Selasa, 14 Juni 2016

7 Cara Membuat Buah Naga Cepat Berbuah dan Lebat


Cara Membuat Buah Naga Berbuah lebat
Selengkapnya apabila buah naga ingin berbuah cepat dan lebat sepanjang tahun perlu dipenuhi unsur-unsur berikut ini:
Cara Membuat Buah Naga Berbuah lebat
Cara Membuat Buah Naga Berbuah lebat
  • Lama penyinaran untuk fotosintesis selama 14 jam.
  • Pemupukan organik berupa kompos yang bermutu  setahun 2 kali (awal dan akhir musim penghujan), sebanyak 20 kg setiap kali aplikasi.
  •  Pemupukan NPK setiap bulan dengan dosis 25 gr/aplikasi/pohon. Jika 4 pohon berarti 100 gr NPK. Sebaik nya diaduk dgn Trichokompos hal ini akan mempercepat dan mengoptimalkan penyerapan unsur hara oleh tanaan tsb.
  • Penyiraman dengan cara selalu menjaga kelembaban di sekitar pangkal batang (jangan sampai tergenang).
  • Bunga mekar pada malam hari, apabila mengandalkan penyerbukan alami tingkat keberhasilan menjadi buah sekitar 30-50%, karena serangga penyerbuk banyak yang sedang tidur pulas. Untuk meningkatkan keberhasilan berbuah hingga 85%, bisa dibantu secara manual dengan menggunakan cotton bud untuk menyerbuk benang sari pada putik.
  • Pemangkasan. Ini sangat penting untuk selalu menjaga fase generatif. Rumus pemangkasannya adalah: 
  • Dari pangkal batang hingga kepala tiang buah naga, hanya disisakan batang primer/utama, apabila tumbuh percabangan sekunder semuanya harus dipangkas.
  • Saat batang utama mencapai kepala tiang, perlu dipangkas agar tumbuh 4-8 percabangan/sulur sekunder yang menyebar merata seperti air mancur dari kepala tiang buah naga.
  • Apabila sulur air mancur hampir menyentuh tanah, maka perlu dipangkas dengan jarak 50 cm dari permukaan tanah.
  • Batang yang yang sudah 3-4 kali berbuah harus dipangkas, agar terganti oleh batang baru yang siap berbuah.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan hanya seperlunya saja, apabila ada serangan.
Demikian, semoga bermanfaat

Senin, 13 Juni 2016

Cara Menanam Jagung dengan Metode tanpa Olah Tanah


Tanam Jagung Tanpa Olah Tanah - Ada berbagai macam cara menanam jagung salah satunya dengan menerapkan metode tanpa olah tanah (TOT). Pengertian tanpa olah tanah di sini adalah cara penanaman tanpa perlakuan persiapan lahan seperti pembalikan dan penggemburan tanah terlebih dahulu, hanya diperlukan lubang untuk membenamkan benih kedalam tanah.
Tanam Jagung Tanpa Olah Tanah
Di negara maju penanaman tanpa olah tanah biasanya menggunakan alat planter. Sedangkan di Indonesia biasanya cukup menggunakan tugal. Tugal diperlukan untuk melubangi permukaan tanah tempat benih ditanam.

Perlu diketahui cara menanam jagung tanpa olah tanah ini tidak bisa diterapkan di semua jenis lahan. Hanya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang cocok untuk metode ini. Tanah yang keras tidak bisa menerapkan metode tanpa olah tanah.

Biasanya metode tanpa olah tanah cocok diterapkan di lahan sawah, bekas tanaman padi yang telah selesai di panen. Bisa diterapkan di sawah tadah hujan maupun sawah beririgasi teknis yang ingin menerapkan rotasi tanaman. Jerami bekas tanaman padi sangat berguna sebagai mulsa untuk tanaman jagung.

Kelebihan dan kekurangan metode TOT (Tanpa Olah Tanah)
Cara menanam jagung dengan metode tanpa olah tanah memiliki kelebihan dan kekurang. Berikut ini kelebihan penerapan metode tanpa olah tanah:
  • Menyingkat waktu budidaya karena petani tidak perlu melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu.
  • Menghemat ongkos tenaga kerja.
  • Menghindari kerusakan tanah, karena tanah yang terlalu sering dibalik dan digemburkan akan mengalami pengerasan dalam jangka panjang. Selain itu tanah yang dibajak atau digemburkan akan terbuka, sehingga ada potensi hilangnya mineral tanah.
  • Mengurangi erosi lapisan hara tanah bagian atas karena proses pengolahan.
Sementara itu kekurangan metode tanpa olah tanah antara lain:
  • Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Karena tanah tidak dibuka ada kemungkinan sisa-sisa hama yang masih berkembang biak di atas lahan, dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman berikutnya.
Persiapan lahan
a. Penyiapan mulsa jerami
Langkah persiapan yang diperlukan adalah pembersihan lahan. Bersihkan jerami sisa panen padi dari lahan dengan cara merajang atau mencacahnya. Kemudian taburkan secara merata di atas permukaan lahan. Jerami ini berguna sebagai mulsa penutup tanah.

b. Penyiapan drainase
Siapkan drainase di lahan yang akan digunakan. Drainase dibuat berbentuk garis lurus dengan jarak antar ruas sekitar 2 meter. Tujuan pembuatan drainase ini untuk membuang kelebihan air, karena tidak ada pengolahan tanah, seperti peninggian bedeng tanam. Jangan sampai lahan terendam air.

