Tampilkan postingan dengan label Pestisida Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pestisida Organik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2016

Cara Mudah Membuat Pestisida Alami Kuat, Ampuh Membasmi Hama Tanaman

 

Cara Membuat Pestisida Alami - Di tengah gencarnya produk pertanian modern, ada kekhawatiran sebagian pihak dengan masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tubuh melalui pestisida yang biasa digunakan pada tanaman tersebut.

Hama yang tak terkendali memang menjadi kegusaran tersendiri bagi petani. Hama ini merupakan tantangan yang banyak merugikan petani. Cara paling mudah untuk membasmi dan mengendalikannya adalah menggunakan pestisida yang banyak dijual di pasaran.

Bagi anda yang menyukai tumbuhan organik, sebenarnya ada tips-tips mudah membuat pestisida atau pembasmi serangga berbahan alami yang dibuat dari materi-materi nabati.
Cara Membuat Pestisida Alami
Cara Membuat Pestisida Alami
Macam-macam Pestisida Alami

Bawang Putih dan Cabe
  • 3 siung bawang putih dan segenggam cabe
Caranya: semua bahan direbus  dalam panci dan tambahkan  sabun cuci piring 3 sendok makan
diaduk dan diamkan selama 1 hari. Siap untuk digunakan.

Papaya Spray
  • 1 kg daun pepaya dipotong-potong, campur dengan 1 liter air.
  • Diamkan selama 1 jam.
  • Aduk dan tambahkan 4 liter air dan 4 sdm sabun, aduk rata.
  • Dapat digunakan untuk Aphid, termites, bugs and ulat.
Pestisida Ginger/Jahe
  • Tumbuk 1 genggam jahe  dan masukkan dalam 1 ember air.
  • Diamkan selama 1 hari.
  • Semprotkan ke tumbuhan yang rusak untuk menahan pertumbuhan larva cacing dan ulat.
Tomato Leaves Spray/Daun Tomat
  • Dapat untuk mengusir aphid, semut, ulat, telur serangga, lalat, jamur dan bakteri.
  • Masak 1 kg daun tomat dalam 2 liter air selama 30 menit
  • Tambahkan segenggam daun, batang dan buah tomat, dan 2 liter air.
  • Campur semua bahan lalu diamkan selama 6 jam /1/2 hari.
  • Aduk lalu tambahkan 4 sdm sabun.
  • Semprotkan tiap 2 hari sekali jika  hama dalam jumlah banyak.
PERHATIAN
  • Pestisida daun tomat ini  sangat keras, jadi gunakan sarung tangan dan masker saat menyemprot. Dan cucilah tangan setelah menyemprot.
  • Sabun digunakan sebagai perekat pestisida.
  • Tetapi bisa diganti dengan air rebusan singkong, atau air rebusan kentang, dan diamkan selama 1 hari.

Tobacco Leaves spray/Daun Tembakau
  • Menggunakan pestisida daun tembakau hanya dilakukan sebagai last option atau pilihan terakhir.
  • Gunakan pakaian pelindung, sarung tangan dan masker saat menggunakan pestisida ini. Karena sangat keras dan juga dapat membunuh serangga lain yang berguna.
  • Rendam 1 kg daun tembakau yang sudah  dipotong-potong dalam 15 liter air selama 1 hari 1 malam. Tambahkan 2 sdm sabun cair. Aduk rata.
  • Dapat membasmi aphid, virus daun keriting, ulat dll.
  • Tapi jangan digunakan untuk  pohon tomat, kentang, terong, cabe dan mawar.
Dengan pestisida ini akan tercipta solusi jangka pendek untuk mengatasi hama. Namun begitu, sebaiknya digunakan jika perlu saja. Jangan gunakan pestisida nabati/alami jika tidak ada hama atau sayuran/tumbuhan yang rusak.. Bahkan sebaiknya tidak digunakan jika  kerusakan tumbuhan hanya sedikit sekali.

Beberapa insektisida alami sangat kuat dan dapat membunuh semua serangga, baik perusak maupun
yang berguna.  Jadi berhati-hatilah, sebagian besar serangga tidak merusak tumbuhan kita, dan dengan membunuh mereka dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.

