Tampilkan postingan dengan label coret coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coret coret. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2015

Catatan Mahasiswa

Bismillahirrohmanirohim
Mungkin ini pertama kalinya aku membuat catatan tentang kampusku. Entahlah, aku baru merasa bangga bisa bersekolah di sini saat aku hampir menginjak semester 7. Terkejut ? iya. Aku juga, menjadi murid di sini bisa dibilang bukan keinginanku. Tapi sudahlah itu masa lalu. Aku tlah menyimpannya di kotak pandora yang kelak kan ku ceritakan ke anak cucuku, tentang kampusku ini.
Microteching 1, mungkin mata kuliah yang menjadi mimpi buruk atau bahakan mimpi terindah bagi sebagian mahasiswa, ya.. beberapa dari kami harus mengulang..ulang PM 1 agar bisa ujian.

Setiap minggu menjadi minggu yang melelahkan, bayangkan kami harus praktek mengajar setiap minggu dengan dosen yang berbeda dan karakter yang berbeda. Melelahkan ? iya , itu sangat meleahkan, bahkan mungkin diantara kami harus menahan air mata, kecewa, dan sebagainya. Setiap minggu selama beberapa bulan kami belajar dibawah tekanan. Dengan tugas kuliah yang tak sedikit dan tuntutan praktek yang tak sedikit pula di tambah kegiatan luar kami yang menguras tenaga. aku mungkin salah satu mahasiswa yang merasakan dampak yang luar biasa, karena kegiatan kuliah, praktek, dan kerja. Aku sering pulang jam tujuh atau jam delapan malam. Aku berusaha sebisaku membagi antara kuliah dan kerja. Hingga terkadang saat rasa lelah hinggap dan aku tak tahu bagaimana mengatasinya, aku menangis di tengah malam, sekedar ingin melepas rasa sesak, lelah dan kecewa di dada. Namun bukan aku sendiri yang merasa itu, kami atau bahkan mereka para dosen juga merasakan hal yang sama. Di semester ini aku baru mersakan kebanggan menjadi mahasiswa IAIN Palangkaraya. Mengapa ? aku baru sadar akan tulusnya dosen-dosenku. Aku mengatakan hal ini bukan tanpa alasan. Aku merasa berdosa kepada mereka, mungkin tak terhitung dosaku kepada mereka, atau bahkan karena satu dan lain hal kami para mahasiswa kadang merasa kesal atau tak suka kepada mereka. Aku rasa mereka tau apa yang kami lakukan , mengejek mereka atau lain hal, tapi mereka berusaha tutup telinga dan menutup mata tentang hal negatif yang di sematkan pada diri mereka. Mereka tetap mengajarkan ilmu dengan rasa tanggung jawab. Membimbing para mahasiswa. Bahkan sebagian rela mendahulukan pekerjaannya ketimbang urusan pribadi mereka. Ya disaat diluar sana banyak pengajar gila akan uang, tmeminta bayaran yang selangit untuk sebuah modul dan sebagainya,. Tapi tidak bagi dosen kami. Beberapa dari mereka rela mengcopy buku tebal sebanyak jumlah mahasiswa di kelas dengan bayaran yang sangat jauh di bawah harga copyan itu sendiri, atau ketika dosen di luar sana sangat sibuk dengan urusan pribadi, dosen kami rela mengajari kami hingga kami benar-benar mengerti, mengajari kami dengan telaten, terstruktur, meskipin tak jarang beberapa dari kami mengeluh karena banyaknya jam dihabiskan untuk membahas suatu materi. Mereka hanya ingin mahasiswanya mengerti, mereka mersa bertanggung jawab terhadap ilmu yang mereka ajarkan, mereka hanya ingin kita berhasil di kehidpuan nyata kelak, mungkin banyak yang mereka korbankan, tak hanya waktu luang, bahakan mungkin hari libur untuk keluargapun tersita karena kita. Maafkan kami pak , bu. Kami tak sadar akan hal itu, maafkan kami yang selalu saja mengeluh, maafkan kami yang selalu berprasangka buruk, maafan segala prilaku kami. Mungkin catatan ini tak begitu sempurna, hanya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada ibu dan bapak. Terima kasih telah menjadi dosen kami.


20 juni 2015
Senja yang tak terlupakan



Pratika Ika Latifa. 

Senin, 01 Juni 2015

photo kemaren di buang sayanng

kemaren pagi,. tampilan udah kece badai..eh taunya nggak masuk, ya gini nih jadinya, pagi, siang, sore wefie , sorry kalo mukanya cantik  dan ganteng banget, pake aplikasi beautyplus soalnya, eh tapi aslinya nggak jauh beda kok, maklumi gaya kami anak semester akhir ya allah. #efek banyak tugas. hehehe... ^^











Sabtu, 26 Juli 2014

Tape Ketan


Tape ketan, untuk beberapa orang tape ketan sudah tidak asing lagi, tape yang rata-rata disajikan pada bulan ramadhan atau hari raya ini memiliki rasa yang khas, rasa gurih dan manis alami membuat siapa saja
yang menikmatinya tidak dapat berhenti untuk memakannya lagi dan lagi. Namun siapa sangka di balik kelezatan tape ketan ternyata terdapat mitos dalam pembuatannya. Dalam membuat tape ketan tempat yang digunakan haruslah bersih, tidak ada unsur minyak, garam atau bahan-bahan lain pada wadah pembuatan, selain itu kondisi sang pembuat haruslah bersih, baik lahir maupun batin. Sebelum membuat tape ketan biasanya sang pembuat harus mandi hal ini untuk menghindari tercampurnya bahan lain saat ketan bersentuhan dengan tangan, kemudian sang pembuat tidak dalam keadaan marah karena hal tersebut akan mempengaruhi hasil dari tape ketan itu sendiri. Mungkin beberapa orang akan tertawa saat mengetahui hal ini. Namun menurut pengamatan jika pembuat mengabaikan hal di atas maka akan berdampak pada hasil tape ketan itu sendiri entah akan berdampak pada rasa, tekstur, atau warna sekalipun komposisi dan cara pembuatan sama dengan tape yang dibuat sebelumnya yang memperhatikan hal-hal di atas. Mungkin dari mitos tape ketan ini kita bisa mengambil nilai filosofi  bahwa dalam melakukan hal apapun haruslah dengan niat yang benar, karena jika dalam melakukan hal apapun kebenaran dicampur adukkan dengan keburukan makan hasilnya akan cendrung buruk.  

Sabtu, 14 Juni 2014

Menu Akhir Pekan

Musim ujian semester hampir berlalu, mungkin hanya tersisa dua mata kuliah saja yang belum ujian. aku dan teman-teman memutuskan untuk refrashing, mungkin ini masih terlalu dini untuk merayakan kebebasan kami dari ujian ,tapi kami tidak perduli, setelah seminggu full berkutat dengan soal ujian yang memeras otak dan tenaga. kali ini kami memutuskan untuk mengadakan
masak-masak. maklumlah kami adalah calon ibu rumah tangga yang baik. (hahahha). setelah berembuk tentang menu masakan maka disepakatilah menu siang itu ikan mas, tempe, terong dan sambal terong asem.
dengan iuran masing-masing 12.500, kami sudah mendapatkan ikan mas ukuran jumbo untuk ukuran empat wanita, dua terong ungu, satu tempe, bawang merah,lombok, terasi, minyak, pete, tomat dan bumbu goreng ikan. and it is time to show.... kami saling berbagi tugas, khofsoh khusus menangani pembuatan sambal terong asem, unyun bertanggung jawab untuk menggoreng tempe dan terong, fatimah bertanggung jawab buat bantuin tugas writing khofsonh yang minggu ini harus di kumpul (hahaha), sedangkan aku bertanggung jawab untuk menggoreng ikan. hal yang unik adalah pembuatan sambal terong asam, bagi sebagian oang termasuk aku ini adalah sambal yang unik, membuatnya mudah dan tidak terlalu rumit. bahan yang dibutuhkan hanya terong asam, lombok, bawang merah, bawang putih, garam,tomat, gula pasir dan terasi yang sudah di bakar. semua bumbu di haluskan kecuali terong asam, kemudian di goreng bersama terong asam yang sudah dipotong kecil-kecil, dan tunggu sampai beberapa menit. masak kali ini memang khas anak-anak cewek bangettt.. gelak tawa meramaikan acara masak-masak siang itu, dan setelah setengah jam berlalu. voila.. ini dia makanan khas anak kost yang habis ujian. (haha).. :)

Jumat, 13 Juni 2014

Jangan Takut Bermimpi

Hai guys.. Semua orang pasti punya mimpi. ya termasuk saya. terlepas mimpi itu besar atau kecil sekalipun. contoh yang paling sederhana aja pengen punya Hp pake uang sendiri. itu termasuk mimpi loh. tapi tahukah teman-teman kalo mimpi itu nggak cuma di rekam dalam ingatan tapi HARUS ditulis, ya ditulis. kenapa ? karena kita cenderung mengingat banyak hal sehingga mimpi-mimpi kecil itu terkadang terlupakan. nah untuk mengingatnya kita tulis dah tuh di buku atau di note hp, biar
nggak hilang. dengan begitu kita akan terus termotivasi mewujudkan mimpi-mimpi kita. saya punya sedikit cerita tentang mimpi yang saya tulis. sejak SMA, saya memang suka menulis cita-cita saya, awal pertama buat emang buntu sih, bingung mimpi apa yang harus ditulis, tapi saya coba aja deh tulis yang ada di kepala mulai mimpi yang terbesar dulu terus ke yang paling kecil, eh lama-kelamaan ketagihan juga. contohnya aja ya waktu SMA hobi saya nulis cerita, saya punya mimpi cerita saya bisa di bukukan atau setidaknya masuk antalogi lah, dan hal itu terwujud beberapa saat kemudian, ketika teman-teman kepenulisan  ngajakin bikin antalogi cerpen, tentu saja saya langsung mengiyakan.  dan antalogi itu akhirnya terbit beberapa minggu kemudian. asyik kan ?
mimpi-mimpi waktu SMA
atau  pengalaman saya waktu di perkuliahan. saya tulis di sebuah seminar motivasi kalo saya pengen belajar bahsa inggis lebih mendalam, terus saya mau ngajar bahasa inggris, dan pergi ke banjarmasin. saya tulis itu waktu saya masih di semester 2. dan teman-teman tahu apa yang terjadi ? semua itu terwujud ketika saya di smester 3. saya bak mendapat durian runtuh. saya mendapat pekerjaan menjadi tutor bahasa inggris di salah satu lembaga kursus yang terkemuka di palangkaraya, dari situ pula saya di beri kesempatan untuk memperdalam bahasa inggris saya dengan mengikuti les secara cuma-cuma alias gratissss.. selain itu saya juga berkesempatan pergi ke banjarmasin dengan cuma-cuma hanya perlu bawa badan aja. semua ongkos di tanggung termasuk soal belanja-belanja. asyik kan ? itu mungkin sepenggal kisah tentang mimpi-mmpi saya. saya yakin teman-teman pasti punya mimpi lebih banyak. maka dari itu TULIS SEKARANG ! nggak usah nunggu nanti-nanti, entar lupa loh. hehehe. TULIS dan WUJUDKAN . Ingat !! mimpi itu gratis, mau di tertawakan orang ya biar aja.