Selasa, 15 Juni 2010

Pantai Kuta, Icon Pariwisata Bali

Pantai Kuta sudah sangat identik dengan Bali, siapapun yang berlibur ke Bali pasti akan menyempatkan untuk mengunjungi pantai yang satu ini.

Berada di kabupaten Badung, sebelah selatan Denpasar, Pantai Kuta adalah satu tujuan wisata turis mancanegara dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak tahun 1970.



Banyak keindahan yang ditawarkan oleh Pantai Kuta, mulai dari ombaknya yang cukup besar, pasirnya yang bersih sampai dengan pemandangan Sunset yang bisa dinikmati dengan baik kala malam menjelang

Kawasan Kuta tidak hanya menawarkan keindahan Pantai Kuta semata namun daerah di sekitar Pantai Kuta ini sudah menjadi pusat pariwisata di Bali. Banyaknya sarana hiburan seperti café, restouran, hotel-hotel berbintang, pusat perbelanjaan dan sarana-sarana lainnya membuat kawasan Kuta akan membuat wisatawan yang berkunjung ke daerah ini kembali lagi dikemudian hari.


Pantai Kuta seolah tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan baik itu wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara. Kunjungan ini akan semakin meningkat saat musim liburan tiba. Beberapa kali diguncang tragedi bom Bali dan berita tidak bertanggung jawab mengenai “Cowboy In Paradise” tidak membuat kunjungan wisatawan ke Pantai ini berkurang


Kawasan Kuta sangat mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari bandara internasional  I Gusti Ngurah Rai Bali


Lihat Peta Lebih Besar











Lihat Juga :




Senin, 14 Juni 2010

Benteng Marlborough, Saksi Bisu Penjajahan Inggris

Jika anda melakukan perjalanan ke Indonesia dan mengunjungi salah satu provinsi yang bernama Bengkulu, jangan lewatkan untuk mengunjungi salah satu objek wisata yang satu ini yaitu Benteng Marlborough.



Benteng Marlborough merupakan peninggalan sejarah kolonial Inggris terbesar di kawasan asia. Benteng Marlborough berdiri dengan megahnya dan menghadap ke arah selatan, meliputi area 31,5 Ha. Salah satu daya tarik benteng ini mempunyai tipikal abad 18 yang berbentuk kura-kura. Lokasi benteng dipusat kota berbatasan dengan Perkampungan China, yang juga kawasan obyek wisata. Benteng ini dibangun tahun 1714 – 1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Collet. Di salah satu kamar benteng ini pernah dihuni Presiden RI pertama Ir. Soekarno ketika menjalani hukuman buangan masa penjajahan Belanda. Setelah kemerdekaan Benteng Marlborough dipugar oleh pemerintah dan menjadi salah satu obyek wisata Kota Bengkulu.

Bengkulu adalah salah satu provinsi di pulau Sumatera tepatnya di Sumatera bagian selatan. Di masa lalu daerah ini pernah menjadi ajang persaingan dagang antara Inggris dan Belanda. Mereka berusaha untuk menguasai komoditi (lada) yang ada di sana. Tahun 1664 Belanda dengan VOC-nya mendirikan kantor pelelangan di sana. Tahun 1670 Sultan Banten mengeluarkan peraturan transaksi lada yang baru. Peraturan itu membuat pihak Belanda mengalami kerugian. Untuk itu, pada tahun yang (1670) Belanda meninggalkan Bengkulu. Mereka pergi ke Banten dengan tujuan menguasainya. Di sana Belanda berhasil membuat Sultan Banten menandatangani perjanjian tentang hak monopoli perdagangan oleh Belanda. Perjanjian itulah yang kemudian membuat perhatian Belanda hanya tertuju pada Banten. Dan, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Inggris, melalui EIC-nya, untuk masuk ke Bengkulu

