Jumat, 20 November 2015

Membuat Pupuk Organik Dengan Mudah dari Kulit Nanas

Membuat Pupuk Organik Dengan Mudah dari Kulit Nanas - Suka buah nanas bukan?  heheheh samalah  kita, enak kalo dibuat rujak..!! Nanas adalah buah dengan bentuk  lonjong berduri namun memiliki rasa yang khas. Nanas biasa dijadikan Rujak dan manisan oleh sebagian orang.

Nah, selama ini kita hanya memakan isi dari buah nanas saja bukan, bagaimana dengan si kulit nanas nya? biasanya pasti  kita buang bukan? Tapi kalian harus tau Ternyata kulit nanas juga dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik loh. Mau tau gimana cara membuatnya ?? yuk disimak langkah-langkah kerja dibawah ini:

Beberapa hal yang tentunya perlu kita siapkan.

Alat dan bahan :
  1. Botol bekas air minum mineral
  2. Gula pasir
  3. Air
  4. Buah atau kulit nanas
  5. Bila perlu tambahkan EM4 sebagai dekomposer, Em4 ini bisa dibeli ditoko pertanian dengan harga yang cukup murah yaitu Rp. 20.000 per botol 1 liter.


Cara pembuatannya :
  1. Bersihkanlah botol bekas air mineral tadi dengan air, apalagi botol bekas yang bersoda maka harus benar-benar dibersihkan terlebih dahulu ya.
  2. Potonglah kecil-kecil  kulit nanas (atau lebih baik di blender) agar nantinya bisa masuk ke dalam botol dengan mudah.
  3. Masukkanlah gula pasir ke botol. Untuk ukuran 250 ml masukkan 1 sdm, tapi jika ukuran botolnya 1500 ml masukkan 2 sdm ya.
  4. Kocokkan air dan gula agar larut.
  5. Bila perlu tambahkan EM4 sebanyak 5 ml atau 1 tutup kemasan EM4.
  6. Kemudian Masukkan potongan kecil-kecil (blender) potongan kulit nanas tadi kedalam campuran air gula.
  7. Kemudian tambahkan air sampai batas leher dari botol tersebut. 
  8. Tutup rapat botol ini kurang lebih 7-10 hari.
  9. Setiap hari botol dibuka lalu ditutup kembali, untuk mengeluarkan gas yang terbentuk.


Manfaat dari pupuk cair dari kulit nanas ini ternyata dapat Menyuburkan tanaman-tanaman yang ada di rumah kita. Kulit nanas yang dijadikan media fermentasi mikroorganisme Bacillus ini nantinya akan menghasilkan enzim xylanase yang bermanfaat bagi tanaman tentunya. kulit nanas  ini juga merupakan bahan organik yang mengandung unsur-unsur kimia seperti magnesium, sodium, fosfor, sulfur yang dapat membantu penyuburan tanah dan tanaman.

Bukan hanya itu pupuk dari kulit nanas yang sudah difermentasi ini juga bisa digunakan untuk membersihkan saluran di Toilet atau closed manusia di septictank rumah kita loh. Jadi bakteri bakteri ini nantinya akan menguraikan kotoran manusia dan merubahnya menjadi cair dan membuat WC atau Closed kita tidak menyumbat lagi.

Baca juga:
sekian dulu artikel tentang Membuat Pupuk Organik Dengan Mudah dari Kulit Nanas. 
Semoga bermanfaat

"Keren" Membangun Jalan setapak dari potongan kayu, unik

Bagaimana membangun jalan setapak yang keren dan unik, Sebuah cara yang bagus untuk mendaur ulang batangan kayu, jika Anda harus memotong pohon dan ini akan menjadi ide yang tampak sangat cerdas juga bukan.


