Minggu, 12 September 2010

Pantai Dreamland, Pantai Impian Di Bali








Jika anda berwisata ke Bali dan ingin menikmati pantai indah selain pantai kuta, maka Pantai Dreamland jawabannya.

Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga surfing, bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.
Pantai ini dikenal karena keindahan batu karang serta tebing yang menjulang di pantai selatan Bali. Pasirnya lebih empuk dan tebal dibandingkan dengan pasir putih pantai Kuta. Deburan ombaknya pun lebih menantang para peselancar. Untuk dapat menginjak pasirnya, dulu harus menuruni tangga kemudian menyusuri tebing yang agak terjal




Dreamland berada di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Anda dapat mencapai pantai ini sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran. Pantai yang masih asri dan alami ini terletak di ujung selatan Badung Selatan. Anda akan menjumpai pantai ini dalam perjalanan menuju pura terkenal di Bali yaitu Pura Uluwatu.

Pantai ini disebut Dreamland karena diharapkan oleh penduduk sekitarnya sebagai tanah impian. Di lokasi ini akan dibangun Bali Pecatu Graha. Namun, saat krisis moneter tahun 1998, mega proyek ini terbengkalai. Karena penduduk setempat sangat berharap agar proyek ini selesai sehingga bisa beralih ke dunia pariwisata, maka mereka menamakan tempat ini sebagai tanah impian atau dreamland. Sejak itulah kawasan ini dinamakan Pantai Dreamland.

Pantai Dreamland memiliki fasilitas yang cukup lengkap, bahkan jika Anda ingin menginap.  Di daerah Dreamland terdapat puluhan resort dan vila yang berdiri sebagai pendukung pariwisata yang terus bergeliat di Pantai Dreamland. Beberapa resor dan vila berdiri di atas tebing sehingga Anda dapat menikmati pemandangan pantai yang indah dari atas tebing.

Karena berada di kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) maka saat memasuki kawasan ini anda terlebih dahulu akan disuguhi oleh luasnya lapangan golf bertaraf international.



Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Wakatobi, Wisata Bagi Para Petualang


Wakatobi merupakan singkatan dari Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko yang merupakan nama empat pulau besar dalam Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi , Merupakan salah satu dari 50 taman nasoinal di Indonesia, terletak dikabupaten Wakatobi – Sulawesi Tenggara. Taman nasional total area 1,39 juta ha, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang  menempati posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1 Kilo meter di bawah permukaan air laut, Taman Nasional Wakatobi saat ini menjadi pusat penelitian bawah laut Dunia.




Gugusan kepulauan Wakatobi  memiliki alam yang masih asli, tenang dengan air laut yang segar, gua-gua bawah laut yang saling berdekatan satu sama lain yang disuguhkan khusus untuk pecinta alam sejati. Bisa dikatakan bahwa wilayah ini merupakan kawasan wisata taman laut pertama di Indonesia.

Gugusan terumbu karang dapat dijumpai ratusan jenis dari puluhan family yang terletak di sepanjang ratusan km garis pantai. Di beberapa tempat di sepanjang karang terdapat beberapa gua bawah laut. Wakatobi memiliki hampir seratus spesies ikan yang berwarna warni,  raja udang erasia dan beberapa jenis penyu yang sering bertelur di pantai. Juga terdapat berbagai jenis burung laut yang bertengger di karang seperti angsa-batu coklat dan cerek melayu terbang ke laut untuk berburu ikan.

Meski menyelam bisa dilakukan setiap saat, tetapi bulan April dan Desember adalah bulan yang paling baik untuk melakukan penyelaman karena cuacanya sangat bagus. Di samping menyelam dan snorkling di pantai juga disediakan khusus motor selam, tour snorkling dan penjelajahan di kepulauan. Sebuah kawasan kecil yang berlokasi di samping pulau Tomia seluas 8 km2, bernama Pulau Tolandona (Pulau Onernobaa) memiliki keunikan karena pulau ini dikelilingi taman laut yang indah. 