Setelah lebih kurang 140 tahun Pemerintah Inggris berada di Bengkulu, mereka banyak meninggalkan "warisan" peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah Benteng Marlborough.Nama benteng ini menggunakan nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris, yaitu John Churchil, Duke of Marlborough I. Benteng ini tergolong terbesar di kawasan Asia. Peninggalan sejarah ini memiliki daya tarik yang besar karena kelangkaannya. Benteng ini dulunya merupakan pusat pemerintahan kolonial Inggris yang menguasai Propinsi Bengkulu selama lebih kurang 140 tahun (16851825)

Konstruksi bangunan benteng Fort Marlborough ini memang sangat kental dengan corak arsitektur Inggris Abad ke-20 yang ‘megah’ dan ‘mapan’. Bentuk keseluruhan komplek bangunan benteng yang menyerupai penampang tubuh ‘kura-kura’ sangat mengesankan kekuatan dan kemegahan. Detail-detail bangunan yang European Taste menanamkan kesan keberadaan bangsa yang besar dan berjaya pada masa itu. Dari berbagai peninggalan yang masih terdapat di dalam bangunan benteng dapat pula diketahui bahwa pada masanya bangunan ini juga berfungsi sebagai pusat berbagai kegiatan termasuk perkantoran, bahkan penjara.


Lihat Peta Lebih Besar








Lihat Juga :



Piala Dunia Dan Dunia Wisata

Siapapun tidak dapat memungkiri bahwa Piala Dunia merupakan magnet yang besar dalam menarik wisatawan asing datang ke suatu negara.

Devisa yang besar telah menanti bagi negara penyelenggara Piala Dunia. Berbagai sarana pendukung wisata akan banyak meraup keuntungan, hotel-hotel akan penuh, berbagai restouran dan pusat hiburan akan dipenuhi pengunung dan sarana transportasi pun dipadati penumpang.

Keuntungan dan dampak positif dari Piala Dunia membuat banyak negara bersaing untuk menjadi negara penyelenggara Piala Dunia, namun bagaimana ketika piala dunia berakhir? Stadion-stadion besar yang membutuhkan biaya operasional yang besar akan sulit menrik wisatawan asing untuk datang tanpa adanya pertandingan besar diadakan di stadion tersebut.




Lihat Juga :

Gunung Rinjani & Danau Segara Anak, Dua Sejoli Yang Indah










Dengan ketinggian sekitar 3.726 meter diatas permukaan laut, Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah pegunungan Jayawijaya di Papua dan gunung Kerinci di Sumatra.


Berada di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu objek wisata terkenal di dunia menjadikan Gunung Rinjani banyak diminati oleh wisatawan asing. Medan pendakiannya yang menantang dan panorama yang indah merupakan daya tarik Gunung Rinjani untuk mengundang para pendaki mengunjunginya.







Danau Segar Anak, danau seluas 1.100 Hektar yang berada di puncak Gunung Rinjani adalah tempat favorit bagi para pendaki. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Keindahan danau Segar Anak inilah yang membuat rasa letih selama pendakian seakan terbayar lunas.

Untuk mencapai Pulau Lombok, anda dapat melakukan perjalanan udara dari Jakarta, Surabaya atau Denpasar Bali ke kota Mataram di Lombok. Anda juga dapat melakukan perjalanan darat dari Bali namun harus melakukan penyebrangan di Selat Lombok.


Setelah mencapai Lombok, ada beberapa rute yang dapat dilalui untuk mencapai Gunung Rinjani yaitu rute Senaru dan rute Sembalun Lawang. Untuk pendaki pemula lebih disarankan melakukan pendakian melalui Sembalun Lawang karena selain dapat menghemat 700 meter ketinggian, rute Sembalun relative panjang dan datar. Namun karena melwati padang savanna, rute ini akan lebih panas sehingga dianjurkan untuk menggunakan pelindung atau krim penahan panas.

Jika anda memilih rute Senaru, anda akan mendapatkan pendakian tanjakan tanpa jeda namun karena melaui hutan udara akan terasa lebih lembut.

Berikut rute dari Mataram ke Senaru dan Sembalun :
Mataram - Selong - Sambelia - Sembalun Lawang (140 km) sekitar 4,5 jam dengan mobil. Bila berjalan kaki ke danau memerlukan waktu sekitar 9 jam (25 km). 