BBagaimana cara membangun jalan setapak ini:

Pertama anda tidak perlu Khawatir tentang busuk kayu, karena hanya dengan Cat anti air pada beberapa permukaan kayu maka kayu anda dapat terlindung dengan baik. Pengecatan dilakukan si kedua sisi kayu. Sama seperti yang digunakan pada deck dan juga Pagar. Jika Anda berada di sebuah area di mana Anda akan Khawatir tentang Rayap maka anda hanya membeli beberapa blok dari lilin dan dilelehkan di meleleh ke samping dan bawah kayu, hal ini juga Baik jika daerah anda termasuk daerah yang sering tergenang air. Menempatkan chip Cedar dalam tanah di sekitar log akan sangat membantu dan penggunaan Baking Soda juga akan menjaga dari Gulma cukup hanya Taburkan beberapa di sekitar area. Anda juga tidak perlu khawatir tentang Tergelincir Di jalan setapak ini, Ketika mereka Biasanya Potong Dengan Chain Saw Dan Akan Memiliki Sebuah permukaan yang cukup  kasar . Jangan gunakan Pasir Antara potongan kayu ke kayu karena hal itu akan merusak dari cat dan lilin tersebut.

Kamis, 19 November 2015

Sistem Tanam Bertingkat atasi Lahan Sempit

Tetap Berkebun Walau Lahan Sempit dengan Sistem Bertingkat - Sesempit apapun lahan yang kita miliki tetap bisa anda tanami. Bukan sekedar menyalurkan hobi, lahan sempit yang kita miliki menjadikan nilai tersendiri terutama dari segi estetikanya. Berikut ini salah satu contoh cara bertanam di lahan sempit.




Bertanam di depan rumah
Di daerah perkotaan, halaman rumah yang sempit menjadi sebuah kendala yang membuat sebagian orang mengurungkan hobinya untuk berkebun, walaupun ada sebagian dari mereka menggunakan halaman untuk dijadikan sesuatu yang lebih berguna,artinya bukan untuk menyalurkan hobi bertanam mereka. Tapi bagi anda yang memiliki hobi berkebun maka anda bisa tetap melakukan hobi anda dilahan sempit ini loh. loh kok bia ya ?? yah benar untuk mereka yang memiliki lahan sempit di rumahnya maka berkebun secara bertingkatlah menjadi solusinya. dengan berkebun secra bertingkat maka anda tetap bisa berkebun walau lahan yang anda miliki  yang berkisar 1 meter saja. karena dengan lahan dengan luas 1 meter pun anda dapat menanan beragam jenis sayuran jika menggunkana sistem bertingkat ini.

Pembuatan pola tanam beringkat
Cara bertanam bertingkat ini sebenarnya sama saja seperti  kegiatan bertanam seperti biasa, yang bembedakan hanyalah susunan bedengan, kontainer ataupun pot yang digunakan, pada berkebun biasa, bedengan atau pot2-pot bunga yang kita buat berjejer ke samping tapi dengan sistem bertingkat ini maka bedengan-bedengan atau pot-pot tersebut kita susun ke atas seperti anak tangga. 

Baca juga:


Itulah ulasan mengenai cara sistem tanam bertingkat untuk lahan sempit. semoga bermanfaat.

Membuat Pupuk Organik cair dari Kulit Pisang

Pupuk Organik dari Kulit Pisang - Suka pisang bukan?  heheheh samalah  kita..!! pisang adalah buah-buahan dengan bentuk memanjang dan lunak pada bagian dalamnya ini sangat umum di jumpai di sekitar kita. Harganya yang cukup murah dan gampang didapatkan inilah menjadi primadona masyarakat sebagai pencuci mulut.



Nah, selama ini kita hanya memakan isi atau buah dari pisangnya saja bukan, bagaimana dengan si kulit pisangnya? biasanya pasti  kita buang bukan? Tapi kalian harus tau Ternyata kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik loh. Mau tau gimana cara membuatnya ?? yuk disimak langkah-langkah kerja dibawah ini:

Beberapa hal yang tentunya harus kita siapkan.

Alat dan bahan :

  1. Botol bekas air minum mineral
  2. Gula pasir
  3. Air
  4. Kulit pisang

Cara pembuatannya :