Berikut beberapa tips penting yang perlu anda ketahui:
  • -Stop penggunaan pestisida alami setidaknya 2 minggu sebelum panen. Ini sangat penting  untuk mencegah sayuran/buah terkontaminasi pestisida yang dapat menyebabkan manusia sakit.
  • -Lakukan rotasi penggunaan pestisida alami untuk mencegah serangga menjadi kebal  terhadap satu macam pestisida. Silakan bereksperimen, yang satu bisa jadi lebih baik dr yang lainnya.
  • -Semprot  pestisida alami di pagi hari atau senja untuk mencegah tumbuhan terbakar karena panas matahari.
  • -Saat musim basah /hujan, paling tidak semprot 3 jam sebelum turun hujan, sehingga penyemprotan berdampak maksimum.

Selasa, 10 Mei 2016

Cara Membuat Ramuan Pestisida Nabati dari Daun Sirsak (Annona muricata L.)


Pestisida Nabati dari Daun Sirsak - Penggunaan insektisida sintetis yang berlebihan dan tidak tepat dapat menyebabkan dampak negatif yang cukup serius, yaitu timbulnya resurgensi hama, outbreak hama sekunder dan pencemaran lingkungan hidup. Jika masih diperlukan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan menggunakan pestisida, maka dapat dipilih pestisida yang berasal dari bahan-bahan nabati atau dikenal dengan nama pestisida nabati.
Pestisida Nabati dari Daun Sirsak
Pestisida Nabati dari Daun Sirsak
Secara ekonomis bila dibandingkan dengan pestisida kimia, biaya penggunaan pestisida nabati relatif lebih murah. Selain itu pestisida nabati relatif lebih mudah dibuat dan didapat oleh petani dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Dari sisi lain, pestisida nabati mempunyai keistimewaan yaitu bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif lebih aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah terurai. Kekurangan pestisida nabati umumnya tidak langsung mematikan OPT sasaran secara cepat.

Menurut Jacobson, bahan alam yang paling menjanjikan prospeknya untuk dikembangkan sebagai pestisida ada pada tanaman-tanaman family Meliaceae (misalnya nimba), Annonaceae (misalnya sirsak), Rutaceae, Asteraceae, Labiateae, dan Canellaceae.

Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.

Rimpang jeringau mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yang jika dikombinasi dengan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hama wereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang jika dikombinasi dengan bahan aktif yang terkandung dalam daun sirsak akan efektf mengendalikan hama ulat dan belalang.

Dalam upaya pengembangan pestisida nabati tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah (i) mudah didapat, bahan baku cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dan kontinuitas terjamin; (ii) mudah dibuat ekstrak, sederhana dan dalam waktu yang tidak lama; (iii) kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran 3-5 % bobot kering bahan; (iv) selektif; (v) bahan yang digunakan bisa dalam bentuk segar/kering; (vi) efek residunya singkat, tetapi cukup lama efikasinya; (vii) sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis); (viii) budidayanya mudah, tahan terhadap kondisi suhu optimal; (ix) tidak menjadi gulma atau inang hama penyakit; (x) bersifat multiguna.

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak sebagai pengendali hama trips:
  • 1. Tumbuk 100 lembar daun sirsak.
  • 2. Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 15 gram deterjen.
  • 3. Diamkan sehari semalam.
  • 4. Saring larutan tersebut dengan kain.
  • 5. Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air.
  • 6. Larutan semprot siap digunakan.
 Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + jeringau + bawang putih untuk mengendalikan hama wereng coklat:
  • 1. Tumbuk halus segenggam daun sirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih.
  • 2. Rendam bahan-bahan tersebut dengan 20 liter air yang telah ditambahkan 20 gram deterjen selama 2 hari.
  • 3. Saring larutan tersebut dengan kain.
  • 4. Larutan tersebut siap digunakan.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + daun tembakau untuk mengendalikan hama belalang dan ulat:
  • 1. Ambil 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
  • 2. Rendam bahan–bahan tersebut dalam 20 lt air yang telah diberi 20 gr deterjen selama semalam.
  • 3. Saring larutan tersebut dengan kain.
  • 4. Larutan siap digunakan dan disemprotkan ke tanaman.
Sumber : http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-215-ramuan-pestisida-nabati-dari-daun-sirsak-annona-muricata-l.html
Tweet