Mataram - Bayan - Senaru (82 km) sekitar 2,5 jam, jalan kaki ke danau sekitar 9 jam (25 km)


Lihat Peta Lebih Besar

Lihat Juga :



Senin, 07 Juni 2010

Mengintip Objek Wisata Kelas Dunia di Pulau Moyo


Pulau Moyo adalah salah satu objek wisata kelas dunia yang ada di Indonesia. Wisatawan mancanegara seperti Lady Diana dan Mick Jagger pernah diberitakan berlibur di Pulau ini.

Berada 2,5 km dari pulau Sumbawa dan termasuk dalam kabupaten Sumbawa Besar provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Moyo termasuk kawasan eklusif karena dikelola hanya oleh satu Resort yaitu Amanwana.
Menawarkan keindahan dan keaslian alam membuat Pulau Moyo banyak diminati oleh wisatawan  asing yang mencari ketenangan dalam berlibur.
Objek wisata yang ditawarkan oleh Pulau Moyo cukup beragam diantaranya wisata air terjun, aneka burung langka dan keindahan bawah lautnya tentunya dengan didukung oleh akomodasi dengan standart internasional.

Begitu ekslusif nya Pulau Moyo membuat wisatawan harus menyiapkan biaya yang cukup besar untuk menikmatinya sehingga hal ini objek wisata ini jarang dikunjungi oleh wisatawan domestik.

Untuk mencapai Pulau Moyo, anda dapat melakukan perjalanan udara dari Bali ke Sumbawa Besar yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 10-20 menit ke Ai Bari, sebuah kampung pesisir di Sumbawa Besar. Dari Ai Bari perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat sekitar 15 menit ke Pulau Moyo



Jika anda tidak mendapatkan penerbangan ke Pulau Sumbawa, perjalanan dapat dilakukan dengan melakukan penerbangan ke Lombok. Dari Lombok anda dapat melakukan perjalanan darat dan melakukan penyebrangan dari pelabuhan Khayangan ke pelabuhan Tano yang kemudian dilanjutkan kembali dengan perjalanan darat ke Sumbawa Besar. Perjalanan tersebut dapat ditempuh kurang lebih 5 Jam dengan menggunakan mobil.


Lihat Peta Lebih Besar

Pantai Lakey, Surga Bagi Para Peselancar



Jika anda peselancar yang suka akan tantangan ombak maka tidak lengkap rasanya jika anda tidak mengunjungi salah satu objek wisata yang satu ini yaitu Pantai Lakey


Terletak di Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Pantai Lakey adalah satu pantai yang memiliki ombak terbaik di dunia.


Karena masih kurangnya promosi yang dilakukan membuat pantai ini masih kurang dikenal oleh para peselancar dunia, namun bagi peselancar yang pernah merasakan ombak di pantai ini tentunya akan menjadi kenangan special yang sulit dilupakan. Pantai Lakey mempunyai kehebatan karena memiliki empat jenis ombak, yaitu Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe dan Periscope. Bagian yang paling konsisten dan hebat dalam berselancar di Lakey yaitu Lakey Peak.








Karena ombaknya yang stabil sepanjang tahun, maka Pantai Lakey secara reguler menjadi lokasi digelarnya kompetisi selancar tingkat dunia. Kompetisi terakhir di Pantai Lakey dilakukan pada 31 Oktober yang digelar kejuaraan “Lakey Peak Sultan Cup 2009″. Sebanyak 50 peserta termasuk delapan peselancar luar negeri ikut berlaga saat itu.


Tiap tahun kunjungan wisata ke pantai ini semakin meningkat. Untuk mencapai pantai ini anda dapat melakukan perjalanan udara ke Bima yang kemudian diteruskan dengan perjalanan darat ke daerah Dompu selama kurang lebih 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Selain dari Bima ada juga wisatawan yang melakukan perjalanan udara ke Sumbawa Besar yang kemudian diteruskan dengan perjalanan darat selama kurang lebih 7 jam dengan menggunakan mobil.


Lihat Peta Lebih Besar



Lihat Juga :
Pulau Komodo, Berjuang Menjadi 7 Keajaiban Dunia