  1. Bersihkanlah botol bekas air mineral tadi dengan air, apalagi botol bekas yang bersoda maka harus benar-benar dibersihkan terlebih dahulu ya.
  2. Potonglah kecil-kecil kulit pisang (atau lebih baik di blender) agar nantinya bisa masuk ke dalam botol dengan mudah.
  3. Masukkanlah gula pasir ke botol. Untuk ukuran 250 ml masukkan 1 sdm, tapi jika ukuran botolnya 1500 ml masukkan 2 sdm ya.
  4. Kocokkan air dan gula agar larut
  5. Masukkan potongan kecil-kecil (blender) potongan kulit pisang tadi kedalam campuran air gula
  6. Kemudian tambahkan air sampai batas leher dari botol tersebut. Bila perlu tambahkan EM4.
  7. Tutup rapat botol ini kurang lebih 7-10 hari.
  8. Setiap hari botol dibuka lalu ditutup kembali, untuk mengeluarkan gas yang ada di dalamnya
Manfaat dari pupuk cair dari kulit pisang ini ternyata dapat membuat pupuk secara organik untuk tanaman-tanaman yang ada di rumah kita. Kulit pisang yang dijadikan media fermentasi mikroorganisme Bacillus ini nantinya akan menghasilkan enzim xylanase yang bermanfaat bagi tanaman. kulit pisang  ini juga merupakan bahan organik yang mengandung unsur-unsur kimia seperti magnesium, sodium, fosfor, sulfur yang dapat membantu penyuburan tanah dan tanaman.

Bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, namun cairan dari kulit pisang yang sudah difermentasi ini juga bisa digunakan untuk membersihkan saluran di Toilet atau closed manusia di septictank rumah anda. Jadi bakteri bakteri ini nantinya akan menguraikan kotoran manusia dan merubahnya menjadi cair dan membuat WC atau Closed kita tidak menyumbat.
Sekian dulu artikel mengenai cara Membuat Pupuk Organik cair dari Kulit Pisang
Semoga bermanfaat



5 Alasan untuk Berkebun secara Vertikal

Dalam beberapa tahun belakangan ini kita semua menyadari bahwa ada banyak manfaat yang kita dapatkan jika kita bisa memenuhi kebutuhan makanan segar di halaman belakang rumah kita sendiri. Karena dengan kebutuhan makanan sendiri maka kita mendapatkan makanan yang layak jika dibanding jika kita harus membelinya di toko.

Anda mungkin setuju bukan dengan yang saya kemukakan di atas, namun kemudian munculah sebuah kendala bahwa kita tidak punya cukup tanah yang luas untuk tempat kita berkebun nantinya. Maka berkebun secara vertikal adalah solusinya.



Mengapa kita Harus Menuumbuhkan tanaman secara vertikal
Anda sudah tahu semua alasan yang tepat mengapa kita harus menanam sayuran di rumah sendiri. Tetapi ada beberapa alasan yang sangat baik mengapa kita harus berkebun secara vertikal, yuk disimak

1. Kurangnya lahan berkebun dirumah 
Kurangnya lahan biasanya menjadi alasan pertama mengapa kita tidak mau menumbuhkan sayur dirumah. Namun dengan Berkebun vertikal maka kita bisa membuka pikiran bahwa orang-orang yang hidup di daerah perkotaan dan pinggiran kota, serta mereka yang tinggal di apartemen dan kondominium bahwa mereka juga bisa tetap berkebun, yaitu dengan berkebun secara vertikal.


2. Kurang Waktu & terlalu sibuk
Kebanyakan dari kita menjalani kehidupan yang sangat padat, sehingga untuk menanam sayuran dirumah mungkin tampak seperti usaha besar. Maka yang dapat anda lakukan adalah gunakanlah pot atau kontainer agar waktu anda tidak banyak terbuang hanya untuk menyiram dan merawatnya.


3. Vertikal berkebun metode yang sempurna bagi mereka dengan keterbatasan fisik. 
Tukang kebun di kursi roda atau dengan tantangan fisik lainnya menemukan bahwa sayuran yang tumbuh di dalam pot dan kontainer membuat hobi mereka bisa tetap terlaksana dan bisa jauh lebih mudah.

4. Vertikal Berkebun Menghemat Uang
Jika Anda berniat untuk membuat hamparan kebun secara vertikal, maka tanaman yang tumbuh secara vertikal akan menghemat uang anda untuk membeli tanah karena Anda tidak akan membangun bedengan yang baru. Anda hanya memerlukan sedikit tanah hanya cukup untuk akar tanaman. Selain itu kebutuhan konpos pun lebih sedikit karena anda hanya menabur di tempat yang benar-benar membutuhkannya tapi Anda mungkin harus menghabiskan sedikit waktu untuk memperoleh tanaman anda tumbuh secara vertikal, dan keuntungan lainnya adalah dengan tanah yang sedikit maka  kebutuhan air untuk menyirampun jadi lebih sedikit bukan.


5. Anda akan terhindar dari Gulma, Hama dan Penyakit
Dengan tanah yang sedikit maka gulma yang tumbuhpun akan kauh lebih sedikit.  Tanaman yang ditanam secara vertikal memiliki keuntungan dari sirkulasi udara yang baik. Lebih sirkulasi udara di sekitar dedaunan tanaman berarti lebih sedikit masalah dengan hama dan penyakit. Hal ini menciptakan tanaman lebih kuat dan buah lebih maksimal pertumbuhannya. Dan, berkebun vertikal akan jauh lebih sedikit limbah buah karena membusuk terkena genangan air. Dengan menumbuhkan tanaman secara vertikal maka anda akan mengurangi kontak tanaman anda dengan tanaman lain yang yang dapat menimbulkan penyakit yang menular melalui kontak fisik dedaunan.

Baca juga:


Itu benar, berkebun vertikal benar-benar dapat meningkatkan produksi sayuran Anda dan menawarkan karunia yang lebih besar. Hal ini disebabkan tanaman dan sayuran menerima sirkulasi udara yang lebih baik, dan sinar matahari, yang membantu menjaga dedaunan agat tetap sehat. Tanaman sehat dengan hama dan penyakit kurang menawarkan limbal hasil yang lebih besar bahkan jika itu di ruang yang lebih kecil.
Aku punya perhatian Anda sekarang, kan? Satu hal lagi, berkebun vertikal bukan hanya tentang tanaman vining. Tanaman yang vertikal menantang seperti stroberi, selada, dan lobak semua bisa tumbuh secara vertikal, juga. Menggantung keranjang, wadah stackable, dan kantong dinding adalah cara-cara untuk tumbuh tanaman tidak merambat.

Rabu, 18 November 2015

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Batang Pisang

Batang pisang atau yang biasa disebut dengan gedebok pisang, memang begitu banyak dan mudah ditemui di sekitar kita. Apalagi pohon pisang ini memang hanya berbuah sekali dan setelah itu dia akan mati dengan sendirinya. Daripada teronggok menjadi sampah dan menunggu terurai sebagai kompos, maka lebih baik digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk cair organik yuk.




 Cara pembuatannya mudah dan gampang kok, Namun lebih jelasnya saya uraikan kembali di bawah ini:

Bahan-Bahan pembuatan Pupuk Cair Organik dari Batang pisang
1.       1 kg batang pisang, pilih yang bagian dalam yang berwarna putih.
2.       sebanyak 200 gr gula pasir, (bisa diganti dengan gula aren), molases atau tetes tebu
3.       3 liter air tanah
4.       Tong atau ember yang mempunyai tutup
5.       Karung bekas
6.       Bila Perlu tambahkan EM4 ( effectife Microorganism) 5-10 ml/ satu tutup wadah EM4

Cara Membuat:

  1. Cincang batang pisang menjadi potongan kecil-kecil. kemudian Masukkan dalam wadah karung bekas.
  2. Campurkan air dengan gula didalam ember atau tong sampai gula menjadi larut. kemudian Masukkan karung berisi cacahan batang pisang ke dalamnya, sampai bagian karung tenggelam. Tutup rapat tong/ember tersebut. dan kemudian Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung.
  3. Biarkan sekitar 7-10 hari. Jangan lupa untuk membuka tongnya setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari proses tersebut, yaitu dengan cara mengaduknya dan kemudian wadah ditutup kembali dengan rapat.
  4. Dalam kurun waktu 7-10 hari, pupuk cair sudah jadi dan siap digunakan. Tanda-tandanya jika pupuk cair organik kita berhasil adalah adanya bau seperti aroma tape pada wadah tersebut. dan Bila bau busuk yang tercium (seperti bau got), berarti proses pembuatan pupuk cair organik kita gagal, dan cairan tersebut harus dibuang karena proses fermentasi tidak berjalan.
  5. Angkat karung yang berisi cacahan batang pisang tadi. dan Bekas cacahan batang pisang ini bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Sedangkan air yang dalam ember inilah yang menjadi pupuk organik cair organik.


Cara Pemakaiannya Yaitu dengan mencampur larutan tersebut dengan air tanah/sumur. Perbandingannya 1:15, artinya satu bagian dari pupuk cair organik dilarutkan dengan 15 bagian dari air tanah. Gunakanlah pupuk cair organik batang pisang ini dua kali dalam seminggu. dan Siramkanlah di tanah sekitar tanaman anda.

Untuk menghemat waktu, maka saya memakai takaran gula sebayak 1 kg, sehingga komponen bahan lainnya pun ikt dikalikan 5, yakni, 5 kg batang pisang dan 15 liter air tanah.

Selamat mencoba. Happy Berkebun....

Teknik Dan Cara Baru mencangkok pepaya

Cara mencangkok pohon pepaya tidak jauh beda dengan cara mencangkok pohon lainnya. Pada prinsipnya teknik dalam melakukan proses pencangkokan sama saja untuk semua tanaman, yang perlu di ingat dalam proses mencangkok adalah bahwa tanaman yang akan di cangkok adalah tanaman yang mempunyai kambium, jika tanaman yang anda cangkok tidak memiliki kambium maka jelas tidak akan bisa dicangkok. 


Pengertian dan tujuan mencangkok
Mencangkok adalah sebuah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang mana tujuannya adalah sifat tanaman yang dihasilkan akan sama dengan tanaman induknya serta mempercepat hasil pembuahan tanaman. Teknik mencangkok ini biasa digunakan untuk tanaman buah dalam pot (tabulampot ) karena tanaman nantinya tidak terlalu tinggi dan memiliki buah lebat. 

Mencangkok adalah salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan buah. Selain itu, pohon tang dihasilkan tidak memiliki batang yang terlalu tinggi.

Teknik baru dalam mencangkok pepaya
Pada kesempatan kali ini teknik yang kita lakukan dalam mencangkok pepaya berbeda dengan cara mencangkok buah pada umumnya, Teknik cangkok buah ini sangat mudah dilakukan oleh anda dan akan menghasilkan beberapa tanaman hasil cangkokan tergantung tunas yang tumbuh nantinya. 

Cara mencangkok pepaya
berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan dalam proses mencangkok pepaya, agar nantinya menghasilkan buah yang lebat dan cepat menghasilkan buah.

1. Carilah pohon pepaya yang memiliki buah yang lebat dan memiliki rasa manis serta sehat dan tidak tterserangoleh penyakit . Hal ini bertujuan agar tanaman dari hasil proses cangkokan akan memiliki sifat yang sama dengan induknya yaitu berbuah lebat, manis dan juga sehat Cari pohon yg bagus dan kemudian batangnya di pangkas, tujuannya supaya tumbuh tunas baru

2. Pohon pepaya yang sehat tadi dipangkas. Ini betujuan agar mengasilkan tunas-tunas baru yang nantinya dapat kita cangkok.

3. Pupuk tanaman yang telah kita pangkas tadi agar dapat mempercepat tumbuhnya tunas baru.

4. Setelah tunas-tunas tumbuh agak besar ,iris tunas memanjang keatas seperti pada gambar dibawah ini. Irisan dilakukan jangan sampai putus ( Perikaraan lakukan irisan kira-kira setengah ). Irisan tunas tersebut diganjal dengan menggunakan dahan kayu dengan tujuan agar irisan tadi nantinya tidak menyatu kembali.

Setelah tunas agak besar, Iris tunas memanjang keatas. Tapi jangan sampai putus, kira2 setengah. Lalu irisan tunas diganjal dengan dahan kayu dengan tujuan supaya irisan tidak menyatu kembali.

5. Tutup irisan tadi dengan tanah dan bungkus tanah tersebut dengan menggunakan plastik atau sabut kelapa. biarkan 3- 4 bulan dan lakukan penyiraman 3 x seminggu. Tutup irisan tadi dengan tanah dan kemudian bungkus

6. Setelah 3-4 bulan atau akar cangkokan telah tumbuh, potong bagian bawah cangkokan dengan gergaji untuk menghindari goyangan yang berlebihan pada cangkokan yang dapat membuat kegagalan.  Tanaman sudah siap dipindahkan media tanam 


Bila sudah tumbuh akar kemudian dipotong dan siap dipindah ke media tanam
Itulah cara baru mencangkok pohon / tanaman pepaya dengan teknik yang benar. Semoga bermanfaat