anda dapat melalui beberapa rute. Rute yang cukup mudah adalah melalui penerbangan dari Bali ke Labuan Bajo yang kemudian dari Labuan Bajo diteruskan dengan menggunakan speedboat sekitar 2 jam ke Taman Nasional Komodo. Rute lain yang bisa dilalui adalah melalui penerbangan Bali ke Bima atau Bali ke Ruteng, namun jika melalui rute ini anda harus melakukan perjalanan darat terlebih dahulu untuk mencapai Labuan Bajo. Khusus untuk rute melalui Bima juga harus melalui penyebrangan laut dari pelabuhan sape ke Labuan Bajo.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :
- Pulau Komodo, Berjuang Menjadi 7 Keajaiban Dunia
Danau Toba, Menyambangi Danau Terbesar di Asia Tenggara
Borobudur, Satu dari Keajaiban Dunia
Ogoh-Ogoh, Parade Para Raksasa
Sasando, Mascot Nusa Tenggara Timur
Pantai Senggigi, Menguak Keindahannya
Gunung Kelimutu dan Misteri Danau Tiga Warna
Pantai Lovina dan Lumba-Lumba
Alas Kedaton dan Kerajaan Monyet
Ngarai Sianok dan Lubang Jepang
Danau Kerinci, Keindahan Yang Tersembunyi
Pantai Dreamland, Pantai Impian Di Bali
Wakatobi, Wisata Bagi Para Petualang
Garuda Wisnu Kencana (GWK), Taman Budaya Zaman Batu
Gili Trawangan, Pesona Lain Wisata di Pulau Lombok
Gunung Bromo, Wisata di Kaki Langit
Pura Uluwatu, Pesona Wisata Spiritual Bali
Peselancar dan Pantai Nembrala
- Nyepi, Wisata Kesunyian dan Keheningan
Tanah Lot dan Sunset
Monas, National Monument Indonesia
Bunaken,Surga Bawah Laut Indonesia
Prambanan, Candi Hindu Terbesar Di Indonesia
Pantai Kuta, Icon Pariwisata Bali
Benteng Marlborough, Saksi Bisu Penjajahan Inggris
Gunung Rinjani & Danau Segara Anak, Dua Sejoli Yang Indah
Mengintip Objek Wisata Kelas Dunia di Pulau Moyo
Pantai Lakey, Surga Bagi Para Peselancar

Sasando, Mascot Nusa Tenggara Timur


Sasando adalah sebuah alat musik dari Nusa Tenggara Timur tepatnya dari Pulau Rote. Seperti hal nya Pantai Nembrala, sasando dari pulau Rote ini sudah menjadi ikon bagi provinsi Nusa Tenggara Timur. Sasando telah menjadi semacam maskot bagi provinsi ini. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.



Bagian utama dari Sasando berbentuk seperti Harpa, dengan media pemantul suara terbuat dari daun Pohon Gebang (sejenis Pohon Lontar  yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar. Tempat senar-senar diikat terbuat dari bambu yang keras, penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada senar juga terbuat dari bambu. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun Gebang yang dibuat melingkar tadi. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando




Sasando mempunyai banyak senar. Sasando dengan 28 senar ini diistilahkan dengan Sasando engkel. Jenis lain; Sasando dobel namanya, punya 56 senar. Bahkan ada yang 84 senar. Cara memainkan Sasando dengan dipetik. Mirip dengan gitar. Hanya saja, Sasando tanpa chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan, sehingga lebih mirip Harpa.
Jika anda berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, sasando bisa menjadi souvenir yang menarik untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari perjalanan anda.



Lihat Juga :

Minggu, 12 September 2010

Gunung Kelimutu dan Misteri Danau Tiga Warna


Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya area Flores memang menyimpang potensi wisata yang sangat menarik. Selain Pulau Komodo, salah satu objek wisata andalan lainnya dari Flores adalah Gunung Kelimutu beserta Danau Tiga Warna di puncaknya.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.




Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Koservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992. Gunung Kelimutu adalah Gunung yang memiliki tinggi 1.640 meter di atas permukaan laut (dapl), memiliki tiga buah kepundan di puncaknya yang disebut Danau Kelimutu.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau"Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau"Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.




Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Warna air dari ketiga danau tersebut berbeda satu sama lain dan selalu berubah dari waktu ke waktu terutama warna air Tiwu Nuwa Muri (duabelas kali perubahan dalam jangka waktu duapuluh lima tahun). Selain disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar dana.
Untuk mencapai gunung Kelimutu anda dapat melakukan perjalanan udara dari Bali menuju Ende atau Maumere. Kedua kota tersebut juga dapat ditempuh melalui udara dari kota Kupang. Dari kedua kota tersebut perjalanan dapat dilanjutkan dengan kendaraan sewaan ke Kampung Moni sekitar 3 jam perjalanan. Kampung Moni adalah kampung terdekat dengan kawasan Kelimutu.
Pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk menyaksikan Danau Kelimutu. Menjelang tengah hari, apalagi sore hari, biasanya danau diselimuti kabut yang menghalangi pandangan. Itu sebabnya para wisatawan biasanya bermalam di Kampung Moni dan baru berangkat ke Gunung Kelimutu dini hari. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.
Untuk menginap di Kampung Moni terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dan cottage yang dikelola oleh pemerintah.
Selain gunung Kelimutu dan danaunya, di kampung Moni anda juga dapat menikmati objek wisata lainnya seperti Sumber air panas, air terjun dan pembuatan tenun ikat tradisional.




Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Rabu, 23 Juni 2010

Peselancar dan Pantai Nembrala




Bagi para pemburu ombak dari seluruh dunia yang datang ke IndonesiaPantai Nembrala telah menjadi salah satu magnet yang mampu menarik mereka untuk menantang ombak yang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.


Seperti hal Pantai Lakey di kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa, Pantai Nembrala tidak begitu dikenal oleh para wisatawan umum kecuali para peselancar.


Pantai Nembrala memiliki ombak berskala internasional sehingga tidak heran jika banyak wisatawan mancanegara yang mengunjunginya. Suasana Pantai Nembrala masih jauh dari keramaian sehingga kebanyakan dari pengunjung lebih gemar bermain dengan tingginya ombak di pantai ini.



Pantai Nembrala terletak di pulau Rote, sebuah pula yang terletak di ujung selatan wilayah negara Indonesia. Pulau Rote masuk dalam wilayah pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk mencapai pulau ini anda harus melakukan penerbangan dari Bali menuju kota Kupang (bandara El Tari). Sesampainya di Kupang anda dapat menginap terlebih dahulu di kota ini atau jika anda ingin langsung menuju pulau Rote perjalanan dapat dilanjutkan dengan mobil menuju Pelabuhan Tenau sekitar 30 menit. 

Ada dua metode penyebrangan yang dapat anda lakukan dari Pelabuhan Tenau ke Pulau Rote yaitu dengan menumpang kapal Ferry menuju Pantai Baru (Pelabuhan di Pulau Rote) dimana perjalanan dilakukan sekitar 3-4 jam atau dengan menggunakan kapal cepat menuju Kota Ba’a dengan waktu tempuh sekitar 40-60 menit.

Jika anda melakukan perjalanan menuju Pantai Baru, maka anda harus melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Ba’a yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Nembara sekitar 1,5 jam.

Di sekitar Pantai Nembrala, ada beberapa pilihan penginapan, mulai dari hotel hingga homestay dengan tarif puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah per malam. Meskipun sarana yang sedikit terbatas, namun Pantai Nembrala, Nusa Tenggara Timur layak diacungi jempol oleh para pengunjungnya termasuk anda tepatnya.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :