Sabtu, 14 Mei 2016

Panduan Menggunakan Sawah Sebagai Tempat Budidaya Ikan


Budidaya Ikan di Sawah – Selain menggunakan kolam, proses budidaya ikan juga bisa dilakukan di sawah bersamaan dengan tumbuhan padi.

Istilah ini disebut dengan minapadi. Budidaya ikan di sawah sangat cocok dilakukan mengingat keterbatasan lahan sekarang ini.

Metode budidaya semacam ini sebenarnya sudah dilakukan sejak dahulu. Dengan minapadi, keuntungan yang dihasilkan dari sawah akan berlipat.
Budidaya Ikan di Sawah
Budidaya Ikan di Sawah
Namun budaya jenis ini juga tidak mudah dilakukan karena dalam waktu bersamaan harus mengurus tanaman dan ikan. Jenis ikan yang cocok dibudidayakan dengan kolam sawah adalah jenis ikan air tawar konsumsi.

Keuntungan budidaya ikan di Sawah
Menanam padi sekaligus budidaya ikan di sawah jelas akan memberikan keuntungan tersendiri. Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari teknik minapadi.
  • Masa pemeliharaan singkat. Waktu pemeliharaan budidaya ikan di sawah sangat singkat. Hal ini dikarenanakan semua kebutuhan alami untuk pertumbuhan ikan tercukupi. Seperti yang kita tahu, tanah persawahan memang sangat subur dikarenakan perawatan yang dilakukan.
  • Kesuburan tanah terjamin. Tanah persawahan biasanya sangat subur dibandingkan jenis tanah lain. Pemeliharaan padi yang dilakukan secara tidak langsung juga akan merawat lahan tersebut. Tanah yang subur akan menyediakan banyak makanan alami untuk medukung perkembangan ikan
  • Tersedianya makanan alami. Tanah yang dangkal akan memberikan keuntungan tersendiri dalam suplai makanan. Tanah yang dangkal memungkinkan sinar matahari masuk hingga mencapai permukaan tanah. Tumbuhan yang terdapat pada dasar tanah dapat melakukan fotosintesis sehingga akan tetap tumbuh.    
  • Banyaknya kandungan organik. Sawah yang telah ditebas biasanya akan meninggalkan batang padi. Batang padi yang terendam air biasanya akan memicu perkembangan sejenis kutu air. Untuk beberapa jenis ikan, kutu air merupakan makan utama sebagai sumber pangan.
Persiapan kolam. 
Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk budidaya ikan di sawah, terutama dalam menyiapkan kolam budidaya. Metode ini biasanya dipengaruhi oleh luas lahan sawah yang dipakai.
  • Bergantian dengan padi. Teknik persiapan kolam dengan cara ini adalah dengan memanfaatkan waktu jeda penanaman padi. Para petani biasanya memanfaatkan waktu ini untuk melakukan budidaya ikan. Persiapannya juga dinilai cukup mudah. Hanya dengan meninggikan pematang sawah dan membersihkan bagian lahan sawah, kolam sudah dapat digunakan untuk budidaya.
  • Bersamaan dengan padi. Cara ini digunakan bersamaan dengan tanaman padi. Tidak ada persiapan khusus dalam pembuatan kolam jenis ini. Bibit ikan hanya perlu ditabur dalam sawah. Untuk pakan, ikan biasanya akan mencari dengan sendirinya karena sawah sudah menyiapkan.
  • Pinggiran sawah. Metode ini memanfaatkan pinggiran sawah dan biasanya lebarnya hanya sekitar 1-2 meter. Secara teknis, tanaman padi akan berada di tengah, kemudian pada bagian pinggir sawah, tanah akan dibuat cekungan agak dalam sekitar 50 cm sebagai tempat budidaya ikan.
Pemupukan dasar kolam
Dalam menggunakan sawah sebagai tempat budidaya ikan, lahan tidak perlu dipupuk. Ini dikarenakan lahan hasil persawahan masih dinilai cukup subur untuk melakukan budidaya ikan.

Namun untuk sawah yang baru pertama akan digunakan untuk budidaya, perawatan yang dibutuhkan hanya membersihkan lahan.

Penebaran benih
Untuk menebarkan benih, hal ini akan tergantung dari jenis ikan yang akan dibudidaya. Untuk beberapa jenis ikan, metode penebaran benih biasanya dilakukan deng menyertakan wadah. Perlakukan ini dimaksudkan agar ikan beradaptasi dengan lingkungan air yang baru.

Pemberian pakan

Pakan tidak perlu diberikan secara terus menerus. Ini dikarenakan lahan persawahan menyimpan cadangan makanan yang cukup sebagai sumber pangan ikan budidaya.

Namun untuk mempercapat pertumbuhan, beberapa pakan lain perlu diberi dan tergantung dari jenis ikan yang dibudidaya.

Pemanenan
Masa panen biasanya tergantung dengan jenis ikan. Namun panen biasanya dapat dilakukan lebih cepat jika dibandingkan penggunaan kolam biasa.

Sebagai perbandingan, ikan yang dibudidayakan dalam kolam biasa dalam waktu dua bulan akan mencapai berat 100 gram, sedangkan jika di kolam sawah akan mencapai 300 gram.

Jumat, 13 Mei 2016

Tips Merangsang Bunga Dan Buah Lengkeng Yang Mandul


Tips Merangsang Bunga Dan Buah Lengkeng Yang Mandul - Lengkeng (juga disebut kelengkeng, matakucing, longan, atau duku, Dimocarpus longan, suku lerak-lerakan atau Sapindaceae) merupakan tanaman buah-buahan yang berasal dari daratan Asia Tenggara. Banyak tanaman lengkeng yang sulit untuk tumbuh, bahkan ada yang mandul. Beberapa manfaat yang dimiliki oleh bunga lengkeng antara lain sebagi anti depresan, membantu kerja jantung dan limpa, mempercepat penyembuhan dan memperpanjang harapan hidup, melancarkan sirkulasi darah, diet, sumber energi, mencegah demam dan flu, kesehatan kulit, bijinya dapat mengobati gigitan ular, bijinya dapat menjaga kesehatan rambut, mengatasi nafsu makan yang hilang, mengatasi diare, mengatasi limpah lemah, menghilangkan luka bakar, mengatasi jari kaki yang gatal dan bernanah, menyehatkan usus, lemah dan kurang tenaga saat hamil, menghilangkan amnesia dan kecemasan, peredam demam serta antiradang, menghentikan pendarahan, hingga menghilangkan rasa sakit.
Tips Merangsang Bunga Dan Buah Lengkeng Yang Mandul
Tips Merangsang Bunga Dan Buah Lengkeng Yang Mandul
Saat ini telah banyak tersedia beragam obat-obat perangsang yang dijual di pasaran. Bahkan sekarang sudah ada obat khusus untuk perangsang buah lengkeng yang mandul. Sehingga sekarang tidak perlu bingung dan takut lagi mempunyai buah lengkeng yang tidak pernah muncul bunga atau buah hingga bertahun-tahun. Petani kelengkeng juga bisa mengatur kapan waktu yang tepat untuk berbuah.

Salah satu cara membuat buah lengkeng yang mandul menjadi semakin terangsang ialah dengan menggunakan paket pupuk booster lengkeng. Paket ini biasanya terdiri dari unsur makro dan mikro yang lengkap, yaitu asam amino, KNO3, dan potassium klorat.

Kebanyakan pupuk booster yang lengkap berbentuk cair. Tujuannya untuk memicu pembungaan tanaman lengkeng. Pada kemasan tertulis sangat efektif untuk membungakan lengkeng lokal maupun nonlokal tanpa efek samping yang merugikan tanaman. Formula dengan kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap, berwarna kuning kecoklatan yang dapat merangsang munculnya bunga lengkeng di luar musim (off season).

Booster ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu bunga yang mampu muncul di luar musim lebih cepat dan serempak. Apabila diaplikasian pada musimnya, booster dapat memaksimalkan jumlah bunga sehingga tanaman dapat berbuah lebat. Caranya dengan dilarutkan dengan air sesuai dengan anjuran dan aduk sampai larutan sampai menjadi homogen. Kemudian seluruh larutan disiram pada pangkal batang dan tanah dengan jarak 30-50 cm mengelilingi pangkal batang tanaman sampai terlihat basah. Waktu aplikasi pada saat kondisi tanaman tidak sedang mengalami pertumbuhan tunas daun baru atau pucuk daun sudah berwarna hijau tua.

Namun cara yang digunakan tidak hanya itu saja. Masih ada beberapa cara lain yang dapat dipakai, tergantung cara mana yang mau dipakai. Biasanya calon bunga akan keluar pada 30-45 hari setelah aplikasi booster. Namun jika lebih dari 2 bulan calon bungan belum keluar dan yang keluar hanya tunas daunnya saja, maka aplikasi dianggap gagal. Namun Anda tidak perlu khawatir. Apabila kondisi tanaman sehat, maka bisa langsung dibooster lagi.

Mengatasi Tanaman Buah Kelengkeng Yang Sulit Berbuah


Mengatasi Tanaman Buah Kelengkeng Yang Sulit Berbuah - Anda memiliki pohon kelengkeng yang umurnya sudah puluhan tahun tapi sulit berbuah? Memang ada banyak faktor mengapa pohon kelengkeng yang biasa Anda tanam sebagai tanaman pekarangan rumah ataupun Anda budidayakan di kebun, sulit berbuah. Faktor-faktor tersebut antara lain ketinggian tempat, kesuburan tanah, dan asal bibit. Jika Anda hidup di dataran rendah tapi menanam pohon lengkeng dataran tinggi, tentu akan sangat susah untuk berbuah. Meskipun sudah berumur puluhan tahun. Mungkin tanaman Kelengkeng Anda akan berbuah tapi hanya satu atau dua dompol saja. Hal ini disebabkan karena iklim mikro yang tidak cocok, bisa jadi karena suhu dan kelembaban yang tidak sesuai sehingga tanaman tidak mau berbunga. Oleh karena itu diperlukan perlakuan dan nutirsi khusus untuk membuahkan kelengkeng- kelengkeng tersebut. Salah satunya dengan memupuk tanaman dengan pupuk yang mengandung unsur potassium klorat (bahan pembuat mercon / bom), yang sering disebut pupuk booster lengkeng. Pemberian pupuk booster ini bertujuan untuk mempercepat waktu berbuah, atau memilih kapan waktu untuk dapat berbuah sesuai dengan  kebutuhan. Misalnya tanaman kelengkeng ingin dibuahkan  pada saat lebaran, tahun baru, dll. Cara ini sangat menguntungkan bagi para pemilik pohon kelengkeng khususnya bagi para petani tanaman kelengkeng, karena petani bisa menentukan kapan saja pohon kelengkengnya di buahkan dan di panen. Paket pupuk booster lengkeng biasanya terdiri dari unsur makro dan mikro yang lengkap, asam amino,  KNO3 dan potassium klorat. Lengkeng yang sudah bisa dibooster biasanya yang telah berumur 6 bulan ke atas dan dalam kondisi yang sehat. Sebaiknya  pemboosteran di lakukan pada pagi hari, minimal 4 jam waktu pemboosteran, usahakan jangan sampai terkena hujan, agar nutrisi terserap sempurna.
Mengatasi Tanaman Buah Kelengkeng Yang Sulit Berbuah
Mengatasi Tanaman Buah Kelengkeng Yang Sulit Berbuah
Berikut langkah-langkah membooster tanaman kelengkeng agar cepat berbuah :
  • Lengkeng yang akan dibooster harus dalam kondisi yang tepat yaitu usia minimal 6 bulan,  sehat, pucuk daun dalam kondisi setengah tua (warna hijau muda), full sun / tidak ternaungi.
  • Kerok kulit ari batang pokok dan cabang-cabang primer menggunakan sebilah bambu. Jangan sampai luka, cukup kelupas bagian kulit yang tipis berwarna kecoklatan.
  • Campurkan 1 paket pupuk booster dengan 4 - 5 liter air bersih, aduk hingga larut semuanya.
  • Celupkan lap kain bersih ke dalam larutan pupuk booster. Gunakan untuk mengelap batang pokok dan cabang primer sampai basah merata. Jika perlu ulangi sampai 2 kali.
  • Larutan pupuk booster yang tersisa, siramkan ke sekitar pangkal batang pohon kelengkeng.
Biasanya calon bunga akan keluar pada umur 21 hari setelah diaplikasi dengan pupuk booster. Jika belum kelihatan, tunggu maksimal sampai 2 bulan. Namun jika lebih dari 2 bulan calon bungan belum keluar dan yang keluar hanya tunas daunnya saja, maka aplikasi dianggap gagal. Namun tak usah khawatir jika kondisi tanaman sehat, bisa langsung dibooster lagi.
Kegagalan pemboosteran ini terjadi biasanya dikarenakan ada beberapa hal kecil yang kadang terlupakan, misalnya :
  • Pohon lengkeng tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup karena ternaungi oleh bangunan atau pohon-pohon lain yang lebih tinggi. Sehingga hal ini menyebabkan proses fotosintesis tidak sempurna, akibatnya nutrisi yang ada tidak bisa `diolah` dengan maksimal.
  • Kondisi pucuk daun kelengkeng yang tidak pas, mungkin terlalu tua atau terlalu muda. Harusnya kondisi pucuk daun pas pada saat pucuk setengah tua.
  • Dosis pupuk booster yang kurang. 1 paket pupuk booster harusnya digunakan pada pohon kelengkeng dengan lingkar batang maksimal 12 cm.
  • Belum ada 4 jam tetapi sudah disiram atau turun hujan. Nutirisi akan tercuci padahal belum diserap dengan maksimal.
  • Varietas tertentu memerlukan sedikit modifikasi. Misal pada Diamond River, KNO3 ( biasanya berbentuk serbuk) tidak usah diberikan. Gunakan 2 botol yang cair saja. Bisa juga KNO3 diganti dengan NPK 16.
Itulah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah pada tanaman kelengkeng Anda. Namun jika Anda belum mempunyai bibit kelengkeng, dan saat ini sedang mencari bibit kelengkeng untuk di tanam di pekarangan rumah atau dibudidayakan di kebun Anda, CV.Mitra Bibit menyediakan bibit dengan kualitas unggul dan bermutu. Kami juga menyediakan berbagai jenis biji serta bibit tanaman lain dengan kualitas yang sudah tidak diragkan lagi. Tertarik? Hubungi kami untuk info pemesanan.

Rahasia Tabulampot Rajin Berbuah

Tabulampot Rajin Berbuah - Pernah merasa tertipu karena tabulampot yang berbuah lebat saat dibeli kemudian tidak mau berbuah lagi? Kuncinya hanya nutrisi.

Tergoda rimbunnya buah yang menggantung pada tanaman dalam pot (tabulampot) saat pameran banyak dialami para pecinta tanaman. Memang untuk memikat pembeli, pedagang memajang tabulampotnya yang berbuah lebat nan menggiurkan dddipetik. Namun, setelah dibeli dan buahnya habis dipetik, ternyata tabulampot seperti ngambek berbuah. Pembeli pun merasa heran, kesal, bahkan merasa tertipu. Pada akhirnya, tabulampot hanya berfungsi sebagai penghijau halaman.
Tabulampot Rajin Berbuah
Tabulampot Rajin Berbuah
Tabulampot memang membutuhkan perhatian ekstra agar rajin berbuah. Menurut Windiartaji, praktisi tanaman buah, kunci perawatan tabulampot terletak pada pemberian nutrisi atau pupuk yang tepat. Pembeli juga harus mengenal jenis tanaman yang dipotkan. Tabulampot tanaman semusim seperti jambu dan jeruk akan berbuah terus menerus, sedangkan tanaman tahunan semacam lengkeng dan mangga akan mengalami masa istirahat sebelum mulai berbuah lagi.

Tanaman semusim misalnya, karena berbuah terus menerus, perlu dipupuk secara kontinu. Setiap bulan pada minggu pertama, berikan pupuk daun semprot, minggu kedua berikan pupuk kocor, lalu minggu ketiga disemprot pestisida. Begitu seterusnya. “Dua atau tiga bulan sekali kita berikan pupuk anorganik, seperti NPK. Dosisnya tergantung besarnya tanaman. Sekitar 300 gram sampai 1 kg per pot” ujarnya saat ditemui AGRINA di rumahnya di kawasan Cipaku, Bogor. Selanjutnya, saat mulai berbunga, tanaman dipasok pupuk dengan kandungan kalium tinggi seperti KNO3.

Berbeda dengan tanaman semusim, tanaman tahunan mengalami daur hidup yang lebih lama. Setelah semua buah habis dipanen, segera masukkan pupuk organik seperti pupuk kandang yang mengandung N tinggi. “Pupuk langsung diberikan, jangan ditunda, tanaman bisa stres karena nutrisinya diambil semua untuk pembentukan buah,” tambah pria yang akrab disapa Aji ini.

Pemberian pupuk organik ini berfungsi menetralisir residu dari bahan kimia. Menurut pria berusia 39 tahun ini, “Kalau kita beli dari pedagang itu menggunakan perangsang buah seperti paklobutrazol dan potassium chlorate (KCl), ini kimia keras dan residunya kuat. Jadi harus diberikan air yang cukup, dan pupuk yang ‘dingin’. Ya pupuk organik tadi.” Pilihan pupuk organik jadi yang tersedia di pasaran sebenarnya cukup baik. Namun, Aji menyarankan untuk memilih pupuk organik dari kotoran domba yang masih basah. Alasannya, kandungan unsur haranya masih utuh. Selain itu urin domba juga mengandung auksin (hormon tumbuh) yang baik untuk perakaran tanaman.

Akan lebih baik lagi jika pupuk organik itu dibuat sendiri. Caranya cukup sederhana, campurkan 120 kg atau 4 karung pupuk kandang, satu drum besar kotoran domba basah, ¼ drum besar air, satu liter bakteri fermentasi seprti EM4, 2 kg molasis atau gula pasir, dan satu liter auksin cair. Semuanya difermentasikan selama dua minggu, sambil sesekali diaduk. Saat digunakan, satu gayung pupuk dicampur dengan 5 liter air, baru dikocorkan ke tanaman.

Memasuki bulan ketiga, tanaman perlu diberikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang tinggi untuk merangsang pembungaan. Biasanya menggunakan NPK. “Untuk tanaman tahunan, memang  perlu dikombinasikan antara pupuk organik dan anorganik. Tapi berikan pupuk anorganik yang nonresidu, sesuai dosisnya. Jangan sampai pada masa pembungaan diberikan pupuk organik, ya nggak mau berbuah,” jelas Aji.

Tahapan selanjutnya, setelah terbentuk pentil buah, berikan pupuk dengan kandungan K dan asam amino yang tinggi. Ini untuk mencegah kerontokan pentil buah dan mutu buah yang terbentuk juga akan bagus. Memasuki masa pembesaran buah, masukkan pupuk anorganik masih yang mengandung K dan asam amino tinggi, ditambah pupuk bermagnesium (Mg) tinggi. Kandungan Mg ini dibutuhkan untuk pembentukan gula buah, buah tidak menjadi mengkal, dan tidak pecah-pecah.

Perhatikan Media Tanam dan Air

Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam perawatan tabulampot adalah media tanam. Media tanam yang baik diaduk dari tanah, pupuk organik, dan sekam bakar. Komposisinya bisa 60:40:20 atau 40:30:30. Tanah yang baik adalah yang subur, gembur, dengan pH netral sekitar 6—7. “Usahakan pakai tanah yang diambil dari bawah pohon bambu. Bambu itu banyak unsur makro dan mikronya, (kandungan) humusnya juga tinggi. Jadi untuk tabulampot, gunakan tanah di bawah bambu,” kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor ini.

Bahan pot tabulampot yang baik terbuat dari keramik. Bahan keramik membuat tanah menempel pada pot sehingga perakaran tanaman juga akan terbentuk dengan baik. Dengan begitu, tanah di dalam pot tidak akan mengumpul di tengah dan mengeras. Tanah juga tidak terlalu lembap akibat cacing.

Untuk menjamin sirkulasi air tetap baik, lanjut Aji, bagian bawah pot dilubangi sebanyak 5 buah. Lubang tersebut lalu ditutup pecahan genteng. Pedagang banyak yang menggunakan styrofoam untuk menutup lubang, tapi hal itu akan menyebabkan lubang tersumbat sepenuhnya, tidak ada aliran air maupun udara yang dibutuhkan tanaman. “Kalau pakai genteng ‘kan lubangnya tidak mati, masih ada sela udara sedikit. Sirkulasi airnya juga akan lancar. Media tanam pun akan terjaga kelembapannya,” tuturnya.

Jika media tanam dan pot sudah terpenuhi, tinggal bagaimana kita menjaga kondisi media agar selalu sesuai kebutuhan tanaman. Kelembapan tanah yang terjaga dengan baik akan percuma jika kemasaman atau pH tanah tidak sesuai kebutuhan tanaman. Kemasaman ideal bagi tanaman adalah 6—7 atau netral. Tanah yang berasal dari daerah industri biasanya terlalu masam atau pH 4—5. Untuk menjaga pH tanah tetap dalam kisaran netral, yang paling sederhana dilakukan adalah menambahkan kapur pertanian (kaptan). “Jika pH tanah sudah bagus, apapun tanamannya pasti akan bagus, diberi pupuk juga akan terserap dengan sempurna,” tandas ayah tiga anak ini.

Jadi, dengan pemberian nutrisi dan perawatan yang tepat, Anda bisa mendapatkan tabulampot yang rajin berbuah tepat waktu. Semua tergantung kedisiplinan dan ketelatenan sang pemilik.

Cara Sederhana Membuat Hormon ZPT Organik Sendiri


Membuat Hormon ZPT Organik - Zat pengatur tumbuh (ZPT) mempunyai fungsi sangat banyak dalam dunia pertanian. Namun ketika kita mau mengaplikasikannya seringkali kita terkendala oleh harga yang mahal serta barang yang langka di kios-kios pertanian. Kalau tidak salah harga masing-masing ZPT tersebut dengan kandungan sekitar 95 % adalah sekitar 5 jutaan/ Kg. Mungkin karena bahan-bahan tersebut masih impor sehingga harganya sangat mahal. Apa solusinya?
  • Kita bisa membeli pupuk organik yang sudah ada kandungan Hormon/ ZPT nya sebagai contoh adalah pupuk organik Solbi agro
  • Kita harus membuat sendiri Hormon/ZPT tersebut.
Membuat Hormon ZPT Organik
Membuat Hormon ZPT Organik
Sebenarnya ZPT sudah terkandung dalam tanaman itu sendiri yang kita sebut dengan hormon tanaman. Jadi ZPT adalah tiruan atau sintetik dari hormon tanaman. Cuma yang jadi masalah adalah kita tidak tahu pada tanaman apa dan bagian tanaman yang mana hormon/ ZPT itu ada serta bagaimana cara kita mengekstrak hormon/ ZPT tersebut.

Saya pernah membaca beberapa literatur yang lupa siapa penulisnya yang mengatakan salah satu cara mengekstrak hormon/ zpt adalah difermentasi menggunakan mikroorganisme. Sehingga kita bisa memperoleh hormon/ ZPT dengan harga murah yang berasal dari tanaman sekitar kita. Caranya adalah:
  •     Kita hancurkan bagian tanaman tersebut boleh ditumbuk ataupun diblender.
  •     Tambahkan tiap Kg bagian tanaman dengan 1 liter air
  •     Tambahkan mikroorganisme pengurai boleh dengan EM4 ataupun MOL.
  •     Biarkan selama kurang lebih 10-15 hari
  •     Saring hasil ekstrak tersebut
  •     Larutan siap digunakan dengan konsentrasi tertentu (harus dilakukan uji coba dulu)
Beberapa bagian tanaman yang bisa digunakan untuk membuat Homon/ ZPT adalah:
  •     Untuk membuat Hormon/ ZPT auksin kita bisa gunakan tauge, bekicot atau keong mas
  •     Untuk membuat Hormon/ ZPT giberelin kita bisa gunakan biji jagung dan rebung
  •     Untuk membuat Hormon/ ZPT sitokinin kita bisa gunakan air kelapa dan bonggol pisang
Sumber : Gerbang Pertanian

Cara Membuahkan Tanaman di Luar Musim


Cara Membuahkan Tanaman di Luar Musim - Rahasia memunculkan buah-buahan di luar musimnya hanya diketahui oleh sedikit orang. Padahal sangat banyak orang yang sangat ingin mengetahui teknologi ini, termasuk Anda. Dari sedikit orang yang tahu rahasia tersebut, hanya sebagian kecil yang mengerti persis teknologi ini dan menerapkan­nya dengan tepat.
Cara Membuahkan Tanaman di Luar Musim
Cara Membuahkan Tanaman di Luar Musim
Banyak kejadian setelah pohon berhasil dibuahkan dengan lebat, tapi kemudian pertumbuhannya merana bahkan mati. Rahasia ini akan bagikan agar pohon buah dan pekebun yang menjadi “korban” dapat dikurangi. Berikut ini “rahasia” tersebut dipaparkan.

Teknologi memunculkan buah di luar musim, disebut teknologi off-season. Tujuan teknologi ini ada dua yaitu, pertama adalah murni motif ekonomi yang ditujukan untuk menaikkan harga komoditas buah-buahan jauh lebih tinggi dibandingkan ketika dalam mu­simnya -on season. Tujuan kedua lebih idealis, pada aplikasi kebijakan peme­nuhan pangan buah-buahan masyarakat agar tersedia sepanjang tahun. Komoditas buah-buahan yang sudah teruji berhasil dalam penerapan teknologi off-season adalah: lengkeng, durian, mangga, apel, jeruk dan jambu air.

Tujuan aplikasi teknologi off-season pertama -motif ekonomi­- dilakukan ber­kaitan dengan erat dengan karakteris­tik produk komoditas agobisnis yang berbeda dengan komoditas lainnya. Produk agro­bisnis mudah sekali rusak, mempunyai bio-massa besar, memerlukan tempat luas untuk gudang dan transpor, hasil pro­duknya beragam/multi grade (Gumbira, 2001). Dimana jika sedang panen raya -on-season, buah-buah seperti tidak ada harganya, terjual dengan harga sangat murah. Sedang jika tidak sedang musim, buah dengan kualitas dan kuantitas yang sama dijual dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal. Contoh konkretnya ada pada komoditas mangga, jeruk dan durian. 

Fenomena menarik yang berhu­bungan dengan Penjaminan Mutu Pangan (Food Safety), terjadi dalam bisnis buah-buahan, contohnya pada saat tidak musim Jeruk Lokam atau Ponkam dengan  mutu yang sangat buruk (off-grade) tetap habis diserbu pembeli. Dengan buah bisa dibu­ahkan sepanjang musim, maka keterse­diaan buah akan merata sepanjang tahun dengan jumlah yang cukup. Sehingga konsumen tetap memperoleh buah ber­mutu baik dengan harga wajar.

Bagi orang yang sudah mengetahui teknologi off-season, hal ini merupakan peluang bisnis yang sangat menarik. Namun seringkali untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya teknologi ini tidak diterapkan dengan bijak, apalagi jika yang menerapkan adalah klan peda­gang -pengijon, tengkulak dan pem­borong. Satu contoh penerapan teknologi yang tidak bijak banyak terjadi pada perkebunan mangga rakyat di Rembang, Ngawi, Situbondo, Probolinggo dan Pasuruan. Dimana jauh sebelum musim mangga mulai para pengijon sudah mendatangi petani/pekebun mangga, mereka mengontrak -mengijon mangga lebih tinggi dari harga pasaran biasa, petani senang bukan kepalang, keun­tungan besar dalam benaknya.

Kemudian setelah deal, para peng­ijon mengaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT), yang menghentikan fase vegetatif dan memunculkan fase generatif bunga dan buah. Biasanya dengan aplikasi ZPT buah mangga akan berbuah maju dua  bulan sebelum musimnya dan berbuah amat sangat lebat. Pengijon untung besar, karena selain harga mangga berlipat-lipat, kuantitas produksi mangga juga berlipat-lipat. Petani berpandangan bahwa Peng­ijon sedang beruntung -tiba beja, bahasa Jawanya- karena anugrah alam. Petani baru sadar ketika sehabis panen pohon-pohon mangganya tidak segera pulih dengan tumbuh pupus dan tunas baru. Pohon mangganya semakin hari semakin merana, daunnya banyak yang mengering, gugur atau mengeriting, dahan ranting mengkerut dan mudah patah (getas), daya tahan tanaman lemah (mudah terserang hama dan penyakit), dan tak jarang panen tersebut menjadi adalah panen terakhir karena pohon tersebut akhirnya mati.
Berbagai Teknologi Off-season.

Sebenarnya pada jaman mbah-mbah kita dulu teknologi off-season ini sudah diterapkan, antara lain tapi dengan cara mekanis antara lain dengan cara:
  1. Kerat : Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon).
  2. Pruning : Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  3. Pelukaan : Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.
  4. Pengikatan : Mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floem terhambat.
  5. Stressing air : Tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Kelima teknologi off-season konven­sional ini, pada prinsipnya adalah meru­bah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) -C/N ratio- dalam tubuh tanaman. Cara konvensional ini mem­punyai kelemahan yaitu tak terukur. Kalau aplikasinya kebetulan pas, ya berhasil tapi kalau tidak pas ya ga­gal. Dalam ber­budidaya cara konvensional ter­sebut tidak dire­komen­­­dasikan, karena selain tidak bisa mem­berikan kepastian, juga dapat meng­akibatkan kerusakan pohon se­ca­ra fisik dan fisiologis.

Cara terkini yang terukur dan paling ba­nyak dipilih adalah dengan menggu­nakan agro-chemical, beru­pa bahan aktif zat pe­ngatur tumbuh (ZPT). Pada prinsip­nya tek­nologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara meng­hambat fase pertum­buhan vegetatif de­ngan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif -bunga dan buah (Unggul Su­roso, 2008).

Tanaman yang ingin dibuahkan di luar musim harus memenuhi tiga prasyarat penting, yaitu :
  • Tanaman sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • Tanaman sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
  • Lebih utama tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan vege­tatif dalam bahasa Jawa disebut mepet (huruf vokal e dibaca seperti pada kata: pedang). Ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Pengaplikasian ZPT
Pada dasarnya, setiap sub-familia tanam­­an mempunyai ZPT yang berbeda-beda, walaupun ada ZPT yang bisa memberikan pengaruh pembungaan yang signifikan pada beberapa jenis tanaman. ZPT yang dipergunakan untuk memun­culkan bunga di luar musim antara lain adalah: NAA, Auxin, Gibberelin, Pak­lo­butrazol dan Po­tasium Klorat (KClO3).

Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), adalah jens ZPT yang mempunyai kegunaan men­dorong pembungaan serem­pak pada tanaman. Dengan konsentrasi 5-10 ppm disem­prot­kan ke seluruh bagian tanaman terutama stomata daun terbukti dapat memunculkan bunga.

Auxin secara khusus jarang diper­dagangkan dengan merk dagang tertentu, karena harganya per miligramnya yang sangat mahal. Tergolong dalam bahan laboratorium yang bisa didapatkan di toko bahan kimia. Auxin digunakan dalam dosis kecil, part per million (ppm), berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, per­tumbuhan akar pada stek batang, mem­perpanjang titik tumbuh serta mencegah gugur daun dan buah.

Gibberelin sebelumnya juga terma­suk bahan laboratorium yang mahal dan dipergunkan dalam dosis kecil seperti auxin, tapi kini sudah banyak di jual di pasaran da­lam bentuk suspensi, dengan merk antara lain: ProGibb dan Super Gib. Apabila meng­inginkan Gibberelin murni bisa diperoleh di toko bahan kimia dengan kode GA3 atau GA6. Gibberelin berfungsi membuat tanaman berbunga sebelum waktu­nya, membuat tanaman buah besar-besar tanpa biji, membuat tanaman jadi rak­sasa, mem­percepat tumbuhnya biji dan tunas dan merangsang aktivitas kambium. Baik auxin maupun gibberelin lebih cocok diper­gunakan untuk tanaman semusim seperti cabe, melon, semangka dan labu.

Paklobutrazol di pasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cultar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetatif dan memacu fase generatif. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas, daun menge­riting dan pertumbuhan vegetatif dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. Terbukti efektif dipergunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian.

Potasium Klorat (KClO3). Bahan kimia yang masih saudara dekat dengan bahan peledak yang dipakai Amrozi cs. dalam bom Bali ini, pada dosis tertentu telah terbukti dapat memunculkan bunga. Keberhasilan percobaan pembungaan yang dilakukan di Thailand, kini telah dipergunakan secara masal untuk komo­ditas lengkeng (Dimo­carpus longan) dan leci (Litchi chinensis).

Selain ZPT-ZPT tersebut di atas, ada juga produk untuk memunculkan buah off-season yang disajikan secara terpadu. Komposisi tidak hanya mengandung ZPT tetapi juga asam amino, unsur makro NPK dengan perbandingan tertentu dan mikro (Mg, Mn, B, Zn) yang dibutuhkan tanaman pada saat pembungaan dan pengisian buah. Ini dilakukan untuk memastikan pada saat tanaman dibuahkan di luar musim tidak akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. Merk dagang di pasaran ada berbagai macam seperti, untuk mem­buahkan lengkeng ada Formula Narin yang berasal dari Thailand atau Farmpion Booster dan Champion buatan Malaysia, yang bisa didapatkan di toko-toko per­tanian seperti: Hortimart AgroCenter Bawen-Semarang dan Trubus-Ungaran.

Syarat Pasca Aplikasi.

Pasca aplikasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Tanaman harus tercukupi air, Pemupukan bunga-buah yang tepat (waktu, komposisi & dosis), Sanitasi lingkungan dan Pengendalian hama dan penyakit. Sebenarnya pem­buahan di luar musim adalah pekerjaan berat bagi tanaman, sebab metabolisme dalam tubuh tanaman akan berubah -dari vegetatif ke generatif- dan berjalan dengan cepat. Hal itu yang menjadikan syarat agar air, nutrisi, sanitasi dan kesehatan tanaman harus terpenuhi.

Air diperlukan untuk tranpor nutrisi (hara) dari akar hingga proses fotosistesis yang berlangsung lebih cepat dengan kuantitas lebih banyak dari biasanya, mengingat hasil fotosintesis berupa pati dan fruktosa diproduksi dalam jumlah besar untuk pengisian buah. Pupuk kompos dan pupuk anorganik dengan komposisi Nitrogen rendah dan Fosfor-Kalium tinggi (misal NPK 10-30-30) diper­lukan untuk mendukung pem­ben­tukan bunga-buah. Pupuk kompos se­baiknya diberikan dua bulan sebe­lum aplikasi dilakukan de­ngan jumlah -untuk ta­naman umur 3 tahun- minimal 20 kg. Sedang pupuk anorganik diberikan dua kali lebih banyak daripada saat tanaman tidak berproduksi, untuk tanaman umur 3 tahun diberikan NPK nitrat 40 gr tiap 30 hari x 5 kali aplikasi, dengan cara diko­corkan dengan 5 liter air diantara pangkal batang dan batas tajuk terluar.

Berikutnya sanitasi dilakukan de­ngan cara membersihkan gulma total yang berada di bawah tajuk tanaman, sedang gulma/rumput di luar tajuk cukup dibabat 2-3 cm agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Hama yang dapat menggagalkan pembentukan bunga-buah adalah kutu putih yang hidup sebagai parasit pada pupus dan daun muda, ulat hijau kecil penggerek pupus dan lalat buah yang bertelur pada bakal buah. Untuk kutu putih dan ulat hijau dapat dibasmi dengan insektisida dengan perekat, sedangkan untuk lalat buah dijebak dengan perang­kap/lem berbahan aktif metil eugenol, merk di lapangan adalah Petrogenol, ATP, Laila dan Cherry Glue. Sebab apabila lalat buah tidak segera ditangkap, ia akan merontokkan buah, bertelur pada bakal buah dan larvanya akan kita temui di dalam buah yang sudah matang.

Sebenarnya pemenuhan syarat pasca aplikasi inilah yang paling penting berhu­bungan dengan kelangsungan hidup dan kesehatan tanaman. Terapkan tek­nologi ini dengan bijaksana agar tanaman Anda berbuah lebat dan pohon tetap sehat. (*)

Cara Membuat Racun Rumput Buatan Sendiri yang Murah Meriah dari Bahan di Sekitar Kita


Racun Rumput Buatan Sendiri - Bumi Kalimantan pada umumnya sangat subur. Saking suburnya rumput-rumput juga sangat cepat pertumbuhannya. Para petani sering mengeluhkan keadaan ini. Betapa tidak, setelah lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau dibakar, kalau sudah kena hujan sekali saja rumput lebih cepat menyusul. Tanaman yang ditanam belum besar rumputnya sudah lebih dulu meninggi dan menutupi tanaman. Biasanya petani banyak mengandalkan racun rumput buatan pabrik yang semakin hari semakin mahal. Untuk membersihkan lahan dari rumput biasanya dilakukan beberapa kali. Kalau rumput tebal biasanya petani membakarnya saja dulu, kemudian dibiarkan sekitar 2 minggu sampai rumput mulai Nampak tumbuh lagi. Setelah itu lahan yang mulai ditumbuhi rumput tadi disemprot dengan racun rumput. Kadang petani menanami dengan tanaman yang dikehendaki sebelum penyemprotan atau yang lebih sering dilakukan setelah penyemprotan. Setelah penyemprotan racun tersebut biasanya agak lama rumput baru tumbuh, ungkin biji rumput yang masih tersisa sebelumnya dan tidak sempat dimatikanoleh racun rumput pada penyemprotan sebelumnya. Sisa-sisa biji-biji rumput yang ada di tanah ini baru muncul sekitar 2-3 bulan kemudian (tergantung keadaan tanah, jumlah curah hujan, dll.).
Racun Rumput Buatan Sendiri
Racun Rumput Buatan Sendiri
Pada saat pemunculannya kembali inilah petani menyemprot lagi dengan racun rumput, sebelum rumput-rumput ini sempat mengeluarkan bijinya. Jangan sampai penyemprotan dilakukan terlambat, sehingga biji-biji rumput sempat terhambur. Demikian cara sebagian petani di Kalimantan, khususnya petani di Nunukan Kalimantan Timur yang pernah penulis temui. Beda dengan Petani di Jawa yang jarang menggunakan racun rumput pada usaha taninya, karena memang lahan yang tidak terlalu luas dan tenaga yang cukup banyak serta ternak yang memerlukan rumput setiap hari sehingga rumput selalu dipotong untuk pakan ternak. Penggunaan racun rumput yang relative sangat banyak dan sering inilah yang membengkakkan biaya usaha tani para petani di Kalimantan umumnya, Nunukan pada khususnya. Akhirnya banyak cara dilakukan oleh para petani untuk menghemat pengeluaran belanja racun rumput dengan cara mereka sendiri. Paling tidak ada 3 (tiga) cara yang Penulis akan paparkan disini, yang berasal dari pengalaman beberapa petani di Nunukan Kalimantan Timur yang telah Penulis temui.

RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?

 Bahan-bahan yang diperlukan :
  1. Bensin 1 liter
  2. Solar 1 liter
  3. Garam 1 kg
  4. Urea 1 kg
  5. Sabun Serbuk 1 kg
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12 Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinny untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini. Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.

Bahan-bahan yang diperlukan :
  1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
  2. Air Laut 12 liter
  3. Urea 2 kg
Cara membuat :
  1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
  2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
  3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
  4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13 Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Disebut Hervit Top 13 karena Bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.

Bahan-bahan yang diperlukan :
  1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
  2. Toak Pahit 3 liter
  3. Vitsin 250 gram
Cara membuat :
  1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
  2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
  3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
  4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter). Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam. Semoga berguna,
Hidup untuk petani Indonesia!