c. Pembersihan gulma
Gulma menjadi faktor yang cukup mengganggu dalam metode tanpa olah lahan. Bila laha yang kita gunakan ditumbuhi gulma sebaiknya terapkan pembersihan gulma dengan herbisida. Apabila gulmanya cukup banyak, gunakan herbisida sistemik yang bisa membasmi gulma hingga ke akarnya. Silahkan gunakan merek herbisida yang sesuai dengan kebutuhan Anda (kami tidak menyebutkan merek) dan gunakan sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Setelah 3 hari kontrol kembali lahan, apakah masih terdapat gulma atau tidak. Bila masih terdapat gulma lakukan lagi penyemprotan. Seminggu setelah penyemprotan herbisida, lahan siap untuk ditanami.

d. Pemupukan dan pengapuran
Bila bekas lahan yang digunakan kurang subur, bisa ditambahkan penambahan pupuk organik. Boleh pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk ditaburkan dalam bentul larik, sesuai dengan baris lubang tanam. Dosis pupuk organik untuk tanaman jagung sekitar 1,5-2 ton per hektar. Bila perlu bisa lakukan pengapuran, cara menebarkan kapur sama dengan pupuk dalam bentuk larikan. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektar.

Tahapan penanaman
a. Penyiapan benih
Gunakan benih unggul yang memiliki tingkat keberhasilan tumbuh lebih dari 95%. Penyiapan benih sebaiknya mengikuti anjuran produsen benih tersebut. Bagi benih jagung yang bukan dari pabrikan, benih bisa disiapkan terlebih dahulu dengan cara merendam terlebih dahulu dengan insektisida. Gunannya agar benih terlindung dari serangan penyakit saat. Bagi benih yang diproduksi pabrik biasanya sudah dicampur dengan insektisida, penampakan benih biasanya berwarna merah, sehingga tidak perlu perendaman dengan insektisida.

b. Pengaturan jarak tanam
Jarak tanam untuk tanaman jagung dalam satu baris sekitar 20 cm, sedangkan jarak antar baris 70-75 cm. Bila bedengan yang dibuat selebar 2 meter, akan terdapat setidaknya 3 baris tanaman jagung dalam satu bedeng.

c. Penanaman
Penanaman benih bisa dilakukan maksimal seminggu setelah pemberian pupuk organik dan pengapuran. Lubang tanam dibuat dengan tugal atau mesin planter. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm. Masukkan 2 benih jagung dalam satu lubang tanam. Kemudian tutup dengan dengan tanah, jangat dipadatkan.

Siapkan juga tempat penyemaian benih secara terpisah, gunanya untuk menyulam tanaman jagung yang gagal tumbuh. Agar tanaman hasil sulaman memiliki umur yang sama dengan tanaman yang telah ditanam di lahan.

Periksa pertumbuhan benih setelah satu minggu. Kemudian sulam benih yang gagal tumbuh dengan bibit yang telah disemaikan di tempat terpisah. Usahakan penyulaman dilakukan dengan tanaman yang seumur.

d. Pemberian pupuk tambahan
Pemupukan tambahan dilakukan sebanyak 2- 3 kali dalam satu masa tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan jenis benih yang digunakan. Jagung hibrida biasanya membutuhkan pemupukan yang lebih banyak dibanding jagung biasa.

Jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman jagung harus memenuhi unsur N, P dan K. Unsur N bisa didapatkan dari urea, unsur P dari SP-36 dan unsur K dari KCl. Takaran pupuk untuk budidaya jagung berdasarkan anjuran Balitbangtan per hektarnya adalah 350 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl.

Bila kesulitan mendapatkan KCL, unusr K bisa didapatkan dari pupuk NPK. Dengan takaran sebagai berikut , 400 kg NPK 15:15:15 + 270 kg urea + 80 kg SP-36 untuk setiap hektarnya. Untuk frekuensi pemukan dua kali, berikan pada 10 dan 35 hari setelah tanam (hst). Untuk frekuensi pemupukan 3 kali berikan pada umur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst.
Pengairan

Pengairan yang paling mudah digunakan untuk penanaman jagung di lahan sawah adalah dengan sistem penggenangan. Bagian yang digenangi air hanya bagian parit drainase saja bukan seluruh lahan. Caranya alirkan air ke saluran drainase yang telah dibuat. Biarkan air meresap pada tanah bedengan. Setelah tanah tampak basah, keluarkan kembali air dari saluran drainase.

Ada 5 fase pertumbuhan tanaman jagung yang memerlukan pengairan, yakni fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan, fase pengisian biji dan fase pematangan.

Panen dan pasca panen
Tanam Jagung Tanpa Olah Tanah
Salah satu cara pengeringan jagung di Tuban, Jawa Timur.
Tanaman jagung bisa dipanen sekitar 100 HST, tergantung dari jenis benih yang digunakan. Secara fisik jagung yang siap panen terlihat dari daun klobotnya yang mengering, berwarna kekuningan. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah masa fisiologinya akan berakibat pada komposisi kimia jagung yang menentukan kualitasnya.

Setelah panen jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara pengeringan yang paling umum adalah dengan menjemurnya di ladang bersama-sama dengan klobotnya. Atau bisa juga dikupas kelobotnya kemudian jagung dijemur di lantai atau di atas terpal.

Kerusakan masih bisa terjadi saat proses pengeringan terutama bila panen dilakukan di musim hujan. Jagung yang masih basah sangat rentan dengan serangan jamur atau cendawan. Jamur bisa merusak hasil panen hingga lebih dari 50%.

Referensi
  • Anonim. 2008. Teknologi budidaya jagung. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  • Amir, MP dan Farida Arief. 2012. Teknologi Budidaya Jagung (Zea maize) Tanpa Olah Tanah (TOT). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan.

Sabtu, 11 Juni 2016

10 Resep Obat Tradisional dan Alami yang Sangat Ampuh Usir BATUK, Begini Cara Membuatnya!


Obat BATUK Tradisional - Ditengah perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau selalu diwarnai oleh timbulnya penyakit. Salah satunya adalah batuk.

Nah, jika Anda terserang batuk, jangan buru-buru membeli obat yang mahal. Obat batuk tradisional banyak di sekitar kita tanpa kita sadari. Berikut ini 5 obat batuk alami yang ampuh untuk meredakan batuk dan tentunya aman dikonsumsi dibanding obat-obatan kimia.
Obat BATUK Tradisional
Obat BATUK Tradisional
1. JAHE MERAH
Bahan :
- ½ kg jahe merah
- ¼ kg gula merah
- 1000 cc air bersih

Cara membuat :
- Kupas jahe merah dan cuci bersih hingga tanah pada jahe merah telah hilang
- Rajang halus gula merah
- Rebus semua bahan yang telah disiapkan ke dalam air bersih dan biarkan hingga mendidih
- Saring rebusan tersebut dan ambil airnya lalu minum

2. DAUN KAYU PUTIH
Bahan :
- 10gram daun kayu putih
- 3 gelas air bersih

Cara Membuat:
- Siapkan sebanyak 10gram daun kayu putih
- Rebuslah dengan air bersih 3 gelas
- Rebus hingga air hanya tersisa satu gelas saja
- Minum air rebusan ini selagi masih hangat.

3. CABE JAWA
Bahan :
- 6 gram cabe jawa
- Madu secukupnya

Cara Membuat:
- Tumbuk sampai halus cabe jawa kering yang sudah anda siapkan
- Minumlah cabe ini dengan satu sendok madu murni dengan takaran satu hari sekali saja

4. ASAM JAWA
Bahan :
- 10 gram asam jawa
- Gula Merah secukupnya
- 1 gelas air panas

Cara Membuat:
- Seduhlah asam jawa menggunakan air panas yang sudah anda siapkan
- Masukan juga gula merah secukupnya
- Minum air ramuan ini sehari 2 kali, dan minumlah selagi air masih hangat

5. JERUK NIPIS
Bahan :
- 1 buah jeruk nipis
- Gula Batu secukupnya
- Sepucuk jari kapur sirih
- 1 gelas air hangat

Cara Membuat:
- Belahlah menjadi 2 jeruk nipis segar
- Bagian yang terbelah olesi dengan kapur sirih
- Diamkan sebentar buah jeruk
- Bakar bagian kulit luar jeruk nipis samapi mengeluarkan buih
- Peras jeruk nipis tambahkan sedikit gula batu aduk hingga rata
- Minumlah air perasan ini

6. DAUN SIRIH
Bahan :
- 5 lembar daun sirih
- Jahe Secukupnya
- 1½ air bersih

Cara Membuat:
- Rebus daun Sirih secukupnya
- Campurkan potongan Jahe
- Rebus hingga air sampe ukuran 1 gelas
- Minumlah sehari satu kali agar tubuh tetap hangat

7. KENCUR
Bahan :
- Kencur Secukupnya
- Madu Secukupnya
- Sedikit Garam

Cara Membuat:
- Cuci bersih kencur lalu kupas kulitnya
- Parut kencur yang telah dicuci dan dikupas lalu peras dan ambil airnya
- Aduk semua ramuan tersebut hingga tercampur rata
- Minum ramuan tradisional dari kencur ini 2 kali sehari

8. BELIMBING WULUH
Bahan :
- 10 belimbing wuluh
- 1 Gelas Air
- Sedikit Garam

Cara Membuat:
- Belimbing wuluh parut hingga halus
- Masukan parutan tersebut dalam segelas air, tambahkan sedikit garam
- Saring dan buang ampas belimbing wuluh
- Minum ramuan tradisional ini 2 kali sehari

9. BUAH KAPULAGA

Bahan :
- 5 butir buah kapulaga
- 1 gelas air bersih

Cara Membuat:
- Rebus buah kapulaga dengan air hingga mendidih
- Minum ramuan tradisional ini selagi masih hangat

10. KEMANGI
Bahan:
- 1-2 gelas air putih
- 2-3 daun kemangi

Cara Membuat:
- Rebus daun kemangi dengan air.
- Minum ramuan hangat ini supaya batuk lekas hilang.

Kesepuluh macam obat batuk tradisional ini sangat mudah didapatkan di sekitar kita. Bahkan beberapa diantaranya sering dijadikan sebagai bumbu dapur.

Jumat, 10 Juni 2016

Cara Mudah Membuat Pestisida Alami Kuat, Ampuh Membasmi Hama Tanaman

 

Cara Membuat Pestisida Alami - Di tengah gencarnya produk pertanian modern, ada kekhawatiran sebagian pihak dengan masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tubuh melalui pestisida yang biasa digunakan pada tanaman tersebut.

Hama yang tak terkendali memang menjadi kegusaran tersendiri bagi petani. Hama ini merupakan tantangan yang banyak merugikan petani. Cara paling mudah untuk membasmi dan mengendalikannya adalah menggunakan pestisida yang banyak dijual di pasaran.

Bagi anda yang menyukai tumbuhan organik, sebenarnya ada tips-tips mudah membuat pestisida atau pembasmi serangga berbahan alami yang dibuat dari materi-materi nabati.
Cara Membuat Pestisida Alami
Cara Membuat Pestisida Alami
Macam-macam Pestisida Alami

Bawang Putih dan Cabe
  • 3 siung bawang putih dan segenggam cabe
Caranya: semua bahan direbus  dalam panci dan tambahkan  sabun cuci piring 3 sendok makan
diaduk dan diamkan selama 1 hari. Siap untuk digunakan.

Papaya Spray
  • 1 kg daun pepaya dipotong-potong, campur dengan 1 liter air.
  • Diamkan selama 1 jam.
  • Aduk dan tambahkan 4 liter air dan 4 sdm sabun, aduk rata.
  • Dapat digunakan untuk Aphid, termites, bugs and ulat.
Pestisida Ginger/Jahe
  • Tumbuk 1 genggam jahe  dan masukkan dalam 1 ember air.
  • Diamkan selama 1 hari.
  • Semprotkan ke tumbuhan yang rusak untuk menahan pertumbuhan larva cacing dan ulat.
Tomato Leaves Spray/Daun Tomat
  • Dapat untuk mengusir aphid, semut, ulat, telur serangga, lalat, jamur dan bakteri.
  • Masak 1 kg daun tomat dalam 2 liter air selama 30 menit
  • Tambahkan segenggam daun, batang dan buah tomat, dan 2 liter air.
  • Campur semua bahan lalu diamkan selama 6 jam /1/2 hari.
  • Aduk lalu tambahkan 4 sdm sabun.
  • Semprotkan tiap 2 hari sekali jika  hama dalam jumlah banyak.
PERHATIAN
  • Pestisida daun tomat ini  sangat keras, jadi gunakan sarung tangan dan masker saat menyemprot. Dan cucilah tangan setelah menyemprot.
  • Sabun digunakan sebagai perekat pestisida.
  • Tetapi bisa diganti dengan air rebusan singkong, atau air rebusan kentang, dan diamkan selama 1 hari.

Tobacco Leaves spray/Daun Tembakau
  • Menggunakan pestisida daun tembakau hanya dilakukan sebagai last option atau pilihan terakhir.
  • Gunakan pakaian pelindung, sarung tangan dan masker saat menggunakan pestisida ini. Karena sangat keras dan juga dapat membunuh serangga lain yang berguna.
  • Rendam 1 kg daun tembakau yang sudah  dipotong-potong dalam 15 liter air selama 1 hari 1 malam. Tambahkan 2 sdm sabun cair. Aduk rata.
  • Dapat membasmi aphid, virus daun keriting, ulat dll.
  • Tapi jangan digunakan untuk  pohon tomat, kentang, terong, cabe dan mawar.
Dengan pestisida ini akan tercipta solusi jangka pendek untuk mengatasi hama. Namun begitu, sebaiknya digunakan jika perlu saja. Jangan gunakan pestisida nabati/alami jika tidak ada hama atau sayuran/tumbuhan yang rusak.. Bahkan sebaiknya tidak digunakan jika  kerusakan tumbuhan hanya sedikit sekali.

Beberapa insektisida alami sangat kuat dan dapat membunuh semua serangga, baik perusak maupun
yang berguna.  Jadi berhati-hatilah, sebagian besar serangga tidak merusak tumbuhan kita, dan dengan membunuh mereka dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.

Berikut beberapa tips penting yang perlu anda ketahui:
  • -Stop penggunaan pestisida alami setidaknya 2 minggu sebelum panen. Ini sangat penting  untuk mencegah sayuran/buah terkontaminasi pestisida yang dapat menyebabkan manusia sakit.
  • -Lakukan rotasi penggunaan pestisida alami untuk mencegah serangga menjadi kebal  terhadap satu macam pestisida. Silakan bereksperimen, yang satu bisa jadi lebih baik dr yang lainnya.
  • -Semprot  pestisida alami di pagi hari atau senja untuk mencegah tumbuhan terbakar karena panas matahari.
  • -Saat musim basah /hujan, paling tidak semprot 3 jam sebelum turun hujan, sehingga penyemprotan berdampak maksimum.

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga - Pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman dapat memberikan fungsi ganda, selain menghasilkan pupuk juga membantu masyarakat hidup bersih. Sekitar 70 % sampah yang dihasilkan setiap hari merupakan sampah rumah tangga dan tidak ada penampungan yang baik. Dengan demikian, Pengolahan sampah organik hasil buangan sampah rumah tangga dapat mengurangi sampah sayuran dan buah yang berpotensi penyebab kekumuhan dan pencemaran lingkungan menjadi bahan yang lebih berdaya guna dan bernilai ekonomis. Untuk itu, kita perlu mensosialisasikan pemanfaatan sampah organik di lingkungan keluarga atau rumah tangga menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi (Rita Punto, 2014). Sedangkan menurut Indriani (2005) kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami penguraian sehingga sudah tidak dikenali bentuk aslinya, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. Kompos cair atau pupuk organik cair adalah pupuk cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan. Manfaat kompos secara umum sebagai Penyubur lahan pertanian, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, penambah dan meningkatkan unsur hara, usaha reklamasi lahan bekas galian tambang, penyubur daerah rawa, peningkatan kadar PH di daerah lahan asam (windi, 2011), dan meningkatkan daya tahan dan daya serap air.
Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga
Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga
Bahan pembuatan pupuk kompos adalah sampah sayur, kulit buah-buahan, daun-daun kering hasil dari kebun, bioaktivator alami EM4 ataupun MOL , dan (tape + air gula merah/ gula putih + air kelapa). Sedang alat yang digunakan dalam pembuatan wadah limbah adalah tong plastik bekas ukuran 20 liter, 1 buah, sambungan pipa berbentuk T, 1 buah, kran plastik, 1 buah, Lem PVC, meteran, bor, pemotong pipa/gergaji, dan pipa besi berukuran 1 inchi.

CARA MEMBUAT
  • Buat dua lubang udara menggunakan pipa besi yang dipanaskan di sisi kanan dan kiri tong plastik dengan diameter disesuaikan dengan diameter pipa paralon.
  • Buat satu lubang lagi yang terletak kurang lebih 10 cm di bawah lubang pertama menggunakan pipa besi yang dipanaskan. Diameter lubang disesuaikan dengan diameter pipa paralon, sedangkan posisi lubang bisa terletak pada sisi diantara dua lubang di atas.
  • Buat lubang-lubang kecil menggunakan bor di badan pipa paralon berukuran 13 cm dan 10 cm. Bungkus lubang-lubang kecil tersebut menggunakan kasa plastik dengan rapi.
  • Selanjutnya instalasi udara komposter dapat dirangkai, dimulai dengan memasang kedua pipa paralon berukuran 13 cm pada lubang kanan dan kiri tong plastik. Kedua pipa paralon tersebut dimasukkan dari arah dalam tong plastik hingga keluar sekitar 3 cm dari dinding tong plastik sehingga panjang pipa paralon di bagian dalam sekitar 10 cm.
  • Kedua ujung pipa paralon yang mencuat keluar tong plasting ditutup dengan kasa plastik. Cara penutupannya dengan memberikan lem PVC di ujung pipa dan tempelkan kasa plastik tersebut dengan rapi.
  • Selanjutnya di bagian dalam tong plastik, kedua pipa berukuran 13 cm disambung dengan sambungan pipa berbentuk T dengan salah satu kaki sambungan menghadap ke bawah.
  • Dari kaki sambungan pipa berbentuk T yang menghadap ke bawah disambung dengan pipa paralon berukuran 10 cm.
  • Kemudian pada ujung bagian bawah pipa paralon berukuran 10 cm tersebut disambung dengan sambungan pipa berbentuk L dengan salah satu ujung sambungan pipa berbentuk L tersebut menghadap ke lubang ketiga.v Dari sambungan pipa berbentuk L disambung pipa paralon berukuran 9 cm mengarah ke lubang ketiga, kemudian sambungkan dengan kran plastik dari bagian luar.
TEKNIK PENGOMPOSAN
  • Seperti diuraikan di atas, alat yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cair adalah komposter. Komposter ini merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengolah semua jenis limbah organik rumah tangga menjadi kompos baik dalam bentuk padat maupun cair. Jadi semua sampah yang tergolong limbah organik bisa digunakan sebagai bahan, seperti sisa sayur, buah, sisa makanan, sisa dapur, bahkan limbah organik dari kebun.
  • Semua bahan dirajang terlebih dahulu agar proses dekomposisinya lebih cepat dan sempurna. Selain itu potongan yang kecil-kecil bisa memaksimalkan kapasitas atau daya tampung komposter.
  • Siapkan bio aktivator komposer untuk membantu proses dekomposisi. Sebaiknya ditambahkan air cucian beras dan gula merah untuk menambah energi mikroba dekomposer tersebut.
  • Larutkan mikroba dekomposer dengan 1 liter air. Konsentrasi larutan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan produk mikroba dekomposer yang digunakan.
  • Masukkan semua bahan ke dalam komposter yang sudah disiapkan sedikit demi sedikit sambil disiram larutan mikroba dekomposer, sehingga pemberian aktivator bisa merata keseluruh bahan. Setelah semua bahan dimasukkan lalu tutup rapat-rapat komposter tersebut.
  • Pada awal pemakaian komposter baru bisa menghasilkan air lindi atau kompos cair dalam waktu dua minggu. Selanjutnya pengambilan lindi dapat dilakukan dalam waktu 2-3 hari sesuai kebutuhan.
  • Pengabilan air lindi hanya sebatas kran, karena air lindi di bawah kran dibiarkan saja untuk membantu proses dekomposisi. Air lindi tersebut sudah banyak mengandung mikroba aktivator sehingga dapat digunakan untuk melakukan pengomposan.
  • Air lindi yang sudah diambil sebaiknya dicampur lagi dengan mikroba dekomposer agar kandungan mikrobanya lebih banyak. Berikan 10 ml mikroba dekomposer per liter air lindi. Diamkan selama 2-3 hari, setelah itu pupuk organik cair siap untuk diaplikasikan. Pupuk organik cair tersebut bisa disimpan selama 1-2 bulan.
  • Jika pengomposan awal sudah berjalan, selanjutnya limbah organik bisa dimasukkan setiap hari. Jika komposter sudah penuh, maka kompos padat yang ada di dalam bisa diambil sesuai dengan jumlah sampah organik yang akan dimasukkan.
Dengan mengolah sampah dapur kita mendapatkan berbagai manfaat antara lain : menghemat sumber daya alam, mengurangi uang belanja, menghemat lahan TPA, dan lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman). Sumber : http://cybex.pertanian.go.id/gerbangdaerah/detail/10546

Kamis, 09 Juni 2016

Panduan Cara Mudah Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah

Cara Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah - Cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang saat ini banyak digunakan untuk bumbu masakan. Harga komoditas ini di pasaran juga berfluktuasi. Apalagi ketika mendekati hari-hari besar seperti lebaran, harga cabe langsung meroket sampai 60-100 ribu/kg.

Oleh sebab itu banyak orang yang tertarik untuk menanam cabe, baik untuk dijual ataupun hanya sekedar untuk dipakai sendiri. Untuk menanam cabe tentu diperlukan sebuah lahan untuk bercocok tanam. Sayang saat ini di daerah perkotaan tidak banyak tersedia lahan yang bisa dimanfaatkan. Tetapi hal itu bisa disiasati dengan cara menanam cabe di dalam polybag atau pot.

Langkah Budidaya Cabe
Untuk menanam cabe di dalam pot atau polybag relatif lebih mudah untuk dilakukan. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Tetapi baiknya cabe ditanam pada daerah yang berada pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Sedangkan suhu yang cocok berkisar 24-27oC, tetapi masih bisa bertahan terhadap suhu dibawah itu. Hal itu tergantung pula dengan jenis cabe yang ditanam.
Cara Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah
Cara Menanam Cabe di Polibag dengan Hasil Melimpah
Salah satu cabe yang paling cocok untuk ditanam di pekarangan rumah adalah jenis cabe rawit dan cabe keriting. Jenis cabe ini sangat cocok untuk ditanam di iklim tropis dan rasanya pedas juga disukai oleh banyak orang. Berikut kami berikan tutorial cara menanam cabe keriting dalam polybag.

Memilih Benih Cabe

Untuk mendapatkan cabe berkualitas tentu perlu untuk memilih benih terbaik. Di pasaran banyak sekali tersedia berbagai jenis cabe mulai dari cabe hibrida sampai varietas lokal. Untuk cara penanaman kedua jenis cabe ini relatif sama tetapi khusus cabe hibrida biasanya untuk mendapatkan hasil maksimal harus diberikan obat-obatan tertentu.

Jenis cabe hibrida banyak di-import dari Thailand dan Taiwan, sedangkan untuk jenis cabe lokal banyak ditanam di Kudus, Rembang hingga Tanah Karo, Sumatra Utara. Saat ini para petani lebih memilih bibit cabe lokal yang telah diseleksi karena produktivitasnya lebih baik daripada yang tidak diseleksi.

Selain itu dari segi teknis cara menanam cabe lokal lebih mudah dibandingkan dengan cabe hibrida. Cuma dari segi produktivitas cabe hibrida lebih unggul dari cabe lokal. Untuk pemula yang baru belajar cara budidaya cabe sebaiknya menggunakan bibit cabe lokal.

Proses Penyemaian Bibit Cabe

Untuk menanam cabe di dalam polybag atau pot sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih. Proses pertama yang harus dilakukan adalah menyemai bibit dilahan. Hal ini untuk menyeleksi bibit cabe, agar bibit yang tidak bisa tumbuh dengan baik karena cacat atau memiliki penyakit tidak ditanam.

Selain itu proses ini bertujuan untuk menunggu agar bibit cabe tumbuh cukup kuat untuk ditanam di tempat yang lebih besar. Untuk lahan tempat menyemai bibit cabe bisa dilakukan di polybag, pot, baki persemaian atau membuat petakan tanah. Untuk saat ini kita akan membahas cara penyemaian bibit pada petakan tanah.

Langkah pertama adalah membuat petakan tanah dengan ukuran secukupnya. Buat campuran kompos dan tanah kemudian aduk hingga rata. Butiran tanah diolah dengan sehalus dan segembur mungkin. Tujuannya agar perakaran bisa menembus lahan dengan mudah. Buatlah petakan tanah dengan lebar 5-10 cm, kemudian buat larikan di atasnya dengan jarak 10 cm.

Setelah lahan siap, langkah selanjutnya adalah memasukan benih cabe ke larikan dengan jarak 7,5 cm. Setelah itu siram untuk membasahi lahan dan tutup tipis dengan tanah atau kompos. Bila sudah selesai tutup lahan yang telah ditaburi bibit dengan karung goni basah dan biarkan 3 sampai hari. Pertahankan karung goni tetap basah sampai hari ke 4 biasanya bibit cabe sudah mulai muncul di permukaan tanah, kemudian buka karung goni tersebut.

Bila bibit-bibit cabe sudah mulai tumbuh, buatlah penutup dari plastik transparan untuk melindungi bibit cabe kecil dari air hujan dan panas matahari langsung. Salah satu tanda bibit cabe sudah siap untuk ditanam adalah sudah adanya 3-4 helai daun dan bibit telah berumur sekitar 1 bulan.

Menyiapkan Media Tanam
Bila bibit cabe sudah besar, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam. Gunakan pot atau polybag dengan ukuran minimal 30 cm, agar media tanam bisa menopang pertumbuhan cabe yang subur. Bila kesulitan untuk mendapatkan polybag bisa menggunakan media tanam lain seperti pot plastik, kantong semen dan tanah.

Bisa juga menggunakan wadah bekas yang tidak terpakai, lubangi bagian bawah agar bisa mengalirkan air. Untuk menanam cabe di dalam polybag bisa memakai media tanam dari campuran tanah, pupuk kandang, kompos, arang, sekam padi, atau bahan lain yang serupa. Beberapa contoh komposisi media tanam yang bisa kamu terapkan seperti campuran kompos dan tanah dengan komposisi 1:2.

Bisa juga dengan komposisi tanah, arang sekap dan pupuk kandang dengan kamposisi 1:1:1. Sedangkan campuran yang terakhir adalah campuran antara pupuk kandang dan tanah dengan komposisi 1:2. Untuk pupuk kandang bisa mengunakan pupuk kandang yang matang. 

Pastikan bahan yang digunakan sebagai media tanam memiliki kualitas yang baik. Gunakan saringan untuk mengayak media tanam agar mendapat media tanam yang halus. Berikan sedikit pupuk NPK sekitar 3 sendok pada setiap polybag. Aduk pupuk tersebut hingga benar-benar menyatu dengan media tanam.
Tempatkan media tanah pada tempat yang tidak tergenang air, atau Anda bisa membuat tepat tersebut dengan melapisi pecahan genteng, koral kecil dan juga sabut kelapa. Tujuannya agar air tidak tergenang di tempat tersebut.

Cara Menanam Cabe Dalam Polybag
Bila bibit sudah tumbuh cukup besar pindahkan bibit cabe dari tempat penyemaian ke dalam media tanam. Ketika memindahkan bibit cabe usahakan ketika suhu tidak terlalu panas, idealnya pada waktu pagi dan sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik sehingga tanaman terjaga dari sengatan sinar matahari langsung.
Lakukan pemindahan dengan hati-hati, perhatikan akar tanaman agar jangan sampai rusak. Buatlah lubang pada media tanam sedalam 5-7 cm. Bila pembibitan dilakukan di dalam polybag maka pindahkan bibit cabe bersamaan dengan polybag ke tempat yang lebih besar.

Tetapi bila pembibitan dilakukan pada lahan tanah, maka proses pemindahannya bibit cabe dengan sedikit tanah yang menempel ke tempat media tanam yang baru.

Memelihara dan Merawat Tanaman Cabe
Seperti kebanyakan tanaman budidaya yang lain cabe juga memerlukan perawatan rutin agar bisa tumbuh dengan baik. Perawatan pada cabe meliputi penyiraman, pemberian pupuk, membersihkan dari gangguan gulma dan lain-lain. Berikut cara merawat tanaman cabe:
  • Pemberian pupuk. pupuk yang baik untuk tanaman cabe adalah jenis pupuk kompos, tetapi perlu juga diberikan pupuk buatan seperti NPK dengan dosis satu sendok/polybag setiap bulan. Apabila jenis ingin membudidayakan tanaman organik makan pemupukan bisa diganti dengan menyemprotkan pupuk organik pada masa pertumbuhan daun dan buah.
  • Penyiraman. Untuk menjaga kesegaran pada tanaman cabe sebaiknya dilakukan penyiraman setiap 3 hari sekali. Tetapi bila suhu panas sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari sekali.
  • Pengajiran. Bila tanaman cabe sudah tumbuh besar, berikan ajir atau penahan dari bambu atau kayu. Fungsi dari pengajiran adalah sebagai penopang tanaman cabe agar tidak mudah roboh.
  • Perompesan. Tunas muda yang baru tumbuh pada tanaman cabe sebaiknya dihilangkan. Aktivitas perompesan dilakukan pada saat tanaman cabe berusia 20 hari setelah masa tanam. Perompesan dilakukan 3 hari sekali sampai terbentuknya cabang. Manfaat dari perompesan adalah untuk menjaga agar tanaman cabe tetap tegak dan tidak tumbuh ke samping ketika bambu belum kuat menopang.
  • Pengendalian hama dan penyakit. untuk menjaga tanaman tetap tumbuh subur maka perlu dilakukan perawatan agar tidak terserang hama atau penyakit. Untuk menghilangkan hama bisa menggunakan petisida organik atau kimia. Jangan terlalu sering menggunakan pestisida, karena akan merusak tanaman cabe.
Masa Panen Cabe
Umur cabe yang siap untuk dipanen sangat bervariasi, tergantung dengan jenis varietas dan lingkungan. Waktu yang tepat untuk memanen cabe adalah ketika cabe berwarna merah dan masih ada garis hijau pada buahnya. Cabe dengan ciri tersebut memiliki bobot maksimal dan bisa bertahan 1 – 2 harian. Waktu yang tepat untuk memanen cabe adalah pagi hari agar kesegaran cabe tetap terjaga hindari panen di siang atau malam hari.

Cara menanam cabe ini bisa diterapkan pada budidaya cabe sekala besar atau kecil, tinggal menyesuaikan aja jumlah dan luasannya.

Rabu, 08 Juni 2016

Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Semangka Yang baik dan Benar


Cara Budidaya Tanaman Semangka - Semangka merupakan buah yang memiliki nama latin Citrullus lanatus, buah ini memiliki ciri rasa yang manis serta kandungan airnya yang sangat banyak, sehingga sangat nikmat di konsumsi di siang hari yang terik. Jika dilihat dari asal usul, buah ini berasal dari daerah Afrika bagian selatan dan masih termasuk ke dalam keluarga Cucurbitaceae atau tanaman yang bersifat menjalar seperti halnya melon, labu dan mentimun.

Dari segi bisnis permintaan terhadap buah ini masih cukup banyak karena memiliki berbagai macam manfaat baik untuk konsumsi, kesehatan, kecantikan dan berbagai manfaat lainnya. Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya Semangka, maka berikut kami tampilkan berbagai tips dan cara menanam semangka yang baik yang bisa Anda terapkan.
 
Cara Budidaya Tanaman Semangka
Cara Budidaya Tanaman Semangka
Cara Menanam Semangka Yang Baik dan Benar
1. Syarat penunjang
Semangka merupakan buah yang bukan berasal dari daerah tropis, sehingga agar hasil budidaya dan menanam dapat memiliki hasil yang optimal kita perlu untuk mengetahui beberapa media dan faktor yang menjadi syarat penunjang dalam pertumbuhan Semangka. Faktor yang pertama adalah suhu, suhu ideal untuk penanaman semangka berkisar diangka ± 25 derajat Celcius.

Sementara curah hujan yang cocok rata-rata sekitar 40-50 mm/bulan, dengan intensitas penyinaran matahari merata selama satu hari penuh. Tanaman ini akan optimal hidup di daerah yang memiliki ketinggian sekitar 100-300 mdpl, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa hidup di daerah yang memiliki ketinggian di bawah 100 mdpl seperti dataran rendah, atau di dataran tinggi yang memiliki ketinggian diatas 300 mdpl.

2. Tahap Persiapan

Ditahap ini Anda harus melakukan berbagai kegiatan dan menyiapkan berbagai bahan yang mencakup persiapan penanaman buah semangka. Persiapan yang pertama adalah lahan, Semangka bisa ditanam di lahan seperti kebun maupun bekas sawah, selama tanah itu memiliki pancaran sinar matahari dengan baik. Area lahan harus dibersihkan dahulu dari berbagai tanaman yang sebelumnya hidup di lahan tersebut, selain itu batu dan material keras lainnya juga perlu dibersihkan untuk memperlancar pertumbuhan semangka.

Media lahan yang cocok untuk penanaman Semangka adalah tanah yang cukup gembur, memiliki kandungan bahan organik yang cukup serta tidak memiliki kandungan asam yang banyak. Tingkat keasaman tanah atau pH yang baik adalah ada diantara nilai 6 sampai dengan 6,7 pH. Jika kadar keasaman belum ideal bisa melakukan pengapuran dengan cara dan metode yang disarankan.

Setelah tanah untuk media tanam siap, maka langkah selanjutnya membuat bedengan. Bedengan berfungsi untuk membuang membuang air melalui drainase yang telah disediakan serta membuat area jarak antara satu tanaman dengan tanaman lainnya menjadi teratur. Pembuatan bedengan dibuat melintang di area lahan tanam semangka, bentuk bedengan adalah baris tanaman ganda, sementara jumlah bedengan tergantung dari kebutuhan bedengan dan media tanam.

Untuk ukuran bedengan memiliki lebar 7-8 meter serta tinggi bedengan setidaknya minimal sekitar 20 cm. Setelah bedengan berhasil dibuat langkah selanjutnya adalah pelubangan yang dilakukan sekitar satu minggu sebelum penanaman, jarak pelubangan pada area tanam adalah 20 sampai dengan 30 cm dari tepi bedengan.

Sementara jarak antar lubang yang akan digunakan sebagai media tanam adalah sekitar 80-100 cm atau menyesuaikan dengan ukuran bedengan. Agar tanah dalam media tanam memiliki kandungan air yang cukup maka tanah perlu disiram dan direndam hingga ¾ tinggi bedengan sampai air bisa meresap masuk secara merata.

3. Tahap penanaman dan perawatan
Setelah media tanam siap maka masukan bibit ke dalam lubang dengan hati-hati, ambil plastik bibit dengan perlahan, celah sisa memasukan bibit harus ditutup dengan tanah dan disiram dengan sedikit air agar tidak ada celah yang terbuka. Setelah bibit tertanam dalam jangka waktu 3-5 hari tanaman perlu untuk dipantau untuk menghindari adanya bibit yang tumbuh terlalu cepat atau bahkan mati, bibit yang mati segera diganti sementara bibit yang terlalu lebat agar dipotong daunnya yang tidak diperlukan.

Banyaknya daun yang tumbuh secara cepat akan menutupi sinar matahari yang akan menutup ke bibit lainnya. Lalu lakukan juga penyiangan, perempalan dan pembubuhan agar tumbuh kembang semangka menjadi maksimal. Memberi pupuk juga merupakan sebuah keharusan dalam perawatan, ada beberapa pupuk yang harus diberikan sesuai dengan tingkat umur bibit semangka.
  • - Pupuk pertama adalah pupuk daun yang di berikan saat tanaman berumur 7, 14, 21, 28 serta 35 hari terhitung dari setelah bibit ditanam.
  • - Pupuk yang kedua adalah Pupuk buah yang diberikan saat umur tanaman diberikan pada saat umur tanaman memiliki umur 45 dan 55 hari terhitung dari setelah bibit ditanam.
  • - Pupuk yang ketiga adalah ZA serta NPK yang diberikan pada saat tanaman berumur 21 hari.
  • Untuk pengairan tanaman semangka butuh 4 sampai dengan 6 hari sekali diairi melalui saluran diantara bedeng. Semangka adalah jenis tanaman yang tidak boleh telat diberi air karena jenis tanaman ini cukup menyerap air dengan banyak.
4. Gangguan dan Penanggulangan
Semangka memiliki berbagai macam gangguan baik dari serangga atau hewan pengganggu hingga kesehatan tanaman. Untuk gangguan dari serangga mudah ditanggulangi dengan cara obat-obatan pengusir hama pengganggu baik yang memiliki bahan organik maupun non organik selama itu tidak merusak tanaman.

Sama halnya dengan gangguan hama, gangguan kesehatan tanaman juga bisa diobati dengan obat-obatan. Sementara gangguan kesehatan tanaman yang tidak bisa ditanggulangi dengan obat karena belum ditemukan formulanya, seperti karat daun solusinya adalah dengan mencabut agar tidak menular terhadap tanaman lainnya.

5. Masa Panen semangka

Umumnya semangka sudah dapat dipanen sejak umur 70-100 hari, namun waktu panen juga dipengaruhi berbagai faktor seperti cara perawatan, kondisi tanah/media tanam, kualitas bibit yang dipakai serta iklim yang mempengaruhi. Namun ciri yang umum semangka sudah bisa dipanen selain waktu 70-100 hari adalah buah yang sudah cukup besar dan menjelang matang, batang yang mulai mengecil serta terjadinya perubahan warna pada buah.

Waktu yang paling cocok untuk panen adalah saat cuaca cerah serta tidak berawan sehingga permukaan kulit semangka tetap kering dan bisa tahan lama saat disimpan maupun dibawa oleh pembeli. Untuk cara panen adalah dengan memotong buah dengan tangkainya, untuk proses panen tidak harus sekaligus dipanen namun bisa mendahulukan yang sudah layak panen dahulu.

Setelah buah dipanen kemudian buah semangka disortir sesuai dengan tingkat berat buah, kondisi serta buah jangan terlalu masak agar bisa awet di bawa ke tempat yang jauh. Setelah disortir buah kemudian di kemas dalam kemasan yang baik untuk kemudian dipasarkan ke berbagai tempat yang menjadi sentra penjualan semangka.