Jika anda ingin berkunjung ke Wakatobi, pada bulan Juli-September ombak bisa setinggi gunung. Namun, bagi anda yang berjiwa petualang, ombak besar tidak menjadi halangan untuk mengunjungi gugusan kepulauan di antara Laut Banda dan Laut Flores ini. Tapi bila anda ingin lebih ‚aman’, bulan Oktober sampai awal Desember merupakan pilihan terbaik menikmati keindahan di Wakatobi

Ke lokasi Taman Nasional Wakatobi, sebaiknya melalui Bau-bau, kemudian  ke Lasalimu menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar dua jam. selanjunya ke Pulau Wangi wangi – Wanci (Ibu Kota Kabupaten Wakatobi) perjalanan ditempuh menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.

Pulau Wangi-wangi ini adalah Pintu Gerbang Taman Nasional Wakatobi.
Di Pulai Ini Dijumpai  beberapa resort yang secara khusus menyewakan beberapa fasilitas untuk kegiatan menyelam. Pulau ini merupakan pintu gerbang Taman Nasional Wakatobi

Ke Pulau Kaledupa, dari Wangi-Wangi, menuju Pulau Kaledupa dengan sebuah kapal pinisi.
Di Kaledupa ada Karang Kaledupa , table coral (karang berbentuk meja) berukuran 2-3 meter

Ke Pulau Hoga , dari Pulau Kaledupa menyeberang ke Pulau Hoga perjalanan sekitar 30 menit
Pulau Hoga adalah salah satu tempat favorit penyelam profesional dalam dan luar negeri. dan pada bulan Juni-Agustus sangat banyak pengunjung, terutama Mahasiswa dari Eropa dan Amerika yang  meneliti biota laut
Ada sekitar 200 penginapan sederhana, berbentuk rumah panggung kecil dari kayu, tersebar di sebagian pulau.
Pantainya sangat indah berpasir putih diiringi dengan  nyiur melambai dan sangat bersih.
Dari atas dermaga tampak pemandngan di bawah Air laut yang jernih terlihat  ikan warna-warni bermain di celah terumbu
Sebuah dive site atau situs penyelaman yang terletak antara Pulau Hoga dan Kaledupa.
Menyelam hingga kedalaman 20 meter menggunakan pakaian selam (wet suit), sepatu katak (fin), masker, dan tabung oksigen, atau hanya  kacamata snorkel dengan selang menjulur ke atas untuk nyemplung ke laut.
Tampak surga” bawah laut. Karang warna-warni menggerombol di sana-sini. Anemon fish atau ikan badut bermain di sela-sela karang lembut anemon yang jadi rumah mereka.
Ke Pulau Tomia, dari Pulau Kaledupa ke Pulau Tomia perjalan sekitar 3 jam.
Selain Snorkeling di Tomia. jalan jalan ke Benteng Patua. beberapa sisa meriam kuno masih terpasang, Jomba Katepi sebuah  Sumur berlubang kecil sedalam lebih dari 100 meter , konon untuk menceburkan orang-orang hukuman.

Ke Pulau Binongko , dari Pulau Tomia ke Pulau Binongko. dengan perahu cepat sekitar 1 jam 
Pulau Binongko tempat kehidupan masyarakat pandai besi.
Diperairan  Binongko, dapat juga ditemukan sejumlah ikan lumba-lumba beriringan yang sering melintasi motor laut



Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Garuda Wisnu Kencana (GWK), Taman Budaya Zaman Batu


Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak ditanjung Nusa Dua, kabupaten Badung kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.



Dirancang dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu pematung terkemuka di Indonesia, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan bangunan pendukungnya akan berdiri setinggi 150 meter dengan bentangan sayap selebar 64 meter. Dibuat dari 4000 ton lebih perunggu dan tembaga, patung ini menggambarkan Dewa Wisnu, sumber kebijaksanaan, sedang mengendarai punggung burung legenda Garuda sebagai manifestasi kesadaran menuju Amerta. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia dan mengalahkan Patung Liberty.



Terletak diatas dataraan tinggi batu kapur padas dan menatap kawasan wisata dipesisir selatan Bali, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park adalah jendela seni dan budaya Pulau Dewata yang memiliki latar belakang alami serta panorama yang sangat mengagumkan. Dengan jarak tempuh 15 menit dari Pelabuhan Udara dan kurang dari satu jam dari lokasi perhotelan utama, GWK menjadi salah satu tujuan utama untuk berbagai pertunjukan kesenian, pameran dan konferensi ataupun kunjungan santai bahkan kunjungan spiritual

Patung GWK akan dikelilingi oleh lebih dari 240 hektar taman budaya yang awalnya merupakan tambang batu kapur yang tidak produktif dan sudah ditinggalkan. Taman budaya GWK akan menyediakan pertunjukan bagi pengunjung domestik maupun asing dengan fasilitas penunjang seperti Lotus Pond, Festival Park, Amphitheater, Street Theater, Exhibition Hall, dan juga Jendela Bali The Panoramic Resto dan toko suvenir. Untuk sementara, patung Wisnu, Garuda dan tangan Wisnu ditempatkan di tiga plaza yang berbeda.



Kawasan seluas 240 hektar ini merangkum berbagai kegiatan seni budaya, tempat pertunjukan serta berbagai layanan tata boga. Sebagaimana istana-istana Bali pada jaman dahulu, pengunjung GWK akan menyaksikan kemegahan monumental dan kekhusukan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan dengan sentuhan modern dengan fasilitas dan pelayanan yang tepat guna. Kendatipun anda datang sebagai bagian dari ribuan pengunjung sebuah event kebudayaan ataupun seorang diri untuk menikmati sekedar hidangan ringan dan minuman sembari menyaksikan matahari terbenam, anda akan merasakan keindahan alam dan budaya Bali serta keramah-tamahan penduduknya.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Sabtu, 11 September 2010

Gili Trawangan, Pesona Lain Wisata di Pulau Lombok


Jika hanya mengenal Pantai Senggigi sebagai mascot wisata Pulau Lombok maka anda telah melewatkan salah satu lokasi wisata yang sudah dikenal oleh wisatawan baik itu wisatawan domestic atau wisatawan mancanegara.

Pulau Gili Trawangan, lokasi wisata yang satu ini adalah merupakan salah satu pulau dari ketiga pulau kecil atau Gili yang terdapat di sebelah barat Pulau Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam.










Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Untuk bisa menyebrang ke Gili Trawangan, kita bisa menumpang perahu yang berlabuh di Pelabuhan Bangsal. Jangan heran kalau di perahu itu juga dijejali dengan aneka macam sandang-pangan-papan, karena kebutuhan hidup di Gili dipasok dari Pulau Lombok. Sebagai informasi, kapal-kapal penyebrangan tersebut hanya beraktivitas dari jam 6 pagi hingga 6 sore.


Untuk penginapan, Gili Trawangan menawarkan banyak pilihan. Dari hotel berbintang bertarif jutaan rupiah per malam sampai losmen kecil bertarif ribuan rupiah per malam.
Karena begitu banyaknya wisatawan mancanegara di pulau ini khususnya saat peak season maka kita tidak akan menyangka bahwa kita masih berada di Indonesia.

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Denyut nadi kehidupan dan daerah wisata di Gili Trawangan adalah di bagian selatan, Disini terdapat beragam kafe, restoran, dan pub berjejer di sepanjang pantai.


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :

Gunung Bromo, Wisata di Kaki Langit


Berbicara mengenai pariwisata di provinsi jawa timur tidak bisa di lepaskan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang dikategorikan sebagai pariwisata internasional.

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.








Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Salah satu atraksi yang paling menarik di atas Gunung Bromo adalah Matahari terbit. Gumpalan awan yang menutup langit perlahan - lahan tersibak oleh bola putih kekuning-kuningan. Cahaya merah merona diufuk timur. Perlahan - lahan timbulah temberang yang kian membesar hingga membentuk setengah lingkaran sang surya yang merah menyala. Berangsur - angsur warnanya berubah menjadi keemasan. Udara sekitar mulai menerang. Mulailah suatau hari dan kehidupan yang baru. Semuanya mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Kecuali di puncak Bromo, atraksi matahari terbit bisa dilihat di Puncak Pananjakan


Suku Tengger adalah suku asli yang berada di sekitar gunung bromo ini. Setiap tahunnya  suku ini melakukan upacara Kasedo. Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

Berikut beberapa objek wisata yang dapat dinikmati di Gunung Bromo

Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo yang juga merupakan lokasi berkemah.

Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Anda dapat berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.

Pananjakan. Disini anda dapat melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.

Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Merupakan lokasi danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).

Ranu Darungan. Disini anda dapat berkemah dan melakukan pengamatan satwa atau tumbuhan serta panorama alam yang menawan.

Cara pencapaian lokasi: 
Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km. 

Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak tempuh 53 km dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo dengan jarak 16 km.

Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan dengan jarak sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam. 


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :


Pura Uluwatu, Pesona Wisata Spiritual Bali


Dalam paket perjalanan wisata di Bali, biasanya setelah mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Pantai Dreamland para wisatawan meneruskan perjalanannya untuk menikmati lokasi wisata Pura Uluwatu. Selain lokasi wisatanya yang cukup berdekatan dengan kedua lokasi wisata tersebut, Pura uluwatu adalah salah satu lokasi wisata yang sudah cukup dikenal luas di dalam negeri ataupun di mancanegara.





Pura Luhur Uluwatu adalah salah satu pura di Bali dengan lokasinya yang sangat indah. Daya tarik utama bagi para wisatawan dari pura ini adalah panoramanya yang spektakuler. Terletak di bagian barat laut, pura ini seperti bertengger di ujung tebing batu yang sangat tinggi dan curam, dengan pemandangan lautnya dibawah berwarna biru bersih dan hantaman ombak yang menghasilkan buih-buih putih yang sangat cantik.

Pura Luhur Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 25 km ke arah selatan dar wilayah wisata Kuta, terletak di ujung Barat Daya Pulau Bali.




Nama Uluwatu adalah nama semula dari Pura itu. Kata ulu berarti kepala atau ujung, sedangkan watuberarti batu. Oleh karena itu, yang dimaksud Pura Uluwatu adalah Pura yang dibangun pada ujung batu karang. Pura Uluwatu dapat dijangkau dengan mobil, tetapi hati - hati karena meskipun sudah diaspal, jalannya curam. Di samping kanan dan kiri bangunan dalam komplek Pura Uluwatu terdapat dua palung batu yang bentuknya mirip dengan perahu. Bila keduanya disatukan maka bentuknya serupa dengan sarcophagus yaitu keranda hasil budaya dari tradisi Megalitik. Disini terdapat tinggalan arkeologi yang berasal dari abad ke-16 yaitu gapura atau candi bentar bersayap. Gapura bersayap merupakan tinggalan arkeologi yang sangat langka dan jarang ditemukan. 



Menurut Lontar Kusuma Dewa, pura ini didirikan atas anjuran Mpu Kuturan sekitar abad kesebelas, sebagai tempat untuk menurunkan ajaran Desa adat dengan segala aturan-aturannya dan selanjutnya pura ini dipakai untuk memuja oleh seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta yang berasal dari Jawa, datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.

Pura Uluwatu merupakan salah satu obyek wisata populer di Bali.Pura ini terletak di batu karang yang menjorok ke laut, disini para pengunjung dapat melihat matahari terbenam / sunset yang indah. Di lokasi pura setiap hari diadakan pertunjukan tari Kecak dengan latar belakang sunset yang indah,dengan diiringi oleh kelompok penari laki-laki yang berjumlah sekitar 50 orang.



Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :